Roy Suryo Ungkap Kekecewaan: Merasa Bawa Jokowi ke Nasional, Kini Sesalkan Janji Mobil SMK

Budi Arista Romadhoni

Selasa, 15 Juli 2025 | 08:25 WIB
Roy Suryo Ungkap Kekecewaan: Merasa Bawa Jokowi ke Nasional, Kini Sesalkan Janji Mobil SMK
Kolase Roy Suryo dan Jokowi, mereka pernah bersama membangun mobil Esemka. [Istimewa]

Suara.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, kembali melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), khususnya terkait proyek mobil SMK. 

Dalam sebuah siniar di Forum Keadilan TV, Roy Suryo tak hanya mengungkap detail di balik layar, tetapi juga secara terang-terangan menyampaikan kekecewaannya mendalam, merasa telah turut andil "membawa" Jokowi ke panggung nasional melalui momentum mobil SMK, namun berakhir dengan janji yang tak kunjung terealisasi.

Harapan Awal dan Peran Roy Suryo

Mantan politisi Partai Demokrat, Roy Suryo. [YouTube/Forum Keadilan TV]
Mantan politisi Partai Demokrat, Roy Suryo. [YouTube/Forum Keadilan TV]

Roy Suryo memulai ceritanya dengan mengenang masa-masa awal keterlibatannya dalam pengembangan SMK nasional sejak awal tahun 2000-an, khususnya di bidang teknologi informasi. 

"Keterlibatan saya dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) secara nasional sejak awal tahun 2000-an, khususnya dalam bidang TI," ungkap Roy Suryo, menggarisbawahi komitmennya pada pengembangan potensi anak bangsa.

Ia menjelaskan bagaimana program pembuatan prototipe mobil nasional melibatkan lima SMK sebagai proyek percontohan, dengan SMK 2 Solo menjadi yang paling menonjol berkat kolaborasi dengan Haji Sukiat dari Kiat Motor.

Puncak dari peran Roy Suryo adalah saat ia menyusun narasi pidato untuk peluncuran mobil SMK yang kemudian dibacakan oleh Jokowi. 

Narasi ini, menurut Roy, dirancang untuk menghubungkan sejarah otomotif Solo dengan mobil pertama di Indonesia, menciptakan aura kebanggaan nasional. 

"Saya membuat narasi pidato untuk peluncuran mobil SMK yang dibacakan oleh Jokowi," jelasnya, merujuk pada momen yang ia yakini mengangkat nama Jokowi lebih luas. 

baca juga

Tak hanya itu, ia juga meluruskan bahwa dirinyalah yang menyopiri mobil SMK dari Solo ke Jakarta bersama FX Rudi, bukan Jokowi, sebuah detail yang menurutnya penting untuk diketahui publik. 

"Roy Suryo mengklarifikasi bahwa dirinyalah yang menyopiri mobil SMK dari Solo ke Jakarta bersama FX Rudi, bukan Jokowi," tegasnya.

Kekecewaan Mendalam: "SMK Hanya Tunggangan Politik"

Presiden Jokowi saat mengenalkan mobil ESEMKA (X)
Presiden Jokowi saat mengenalkan mobil ESEMKA (X)

Namun, harapan besar itu lambat laun berubah menjadi kekecewaan. Roy Suryo merasa proyek mobil SMK, yang seharusnya menjadi tonggak kemajuan pendidikan vokasi dan industri otomotif nasional, hanya dijadikan alat untuk kepentingan politik semata. 

"Roy Suryo menilai bahwa SMK hanya dijadikan tunggangan oleh Jokowi untuk menaikkan popularitasnya dari Solo ke tingkat nasional," ungkapnya dengan nada kecewa.

Setelah mobil SMK diluncurkan dan nama Jokowi semakin dikenal luas, tidak ada tindak lanjut yang jelas mengenai pengembangan SMK. 

Janji-janji yang diucapkan seolah menguap begitu saja, meninggalkan kekecewaan mendalam, terutama bagi para siswa SMK yang telah menaruh harapan besar. 

"Setelah mobil SMK diluncurkan dan Jokowi semakin terkenal, tidak ada tindak lanjut yang jelas mengenai pengembangan SMK, yang mengecewakan banyak pihak, terutama siswa-siswa SMK," ujarnya.

Kritik Roy Suryo semakin tajam ketika ia menyoroti pendirian pabrik SMK di Boyolali. Menurutnya, pabrik tersebut tidak sesuai dengan semangat pengembangan produk dalam negeri. 

"Roy Suryo mengkritik pendirian pabrik SMK di Boyolali yang menurutnya hanya mendatangkan mobil dari China dan mengganti logonya, tanpa melibatkan anak bangsa secara signifikan," kata Roy Suryo. 

Dari sinilah, ia mulai merasakan ada yang "berbahaya" dari karakter Jokowi. Roy Suryo mulai merasa ada yang 'berbahaya' dari karakter Jokowi setelah melihat bagaimana SMK diperlakukan. 

Sindiran Wayang dan Pesan Kebenaran

Pakar telematika Roy Suryo. (Suara.com/Faqih)
Pakar telematika Roy Suryo. (Suara.com/Faqih)

Kekecewaan Roy Suryo bahkan terwujud dalam bentuk sindiran melalui pertunjukan wayang kulit dengan lakon "Petruk Jadi Ratu" yang didalangi oleh Ki Manteb Sudarsono. 

Lakon ini, menurut Roy, menggambarkan sosok yang awalnya dicintai rakyat namun berubah menjadi zalim setelah berkuasa, sebuah analogi yang jelas diarahkan pada kepemimpinan Jokowi. 

"Lakon ini menggambarkan sosok Petruk yang awalnya dicintai rakyat namun berubah menjadi zalim dan bengis setelah menjadi raja," jelasnya.

Meski begitu, Roy Suryo menegaskan bahwa tidak ada kebencian pribadi terhadap Jokowi. 

Ia merasa bertanggung jawab untuk mengungkapkan kebenaran demi kepentingan publik. 

Roy Suryo menyatakan tidak ada kebencian pribadi terhadap Jokowi, namun ia merasa perlu membongkar hal-hal yang dianggapnya tidak benar demi kepentingan publik. Baginya, kritik ini adalah bagian dari upaya menjaga kejujuran dan integritas dalam bernegara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Roy Suryo Bongkar Habis Proyek Mobil SMK Jokowi: Janji Palsu dan Tunggangan Politik?

Roy Suryo Bongkar Habis Proyek Mobil SMK Jokowi: Janji Palsu dan Tunggangan Politik?

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 06:51 WIB

Merasa Reputasinya Dijatuhkan, Jokowi Dinilai Sudah Petakan Dalang Utamanya

Merasa Reputasinya Dijatuhkan, Jokowi Dinilai Sudah Petakan Dalang Utamanya

News | Senin, 14 Juli 2025 | 21:31 WIB

Rocky Gerung Sebut Jokowi Kecanduan Kamera Hingga Alami Psikosomatik

Rocky Gerung Sebut Jokowi Kecanduan Kamera Hingga Alami Psikosomatik

News | Senin, 14 Juli 2025 | 21:19 WIB

Terkini

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

17 September 2026 Weton Kamis Pahing, Apa Keistimewaannya?

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 07:07 WIB

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Ulasan Film Khadam: Sajian Horor Lintas Negara dengan Sensasi Atmosferik!

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

1.276 SPPG Di-Suspend, 654 Lainnya Terancam Tutup Permanen: Ada Apa dengan Dapur MBG?

News | Kamis, 17 September 2026 | 07:00 WIB

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

×