Bola Panas Pemakzulan Gibran, Ujian Loyalitas Prabowo atau Sekadar Politik Sandera?

Bangun Santoso, Faqih Fathurrahman

Rabu, 18 Juni 2025 | 19:53 WIB
Bola Panas Pemakzulan Gibran, Ujian Loyalitas Prabowo atau Sekadar Politik Sandera?
Kolase Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Rakabumi Raka. [Dok. Istimewa]

Suara.com - Usulan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dilayangkan Forum Purnawirawan TNI ke gerbang parlemen lebih dari sekadar manuver hukum; ia adalah sebuah bidak catur yang kini diletakkan di tengah papan permainan politik Istana.

Meski secara formal ditujukan kepada DPR dan MPR, nasib bola panas ini pada akhirnya tidak bergantung pada riuhnya sidang parlemen, melainkan pada keheningan strategis Presiden Prabowo Subianto.

Secarik surat bernomor 003/FPPTNI/V/2025 menjadi pemantik api. Di dalamnya, para purnawirawan merangkum setidaknya empat dalil utama untuk melengserkan Gibran: pelanggaran etika berat dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meloloskannya, minimnya pengalaman politik, keraguan atas riwayat pendidikan, hingga isu moral terkait jejak digital masa lalu dan dugaan korupsi keluarga Jokowi.

Pengamat Politik dari Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menilai bahwa secara teknis, pintu pemakzulan bisa saja terbuka. Hal itu ia paparkan dalam diskusi Menuju Pemakzulan Gibran: Sampai ke mana DPR melangkah yang digelar di Kantor Formappi, Jakarta Timur, Rabu (18/6/2025).

"Satu di antara yang empat, bisa," ujarnya, merujuk pada kemungkinan DPR membentuk Panitia Khusus (Pansus) hanya dengan salah satu dari dalil tersebut.

Namun, di sinilah lapisan analisis yang lebih dalam dimulai. Ray Rangkuti membaca wacana ini bukan sebagai upaya serius untuk menjatuhkan Gibran, melainkan sebagai sebuah alat tawar-menawar yang canggih yakni politik sandera.

Gibran sebagai "Sandera" Politik

Dalam skenario ini, Gibran diposisikan sebagai "sandera". Ancaman pemakzulan yang terus dibiarkan menggantung menjadi alat kendali efektif untuk memastikan loyalitas dan kepatuhan sang wakil presiden kepada konstelasi kekuasaan yang baru.

Isu ini menjadi semacam "kartu truf" yang bisa dimainkan kapan saja jika ritme politik Gibran dianggap tidak seirama dengan orkestra yang dipimpin Prabowo.

baca juga

"Kalau sampai ke pemakjulan kayaknya belum nih," ucap Ray.

Hal itu, kata dia, mengisyaratkan bahwa tujuan akhirnya bukanlah pelengseran, melainkan pengendalian. Dengan adanya ancaman ini, ruang gerak politik Gibran dan faksi yang berada di belakangnya menjadi terbatas.

Setiap langkah akan selalu dibayangi oleh kemungkinan "bola panas" ini kembali dilempar ke tengah lapangan.

Sikap Diam Prabowo yang Penuh Makna

Selanjutnya, kunci dari permainan ini, menurut Ray Rangkuti, ada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Sikap Prabowo yang terkesan "cuek" atau membiarkan isu ini bergulir liar bukanlah tanda kelemahan atau ketidakpedulian. Sebaliknya, itu adalah sebuah strategi.

"Semua tergantung pada Pak Prabowo," kata Ray.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Sengketa 4 Pulau Aceh-Sumut Hingga Presiden Prabowo Turun Tangan

Kronologi Sengketa 4 Pulau Aceh-Sumut Hingga Presiden Prabowo Turun Tangan

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 19:41 WIB

Aktivis Kritik Fadli Zon soal Perkosaan Massal Lalu Diberondong Teror, Polisi Diminta Bergerak

Aktivis Kritik Fadli Zon soal Perkosaan Massal Lalu Diberondong Teror, Polisi Diminta Bergerak

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 18:45 WIB

Tuntut Permintaan Maaf Fadli Zon, Aliansi Organ '98 Minta Prabowo Pecat Menteri Kebudayaan

Tuntut Permintaan Maaf Fadli Zon, Aliansi Organ '98 Minta Prabowo Pecat Menteri Kebudayaan

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 18:31 WIB

Batalkan Keputusan Mendagri Tito, Ini Alasan Prabowo Putuskan 4 Pulau Kembali Jadi Milik Aceh

Batalkan Keputusan Mendagri Tito, Ini Alasan Prabowo Putuskan 4 Pulau Kembali Jadi Milik Aceh

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 18:26 WIB

Tuntaskan Polemik 4 Pulau, Eks Wagub Sumut Puji Prabowo Problem Solver Sejati

Tuntaskan Polemik 4 Pulau, Eks Wagub Sumut Puji Prabowo Problem Solver Sejati

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 17:55 WIB

Gibran Tak berdaya? Pengamat: Dia Cuma Dipakai saat Pilpres 2024

Gibran Tak berdaya? Pengamat: Dia Cuma Dipakai saat Pilpres 2024

News | Rabu, 18 Juni 2025 | 17:44 WIB

Pandji Pragiwaksono Khawatir Orang Peduli Raja Ampat Cuma karena Benci Rezim Prabowo

Pandji Pragiwaksono Khawatir Orang Peduli Raja Ampat Cuma karena Benci Rezim Prabowo

Entertainment | Rabu, 18 Juni 2025 | 16:56 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×