Bukan Bunuh Diri Biasa? Pakar Sebut Metode Kematian Arya Daru Sangat Janggal

Tasmalinda

Senin, 14 Juli 2025 | 21:29 WIB
Bukan Bunuh Diri Biasa? Pakar Sebut Metode Kematian Arya Daru Sangat Janggal
Diplomat Muda Kemlu RI Arya Daru Pangayunan terlihat masih hidup dan sempat membuang sesuatu dalam plastik hitam pada Senin (7/7/2025)

Suara.com - Misteri yang menyelimuti penyebab kematian diplomat muda, Arya Daru, semakin dalam. Salah satu sorotan utama para ahli adalah metode kematiannya yang dinilai sangat tidak wajar. Ditemukan tewas dengan wajah dan kepala terbungkus lakban, skenario bunuh diri dianggap sangat kecil kemungkinannya oleh pakar mikro ekspresi, Kirdi Putra.

Dalam analisisnya, Kirdi secara tegas menyatakan bahwa cara yang digunakan untuk mengakhiri hidup ini sangat menyiksa, lambat, dan bertentangan dengan psikologi umum pelaku bunuh diri. Hal ini mendorong perlunya investigasi yang lebih mendalam ke arah tindak pidana.

"Buat saya ini sangat kasus yang cukup absurd dan arahnya sebagian besar sudah kecil untuk bunuh diri," kata Kirdi dalam wawancaranya bersama dengan kabarpetang InewsTv.

Ia menjelaskan bahwa orang yang memutuskan mengakhiri hidupnya cenderung mencari cara yang paling cepat dan minim rasa sakit.

"Orang bunuh diri akan selalu memilih jalan yang cepat," tegasnya. Metode melakban wajah hingga mati lemas adalah proses yang menyakitkan dan membutuhkan waktu lama.

Secara naluriah, tubuh manusia akan melakukan perlawanan saat mengalami sesak napas. Sangat sulit bagi seseorang untuk secara sadar terus-menerus melilitkan lakban di wajahnya sendiri melewati ambang batas rasa sakit dan refleks untuk bertahan hidup.

Kejanggalan ini, menurut Kirdi, seharusnya menjadi fokus utama bagi tim penyidik. Ia bahkan mengaku belum pernah menemukan preseden atau kasus serupa sebelumnya.

"Belum ada kasus bunuh diri dengan melakban wajah," ungkapnya. Fakta ini menjadikan kasus Arya Daru sebagai sebuah anomali yang kuat, yang mengarahkan kecurigaan pada intervensi pihak ketiga.

Untuk itu, Kirdi menyarankan beberapa langkah investigasi krusial yang harus dilakukan oleh pihak kepolisian.

baca juga

Pertama, keterangan dari istri korban dan orang-orang terdekatnya menjadi data yang tak ternilai. "Keterangan istri korban sangat penting," ujarnya.

Polisi harus bisa merekonstruksi kondisi psikologis korban beberapa hari terakhir melalui kesaksian mereka. Apakah ada ancaman? Apakah ada masalah besar yang tak terpecahkan?

Kedua, bukti digital harus diperlakukan dengan sangat serius. Ini tidak hanya mencakup pemeriksaan alat komunikasi korban untuk melacak interaksi terakhirnya, tetapi juga analisis mendalam terhadap rekaman CCTV.

"Harus dicek oleh ahli digital forensik," saran Kirdi.

Hal ini untuk memastikan keaslian rekaman dan mencari tahu apakah ada bagian yang hilang atau telah dimanipulasi yang bisa menyembunyikan kehadiran orang lain di lokasi kejadian.

Dengan menggabungkan analisis forensik di tempat kejadian perkara, analisis digital, dan analisis psikologis melalui keterangan saksi, diharapkan tabir misteri kematian Arya Daru dapat segera terungkap, memberikan kejelasan apakah ini adalah tragedi bunuh diri yang tak lazim atau sebuah kasus pembunuhan yang direncanakan dengan rapi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gerak-gerik Terakhir Diplomat Arya Daru di CCTV, Pakar: Tak Ada Niat Bunuh Diri

Gerak-gerik Terakhir Diplomat Arya Daru di CCTV, Pakar: Tak Ada Niat Bunuh Diri

News | Senin, 14 Juli 2025 | 20:52 WIB

Pakar Ungkap 5 Keanehan Kematian Diplomat Arya Daru, Bukan Bunuh Diri?

Pakar Ungkap 5 Keanehan Kematian Diplomat Arya Daru, Bukan Bunuh Diri?

News | Senin, 14 Juli 2025 | 20:19 WIB

Misteri Tangan di Jendela Kos: Penampakan Aneh di Tengah Investigasi Kematian Arya Daru

Misteri Tangan di Jendela Kos: Penampakan Aneh di Tengah Investigasi Kematian Arya Daru

News | Senin, 14 Juli 2025 | 19:42 WIB

Kronologi Jam per Jam Sebelum Arya Daru Tewas: Mengapa Istri Meminta Penjaga Kos Cek Kamar?

Kronologi Jam per Jam Sebelum Arya Daru Tewas: Mengapa Istri Meminta Penjaga Kos Cek Kamar?

News | Senin, 14 Juli 2025 | 16:12 WIB

Peran Orang Dekat dalam Misteri Kematian Diplomat Arya Daru, Ini Kata Ahli Kriminologi

Peran Orang Dekat dalam Misteri Kematian Diplomat Arya Daru, Ini Kata Ahli Kriminologi

News | Senin, 14 Juli 2025 | 15:50 WIB

Kasus Arya Daru Gampang Diusut, Kata Bekto Suprapto: Tapi Ada Syaratnya

Kasus Arya Daru Gampang Diusut, Kata Bekto Suprapto: Tapi Ada Syaratnya

News | Senin, 14 Juli 2025 | 15:30 WIB

LIVE: Suara Tak Senonoh dari Speaker GBK, Pacu Jalur Diklaim Malaysia

LIVE: Suara Tak Senonoh dari Speaker GBK, Pacu Jalur Diklaim Malaysia

Video | Senin, 14 Juli 2025 | 16:08 WIB

Terkini

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Polda Jateng Bongkar Judi Togel di Tiga Daerah, Uang Rp2,4 Miliar Diblokir

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:34 WIB

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Gol Almeida Selamatkan Java United FC, Tetapi Tiga Poin Gagal Dibawa Pulang

Jawa Tengah | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Truk Dalmas Diserang Bom Molotov di Dago Bandung, Tiga Polisi Terluka

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:18 WIB

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Suhu Tembus 38 Derajat Celsius, 5.711 Warga Cianjur Terdampak Kekeringan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:12 WIB

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Sempat Lempar Mercon dan Batu, Massa Mahasiswa di DPRD DIY Akhirnya Dibubarkan

Jogja | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:11 WIB

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Khalid Basalamah Setor 554.500 Dolar AS ke KPK dalam Kasus Korupsi Kuota Haji

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Pendiri CAN Borneo Luruskan Isi Pertemuan Relawan dengan Menteri Kehutanan

Jabar | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:58 WIB

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Heboh Nelayan Asal Sumenep Ditangkap di Australia, Begini Kronologinya

Jatim | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:53 WIB

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Bidik Layanan Keimigrasian di Silangit, Imigrasi Sumut Dorong Pembangunan Kanim Taput Dekat Bandara

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Midea Paling Ideal Hadir di Medan, Perkenalkan Elektronik Rumah Tangga Berbasis AI

Sumut | Selasa, 20 Oktober 2026 | 22:33 WIB

×