7 Kisah Tragis Pendaki Tewas di Gunung yang Mengguncang Dunia, Terbaru Juliana Marins

Yazir F

Rabu, 25 Juni 2025 | 15:13 WIB
7 Kisah Tragis Pendaki Tewas di Gunung yang Mengguncang Dunia, Terbaru Juliana Marins
Ilustrasi mendaki gunung (Pexels.com)

Suara.com - Dunia pendakian kembali berduka setelah seorang pendaki wanita asal Brasil, Juliana Marins, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Insiden ini sekali lagi menjadi pengingat bahwa di balik keindahan puncak-puncak gunung yang megah, tersimpan risiko yang mengintai nyawa. Mendaki gunung adalah perpaduan antara hasrat, keberanian, dan takdir.

Namun, Juliana Marins bukanlah satu-satunya yang tak kembali dari rengkuhan gunung. Sejarah mencatat banyak kisah pendaki yang harus berakhir tragis dalam perjalanan menggapai atap-atap tertinggi di dunia.

Berikut adalah 7 kisah pendaki yang kematiannya menarik perhatian global.

1. Juliana Marins (Brasil) - Gunung Rinjani, Indonesia

Kisah terbaru datang dari Gunung Rinjani, di mana Juliana Marins (26) dilaporkan terjatuh ke dalam jurang saat mendaki.

Korban WN Brasil yang jatuh di Gunung Rinjani [Instagram]
Juliana Marins pendaki yang tewas di Gunung Rinjani [Instagram]

Operasi pencarian dan penyelamatan yang memakan waktu lima hari harus berakhir duka ketika tim SAR menemukannya dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Tragedi ini menambah daftar panjang insiden yang terjadi di salah satu gunung terindah sekaligus menantang di Indonesia.

2. Elsa Laksono dan Lili Wijayanti (Indonesia) - Puncak Carstensz, Indonesia

Sebuah kisah persahabatan yang berakhir pilu terjadi di Puncak Carstensz, Papua, pada Maret 2025. Elsa Laksono dan Lili Wijayanti, dua sahabat sejak SMP, berhasil mencapai puncak tertinggi di Indonesia bersama.

Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono, pendaki Puncak Carstensz yang meninggal dunia. [Instagram@tropik_adventure]
Lilie Wijayanti dan Elsa Laksono, pendaki Puncak Carstensz yang meninggal dunia. [Instagram@tropik_adventure]

Namun, dalam perjalanan turun, keduanya meninggal dunia akibat Acute Mountain Sickness (AMS). Kisah mereka menjadi pengingat bahwa aklimatisasi dan kewaspadaan saat turun gunung sama pentingnya dengan saat mendaki.

3. Zulkifli Yusuf (Malaysia) - Gunung Denali, Amerika Serikat

Pada akhir Mei 2024, pendaki asal Malaysia, Zulkifli Yusuf (37), meninggal dunia setelah tiga hari terjebak di dekat puncak Gunung Denali, Alaska, gunung tertinggi di Amerika Utara.

Gunung Denali (shutterstock)
Gunung Denali (shutterstock)

Zulkifli bersama dua rekannya mengalami hipotermia dan tidak dapat turun setelah mencapai puncak setinggi 6.190 meter. Meskipun satu rekannya berhasil diselamatkan, Zulkifli meninggal di dalam gua salju tempat mereka berlindung, menunjukkan betapa ekstremnya cuaca di pegunungan es.

4. Alison Hargreaves (Inggris) - K2, Pakistan/China

Alison Hargreaves adalah salah satu pendaki wanita terhebat di generasinya. Tiga bulan sebelum kematiannya, ia menjadi wanita pertama yang mencapai puncak Everest sendirian tanpa bantuan oksigen.

Gunung K2 [Youtube/Eddie Bauer]
Gunung K2 [Youtube/Eddie Bauer]

Namun, takdirnya berakhir di lereng K2 yang dijuluki "Savage Mountain" atau Gunung Ganas. Pada Agustus 1995, Hargreaves dan lima pendaki lainnya tewas akibat badai dahsyat yang menerjang saat mereka turun dari puncak. Kematiannya menjadi salah satu tragedi paling ikonik dalam sejarah pendakian K2.

5. "Green Boots" (Tsewang Paljor, India) - Gunung Everest, Nepal/China

Selama hampir 20 tahun, jasad seorang pendaki dengan sepatu bot hijau Koflach yang mencolok menjadi penanda jalan yang mengerikan di jalur pendakian utama sisi utara Everest.

Gunung Everest. (Shutterstock)
Gunung Everest. (Shutterstock)

Dikenal sebagai "Green Boots," jasad tersebut diyakini adalah Tsewang Paljor, seorang pendaki India yang tewas dalam badai dahsyat pada 1996. Ia dan timnya terjebak badai saat turun dari puncak.

Jasadnya yang berada di sebuah gua dangkal pada ketinggian 8.500 meter menjadi pengingat suram bagi setiap pendaki tentang "zona kematian" Everest, di mana tubuh manusia tidak bisa bertahan lama.

6. Tragedi K2 Tahun 2008 - K2, Pakistan/China

Tanggal 1 Agustus 2008 dikenang sebagai salah satu hari paling mematikan dalam sejarah pendakian K2. Sebanyak 11 pendaki dari berbagai ekspedisi internasional tewas dalam serangkaian peristiwa tragis selama 48 jam.

