Anak kecil tersebut dikenal dengan sebutan Togak Luan. Tarian yang dibawakan Togak Luan bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki makna sebagai penanda bahwa perahu timnya sedang berada di posisi terdepan.
Aksi Togak Luan ini biasanya dilakukan dengan lincah dan penuh semangat, seakan menjadi pemacu semangat bagi para pendayung di perahu tersebut.
Tradisi Pacu Jalur di Kuansing digelar setiap tahun sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Biasanya acara tersebut mencapai puncaknya pada tanggal 20 hingga 25 Agustus.
Selain sebagai ajang olahraga tradisional, Pacu Jalur juga menjadi daya tarik wisata yang mengundang ribuan pengunjung dari berbagai daerah, bahkan wisatawan mancanegara.
Pemerintah Provinsi Riau terus berupaya melestarikan dan mempromosikan Pacu Jalur ke tingkat internasional.
Melalui berbagai kegiatan promosi budaya, pihak Dispar Riau berharap semakin banyak masyarakat dunia yang mengenal dan mengakui Pacu Jalur sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang tak ternilai.
![Anak pacu jalur, Rayyan Arkan Dikha. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/07/49314-anak-pacu-jalur-rayyan-arkan-dikha.jpg)
“Pacu Jalur adalah bukti bagaimana tradisi dapat menyatukan masyarakat dan menjadi kebanggaan daerah. Kami ingin memastikan generasi muda tetap mencintai dan menjaga warisan budaya ini,” tutup Roni.