Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kereta Gantung Rinjani: Proyek 'Rp6,7 Triliun', Investor China Ternyata Tidak Terdaftar

M Nurhadi

Jum'at, 21 November 2025 | 20:04 WIB
Kereta Gantung Rinjani: Proyek 'Rp6,7 Triliun', Investor China Ternyata Tidak Terdaftar
Gunung Rinjani [Istimewa/beritabali.com]
baca 10 detik
  • Proyek kereta gantung senilai Rp6,7 triliun di Taman Nasional Gunung Rinjani belum terdaftar resmi OSS.
  • DPMPTSP NTB menyatakan proyek belum dapat diproses tanpa adanya kajian teknis dari dinas terkait yang telah disetujui.
  • Investor PT ILR mengklaim AMDAL sudah disetujui pusat, tetapi masih menghadapi hambatan birokrasi perizinan.

Suara.com - Polemik pembangunan kereta gantung yang direncanakan melintasi Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memasuki babak baru.

Proyek yang digadang-gadang menelan biaya hingga Rp6,7 triliun tersebut ternyata belum terdaftar di Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (Online Single Submission atau OSS).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Irnadi Kusuma, menegaskan bahwa hingga saat ini PT Indonesia Lombok Resort (ILR) selaku investor asal China, belum pernah mengajukan perizinan melalui OSS.

“Kalau belum masuk OSS, belum berani kita katakan proyek itu berjalan atau tidak. Karena itu syaratnya,” kata Irnadi di Mataram, Jumat (21/11/2025).

Irnadi menjelaskan bahwa untuk bisa terdaftar di OSS, investor wajib memenuhi syarat-syarat teknis. Salah satu syarat krusial adalah adanya kajian teknis yang disetujui oleh dinas terkait di Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.

“Hasil kajian dari dinas teknis, kan belum ada. Kalau belum ada (kajian teknis), berarti belum,” terangnya, dikutip dari Antara.

Irnadi juga menegaskan, meskipun investor pernah melaksanakan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan kereta gantung di kawasan hutan Desa Karang Sidemen, Lombok Tengah, hal itu tidak dapat dijadikan indikasi bahwa proyek tersebut telah berjalan.

“Itu (ground breaking) bukan pertanda proyek jalan, apalagi sifatnya MoU atau nota kesepahaman. Sebelum ada fakta terdaftar di OSS, tidak berani kita katakan itu berjalan dan belum berani kita proses,” tegas Irnadi.

Sebelumnya, pada Agustus 2025, PT ILR sempat menemui Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, untuk menyampaikan rencana mereka membangun kereta gantung di kawasan Gunung Rinjani.

baca juga

Humas PT ILR, Ahui, mengklaim Gubernur NTB secara eksplisit mendukung pembangunan tersebut, namun meminta agar faktor sosial dan lingkungan hidup diperhatikan.

Mengenai perizinan, Ahui menyatakan bahwa pengajuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) sudah disetujui untuk dibahas di Kementerian Kehutanan, dan saat ini mereka tinggal menunggu arahan dari pemerintah pusat.

“Ya, AMDAL sudah disetujui tinggal tunggu pembahasan,” ujar Ahui.

Selain fokus AMDAL, tim investor juga tengah mempersiapkan perubahan izin dari Izin Usaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA) ke Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang harus diajukan ke Kementerian Kehutanan. Ahui mengakui adanya hambatan birokrasi yang panjang.

“Kita tahu di kementerian prosesnya lama. Jadi kita bergerak senyap, nanti kalau sudah terbit AMDAL-nya tiba-tiba aja jalan. Biar langsung kerja,” katanya, mengisyaratkan langkah cepat setelah perizinan di tingkat pusat terbit.

Meski pihak investor bergerak "senyap" di tingkat pusat, kepastian operasional proyek senilai triliunan rupiah ini di tingkat daerah masih menunggu registrasi dan kajian teknis di DPMPTSP NTB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Diare Massal Hostel Canggu: 6 Turis Asing Tumbang, 1 Tewas Mengenaskan

Misteri Diare Massal Hostel Canggu: 6 Turis Asing Tumbang, 1 Tewas Mengenaskan

News | Jum'at, 21 November 2025 | 15:46 WIB

Sinopsis Bloom Life, Drama China Terbaru Landy Li dan Guo Jun Chen

Sinopsis Bloom Life, Drama China Terbaru Landy Li dan Guo Jun Chen

Your Say | Kamis, 20 November 2025 | 14:30 WIB

Keponakan Luhut Sebut RI Bakal Dibanjiri Investor Asing pada 2026, China Mendominasi

Keponakan Luhut Sebut RI Bakal Dibanjiri Investor Asing pada 2026, China Mendominasi

Bisnis | Kamis, 20 November 2025 | 10:08 WIB

Sinopsis Burning Night, Drama China Terbaru Wang Yu Wen di Youku

Sinopsis Burning Night, Drama China Terbaru Wang Yu Wen di Youku

Your Say | Rabu, 19 November 2025 | 18:15 WIB

Mengenal Jinlin Crater, Kawah Modern Terbesar di Bumi

Mengenal Jinlin Crater, Kawah Modern Terbesar di Bumi

Tekno | Senin, 17 November 2025 | 13:44 WIB

10 Fakta Kereta Petani di China yang Disebut-sebut Menginspirasi Indonesia

10 Fakta Kereta Petani di China yang Disebut-sebut Menginspirasi Indonesia

Tekno | Minggu, 16 November 2025 | 05:43 WIB

Terkini

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:57 WIB

×