Gunung K2 [Youtube/Eddie Bauer]
Gunung K2 [Youtube/Eddie Bauer]

Penyebab utamanya adalah runtuhnya sebuah serac (bongkahan es raksasa) di area berbahaya yang dikenal sebagai "Bottleneck," yang memutuskan tali pengaman dan memerangkap para pendaki di ketinggian ekstrem. Insiden ini menegaskan reputasi K2 sebagai gunung yang jauh lebih sulit dan mematikan secara statistik dibandingkan Everest.

7. Ali Sadpara (Pakistan) - K2, Pakistan/China

Ali Sadpara adalah pahlawan nasional Pakistan dan salah satu pendaki ketinggian tinggi paling dihormati di dunia. Pada Februari 2021, ia bersama dua pendaki lainnya, John Snorri dari Islandia dan JP Mohr dari Chili, hilang saat mencoba melakukan pendakian musim dingin pertama di K2.

Gunung K2 [Youtube/Eddie Bauer]
Gunung K2 [Youtube/Eddie Bauer]

Meskipun pencarian besar-besaran dilakukan, mereka tidak pernah ditemukan. Sadpara, yang dikenal dengan kekuatan dan kerendahan hatinya, dianggap telah menyatu dengan gunung yang paling dicintainya. Kehilangannya meninggalkan duka mendalam bagi komunitas pendaki global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jalur Wisata Pusuk Sembalun Tertutup Longsor, Gubernur NTB Instruksikan Percepatan Pembersihan

Jalur Wisata Pusuk Sembalun Tertutup Longsor, Gubernur NTB Instruksikan Percepatan Pembersihan

News | Senin, 09 Februari 2026 | 07:02 WIB

Kereta Gantung Rinjani: Proyek 'Rp6,7 Triliun', Investor China Ternyata Tidak Terdaftar

Kereta Gantung Rinjani: Proyek 'Rp6,7 Triliun', Investor China Ternyata Tidak Terdaftar

Bisnis | Jum'at, 21 November 2025 | 20:04 WIB

10 Pendakian Seru di Indonesia yang Wajib Dicoba oleh Pencinta Alam

10 Pendakian Seru di Indonesia yang Wajib Dicoba oleh Pencinta Alam

Lifestyle | Selasa, 28 Oktober 2025 | 13:17 WIB

Pendakian Rinjani Dibuka Lagi, Ini Syarat Terbarunya

Pendakian Rinjani Dibuka Lagi, Ini Syarat Terbarunya

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 06:15 WIB

Rinjani Siap Menyambut Pendaki Mulai 11 Agustus 2025 Dengan Aturan Baru

Rinjani Siap Menyambut Pendaki Mulai 11 Agustus 2025 Dengan Aturan Baru

News | Minggu, 10 Agustus 2025 | 14:12 WIB

Mendaki Bersama EMCO: Dari Gunung Rinjani Turun ke Hati

Mendaki Bersama EMCO: Dari Gunung Rinjani Turun ke Hati

Lifestyle | Rabu, 06 Agustus 2025 | 19:02 WIB

Pendaki Rinjani, Siap-Siap! Jalur Pendakian Berubah Total Demi Keamanan, Ini Detailnya

Pendaki Rinjani, Siap-Siap! Jalur Pendakian Berubah Total Demi Keamanan, Ini Detailnya

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 19:42 WIB

Proyek Glamping di Rinjani Picu Kontroversi: Merusak Alam atau Dongkrak Pariwisata?

Proyek Glamping di Rinjani Picu Kontroversi: Merusak Alam atau Dongkrak Pariwisata?

Video | Rabu, 30 Juli 2025 | 11:05 WIB

Tingkatkan Keselamatan, Balai TNGR Lakukan Perbaikan Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Tingkatkan Keselamatan, Balai TNGR Lakukan Perbaikan Jalur Pendakian Gunung Rinjani

News | Selasa, 29 Juli 2025 | 10:32 WIB

Buntut Rentetan Bule Jatuh, Semua Jalur Pendakian Gunung Rinjani Resmi Ditutup Mulai 1 Agustus

Buntut Rentetan Bule Jatuh, Semua Jalur Pendakian Gunung Rinjani Resmi Ditutup Mulai 1 Agustus

News | Rabu, 23 Juli 2025 | 17:35 WIB

Terkini

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

Prabowo Akhiri Kunjungan Kenegaraan di Prancis, Bertolak Kembali ke Jakarta

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:50 WIB

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

Mangkir dari Pemeriksaan Gas 'Whip Pink', Influencer ZNM dan Dua Saksi Lain Dijemput Paksa Polisi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:46 WIB

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

Dulu Diminta Balik ke Barak, Ray Rangkuti Kritik TNI Kini 'Kepung' Ranah Sipil

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:10 WIB

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

Modus Pungli dan Titipan dalam SPMB 2026, dari Uang Bangku hingga Rekayasa Domisili

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:46 WIB

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

Tragedi Jip Wisata Bromo: Rem Blong di Tikungan Letter S Wonokitri, Dua Orang Tewas

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:38 WIB

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

Bahaya Gas N2O Whip Pink: Konsumen Alami Lumpuh Temporer hingga Kerusakan Saraf Tepi

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:33 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

Polisi Ungkap Kronologi dan Penyebab Sementara Ledakan PT MCCI Cilegon

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 22:26 WIB

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

Polemik Kurban Uang Negara: Dasar Hukum, Pandangan MUI, dan Alasan Pemerintah

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 21:32 WIB

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

Geger Eks Pegawai Sudin LH Jakpus Tewas Usai Diduga Lompat dari Jembatan Cawang

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:33 WIB

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

Gen Z Lebih Berani dan Tak Kenal Takut Dibanding Generasi Orde Baru

News | Jum'at, 29 Mei 2026 | 20:13 WIB