Sindikat Penjual Bayi ke Singapura Diungkap Polda Jabar, Pelaku 'Pesan' Korban Sejak Dalam Kandungan

Hairul Alwan

Rabu, 16 Juli 2025 | 00:03 WIB
Sindikat Penjual Bayi ke Singapura Diungkap Polda Jabar, Pelaku 'Pesan' Korban Sejak Dalam Kandungan
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Surawan saat memberikan keterangan di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Selasa 15 Juli 2025. [ANTARA/Rubby Jovan]

Suara.com - Polda Jabar membongkar modus operandi mengerikan sindikat penjual bayi ke Singapura. Tak hanya menculik, sindikat ini beroperasi layaknya pabrik dengan sistem 'pesan' sejak bayi masih dalam kandungan, lengkap dengan perekrut, perawat, hingga pembuat dokumen palsu.

Sedikitnya 24 bayi dari Jawa Barat (Jabar) telah menjadi korban sindikat penjual bayi itu. Pengungkapan kasus sindikat jual beli bayi oleh Polda Jawa Barat membuka tabir modus operandi yang sangat terorganisir dan mengerikan.

Tak sekadar menculik, sindikat penjual bayi ini beroperasi layaknya sebuah 'pabrik' manusia yang sudah menargetkan dan 'memesan' bayi bahkan sejak korban masih berada di dalam kandungan.

Dengan jaringan yang rapi, sedikitnya 24 bayi dari Jawa Barat telah menjadi korban untuk dijual ke Singapura.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat terus mendalami kasus perdagangan manusia yang berawal dari pengembangan kasus penculikan anak di Kota Bandung.

Dari penangkapan 12 tersangka, terungkap sebuah jaringan kejahatan yang sistematis dengan peran yang berbeda-beda, mulai dari hulu hingga hilir.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar, Kombes Pol Surawan, menjelaskan bahwa sindikat ini tidak bekerja secara acak.

Mereka memiliki sistem yang sangat terstruktur untuk memastikan pasokan bayi tetap berjalan. Yang paling mengejutkan adalah praktik pemesanan yang dilakukan jauh sebelum bayi lahir.

“Bahkan penjualan sampai sebelum lahir, yaitu dari kandungan kemudian ada penampungnya, dan juga ada pembuat surat-suratnya, dan juga pengirim,” kata Surawan di Bandung, Selasa.

baca juga

Struktur sindikat ini dibagi menjadi beberapa lapis. Ada tim yang bertugas sebagai perekrut awal, yang mendekati calon ibu atau orang tua dalam kondisi rentan.

Setelah 'kesepakatan' tercapai, ada pihak lain yang berperan sebagai perawat atau penampung bayi setelah dilahirkan.

Untuk memuluskan perjalanan lintas negara, sindikat ini juga memiliki unit khusus pembuat dokumen palsu, hingga kurir yang bertugas mengirim bayi ke titik transit sebelum ke tujuan akhir.

Skala operasi sindikat ini pun tidak main-main. Menurut keterangan para tersangka, praktik biadab ini telah berjalan cukup lama. “Mereka sudah beroperasi sejak tahun 2023,” kata Surawan.

Selama periode tersebut, sindikat ini telah berhasil memperdagangkan puluhan nyawa tak berdosa. “Kami mendapatkan keterangan bahwa tersangka sudah pernah mengambil sebanyak 24 bayi,” ungkapnya.

Bayi-bayi malang tersebut mayoritas berasal dari berbagai wilayah di Jawa Barat.

Mereka kemudian dikumpulkan dan dirawat di sebuah lokasi di Bandung, sebelum diberangkatkan melalui rute berlapis: Jakarta, lalu ke Pontianak, Kalimantan Barat, sebagai pintu keluar terakhir menuju Singapura.

Di negara tujuan, bayi-bayi ini dijual dengan harga antara Rp11 juta hingga Rp16 juta per bayi.

