Adu Pendidikan dr Tifa dan Jokowi, Ijazahnya Asli atau Palsu?

M Nurhadi | Suara.com

Rabu, 16 Juli 2025 | 07:40 WIB
Adu Pendidikan dr Tifa dan Jokowi, Ijazahnya Asli atau Palsu?
Kolase Foto Dokter Tifa dan Jokowi [Ist]

Suara.com - Nama Tifauzia Tyassuma alias dokter Tifa banyak dikenal ketika publik membicarakan dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Polemik ijazah palsu Jokowi ini memang sudah mencuat ke publik sejak setahun belakangan. Jokowi kabarnya tak benar – benar lulus dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) walaupun foto lembar ijazahnya gampang ditemukan di internet. Ijazah yang tersebar di dunia maya itu diduga palsu. Dokter Tifa selama ini termasuk orang yang giat bersuara tentang dugaan ijazah palsu Jokowi. Lantas, jika dibandingkan, bagaimana soal pendidikan dr Tifa vs Jokowi?

Melansir sejumlah sumber, dokter Tifa diketahui merupakan lulusan S-1 Kedokteran di UGM. Dia kemudian melanjutkan pendidikan di kampus yang sama dengan jurusan Magister Ilmu Kedokteran Klinis dan lulus sekitar tahun 2007 – 2009. Terakhir, dr. Tifa dikabarkan mengambil studi doktor di bidang Epidemiologi Molekular di Universitas Indonesia. Beberapa menyebut status mahasiswanya non-aktif, namun ada juga yang menyatakan dirinya telah lulus dari program ini. Namun demikian, tak ada pernyataan resmi terkait riwayat pendidikan dr. Tifa.

Terkait polemik dugaan ijazah palsu Jokowi, dr. Tifa kini telah dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat pada April lalu oleh organisasi masyarakat Pemuda Patriot Nusantara bersama Relawan Jokowi. Pelaporan tersebut juga menyeret nama – nama yang menduga ijazah Jokowi benar – benar palsu yakni  Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan Rizal Fadillah.

Dokter Tifa Sebut Jokowi Idap Autoimun Agresif

Dokter Tifa juga mengomentari kondisi Jokowi yang belakangan diketahui kurang sehat. Dalam unggahannya di X (dulu Twitter), perempaun yang selama ini ikut menyebut ijazah Jokowi palsu itu menyebut soal penyakit autoimun agresif. "Ini adalah assessment dari seorang Dokter atas pertanyaan para netizen," ujar dokter Tifa.

Dalam cuitannya, dokter Tifa juga mengaku mengkhawatirkan kesehatan Jokowi meski berseberangan pandangan. "Padahal bukan maksud saya untuk menjadi lawan beliau atau apa. Yang saya lakukan adalah menegakkan kebenaran soal ijazah, kalau dengan itu beliau tersinggung dan memusuhi saya ya kita lihat saja bagaimana kebenaran itu akan membela dirinya sendiri," ujarnya.

Lebih lanjut dokter Tifa memberikan penjelasan terkait penyakit autoimun agresif. Dia menyebut perjalanan penyakit itu kurang dari enam bulan menuju terminal stage.

Gejala dari penyakit autoimun agresif menurut dokter Tifa adalah perubahan kulit yang agresif, gatal luarbiasa, sarkopenia atau otor mengecil dengan cepat menimbulkan kelemahan dan kehilangan berat badan , kerusakan organ-organ agresif terutama ginjal dan sistem imun, antara lain Lupus Nephritis grade IV-V, Rapid Progressive Glomerulonephritis (RPGN), Scleroderma Renal Crisis, yang bisa merusak ginjal dalam hitungan minggu hingga bulan.

"Sebagai dokter dan sesama manusia, saya khawatir terhadap kesehatan beliau," katanya.

Dia menyebut, ketika kondisi autoimun sangat agresif, dan menyerang organ-organ dengan cepat terutama ginjal, maka CAPD sama sekali tidak mendukung. Dia pun menyarankan, lebih baik segera rawat intensif ke rumah sakit terbaik di dunia, mungkin di China. "Karena Pak JW (Jokowi) masih ada hubungan darah dengan China jadi bisa relate kalau butuh donor darah atau donor ginjal," kata dokter Tifa.

Pada Sabtu (21/6/2025) kemarin, sejumlah warga berdatangan ke rumah Jokowi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo untuk merayakan ulang tahun ke-64 Presiden ke-7 RI itu.

Kedatangan warga adalah untuk ikut memeriahkan acara tasyakuran ultah Jokowi. Sementara Jokowi tak banyak berbicara di kesempatan tersebut. Ia hanya mengucapkan terima kasih atas kehadiran warga.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger! Politisi PDIP Blak-blakan, Yakin Ijazah Jokowi Diproduksi di Pasar Pramuka

Geger! Politisi PDIP Blak-blakan, Yakin Ijazah Jokowi Diproduksi di Pasar Pramuka

News | Rabu, 16 Juli 2025 | 06:41 WIB

Sindiran Anies soal Absennya Presiden di Sidang PBB, Pengamat: Itu Jelas Ditujukan ke Jokowi

Sindiran Anies soal Absennya Presiden di Sidang PBB, Pengamat: Itu Jelas Ditujukan ke Jokowi

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 20:57 WIB

'Tumben Jokowi Mulai Khawatir', Pakar Baca Sinyal: Waktunya Tiru SBY Pensiun dari Politik

'Tumben Jokowi Mulai Khawatir', Pakar Baca Sinyal: Waktunya Tiru SBY Pensiun dari Politik

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 19:52 WIB

Jokowi Tuding Ada Agenda Besar, Aria Bima PDIP: Rakyat Jangan Diajak Mikir Hal-hal Nggak Perlu

Jokowi Tuding Ada Agenda Besar, Aria Bima PDIP: Rakyat Jangan Diajak Mikir Hal-hal Nggak Perlu

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 19:15 WIB

Dokter Tifa Ketemu Beathor Suryadi: Otak Pemalsu Ijazah dan Pembakar Pasar Pramuka Terungkap?

Dokter Tifa Ketemu Beathor Suryadi: Otak Pemalsu Ijazah dan Pembakar Pasar Pramuka Terungkap?

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 18:28 WIB

Tak Gentar Dipolisikan, Beathor Suryadi: Saya Yakin 101 Persen Ijazah Jokowi Dibuat di Pasar Pramuka

Tak Gentar Dipolisikan, Beathor Suryadi: Saya Yakin 101 Persen Ijazah Jokowi Dibuat di Pasar Pramuka

News | Selasa, 15 Juli 2025 | 18:18 WIB

Terkini

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:30 WIB

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:27 WIB

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:13 WIB

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:00 WIB

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:59 WIB

Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia

Kasus Tragis di Kediri, Nenek Diduga Aniaya Cucu hingga Meninggal Dunia

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:54 WIB

Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru

Tambahan 24 Pesawat Tempur Rafale Masih Dikaji, Kemhan Pastikan Belum Ada Kontrak Baru

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:43 WIB