"Ya keterangan dari tersangka itu bayi-bayi itu dibawa di Singapura atau diadopsi oleh warga negara Singapura. Keterangan sementara seperti itu," kata Surawan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah berhasil menyelamatkan enam bayi, dengan rincian lima bayi ditemukan di Pontianak dan satu bayi lainnya di Tangerang.

“Seluruh bayi tersebut saat ini berada di bawah penanganan Polda Jabar dan akan kita titipkan di Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk cek kesehatan," katanya.

Mengingat jaringan ini bersifat lintas negara, Polda Jabar menyatakan tidak akan berhenti di sini.

Mereka akan menggandeng pihak internasional untuk menelusuri nasib bayi-bayi lain yang diduga sudah terlanjur dikirim ke Singapura.

“Saat ini kita masih pengembangan terkait dengan bayi-bayi yang ada di Singapura. Nanti kita akan bekerja bersama dengan Interpol,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jaringan Iblis Terbongkar: 8 Fakta Mengerikan Sindikat Penjual Bayi dari Jabar ke Singapura

Jaringan Iblis Terbongkar: 8 Fakta Mengerikan Sindikat Penjual Bayi dari Jabar ke Singapura

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 22:24 WIB

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Masih Tinggi, Jauh dari Target SDGs

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Masih Tinggi, Jauh dari Target SDGs

Health | Selasa, 15 Juli 2025 | 22:17 WIB

Bayi dari Jabar yang Dijual ke Singapura Lebih Murah dari iPhone 12

Bayi dari Jabar yang Dijual ke Singapura Lebih Murah dari iPhone 12

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 21:44 WIB

Lisa Mariana Tak Berkutik di Polda Jabar: 7 Fakta Terbongkarnya Skandal Video Syur Dirinya

Lisa Mariana Tak Berkutik di Polda Jabar: 7 Fakta Terbongkarnya Skandal Video Syur Dirinya

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 21:40 WIB

Dihargai Rp 11 Juta, 24 Bayi Asal Jabar Dijual ke Singapura, Diincar Sejak Dalam Kandungan?

Dihargai Rp 11 Juta, 24 Bayi Asal Jabar Dijual ke Singapura, Diincar Sejak Dalam Kandungan?

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 16:27 WIB

Respons Dedi Mulyadi Dapat Laporan Bayi Meninggal di RSUD Linggajati

Respons Dedi Mulyadi Dapat Laporan Bayi Meninggal di RSUD Linggajati

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 14:27 WIB

Terkini

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Ramalan Zodiak Paling Beruntung 3 November 2026, Siap Panen Hoki Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 08:55 WIB

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026 Berkat Inovasi Transformasi Digital

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 08:52 WIB

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Anime Charisma Tayang Januari 2027, Kisah 7 Penghuni dengan Karisma Berbeda

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:50 WIB

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

Nama Ahmad Dhani Muncul di Sidang Korupsi Bea Cukai, KPK Buka Peluang Hadirkan sebagai Saksi!

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:49 WIB

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Lahar Hujan Semeru Terjang Permukiman, Tiga Rumah Rusak dan 117 KK Terisolasi

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 08:30 WIB

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

Video Petugas Tegur Penumpang Viral, MRT Beberkan Alasan Larang Makan dan Minum di Kereta

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:28 WIB

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Review Unlocked: Satu Ponsel Hilang, Seluruh Kehidupan Berubah Jadi Teror

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Perpanjang SIM Berapa Hari Sebelum Habis? Ini Ketentuannya agar Tidak Terlambat

Otomotif | Selasa, 03 November 2026 | 08:20 WIB

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

Tabrak Warga hingga 6 Tewas! Sopir Truk Molen di Bekasi Jadi Tersangka Terancam 6 Tahun Bui

News | Selasa, 03 November 2026 | 08:15 WIB

Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi

Kisah Cinta Putri Mangkunegaran dan Bos Rosalia Indah: Sempat Putus 10 Tahun, Kini Bersemi Lagi

Surakarta | Selasa, 03 November 2026 | 08:11 WIB

×