Bunuh Diri Pakai Lakban? Penjelasan Kriminolog soal Kematian Arya Daru Bikin Merinding

Ferry Noviandi

Rabu, 30 Juli 2025 | 20:11 WIB
Bunuh Diri Pakai Lakban? Penjelasan Kriminolog soal Kematian Arya Daru Bikin Merinding
Penjelasan kriminolog soal kematian Arya Daru Pangayunan yang kemungkinan benar karena bunuh diri, cukup mengejutkan. [Instagram]

Suara.com - Kriminolog M Ridha Intifadha memberikan penjelasan rinci mengenai metode bunuh diri yang diduga digunakan oleh diplomat Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan.

Kembali pada 8 Juli 2025, publik digegerkan oleh Arya yang ditemukan meninggal dunia dengan kondisi wajah terbalut lakban.

Penjelasan Ridha muncul di tengah keraguan publik terhadap kesimpulan pihak kepolisian yang menyatakan bahwa Arya Daru meninggal karena bunuh diri melalui metode asfiksia atau kekurangan oksigen.

Dalam pernyataannya pada 29 Juli 2025, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menyebutkan bahwa hasil autopsi menunjukkan penyebab kematian adalah gangguan pernapasan akibat tertutupnya saluran napas bagian atas.

Sidik jari pada lakban yang membalut wajah korban hanya mengandung jejak milik Arya Daru, tanpa keterlibatan pihak lain. Namun, narasi ini tetap memunculkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ridha menjelaskan bahwa metode yang digunakan Arya tergolong sebagai plastic bag asphyxia.

Dalam metode ini, kepala korban dimasukkan ke dalam kantong plastik yang kemudian diikat di leher menggunakan alat seperti cable ties atau lakban.

Meskipun terdengar tidak umum, metode ini pernah tercatat dalam berbagai jurnal ilmiah sebagai salah satu cara yang digunakan untuk bunuh diri.

"Metode ini memang jarang, tapi bukan berarti mustahil. Banyak kasus bunuh diri yang menggunakan kantong plastik dan alat pengikat sederhana karena dianggap murah, mudah, dan tidak menimbulkan luka terbuka yang mencolok," kata Ridha dalam utas X miliknya.

baca juga

Dia juga menambahkan bahwa dalam banyak kasus bunuh diri, korban sering kali menggabungkan metode mekanik dengan penggunaan obat-obatan untuk memastikan kematian yang lebih cepat atau minim rasa sakit.

Kenapa Netizen Masih Tak Percaya Arya Daru Bunuh Diri? (instagram)
Penjelasan kepolisian bahwa kematian Arya Daru karena bunuh diri, masih diragukan masyarakat. (instagram)

Hal ini juga disebut dalam laporan beberapa media yang mengangkat adanya penggunaan obat penghilang nyeri dan penenang dalam kasus Arya Daru.

Mengacu pada hasil uji histopatologi yang dilakukan tim dokter RSCM, ditemukan gambaran khas dari kekurangan oksigen akut.

Hasil ini memperkuat dugaan bahwa asfiksia merupakan penyebab kematian utama, sesuai dengan cara kerja metode plastic bag asphyxia yang dijelaskan Ridha.

"Sebanyak seperempat dari korban dalam jurnal yang saya baca melakukan tindakan tambahan, seperti penggunaan obat, untuk memastikan proses kematian berjalan sesuai rencana," imbuhnya.

Obat-obatan tersebut memberikan efek kantuk atau pereda nyeri, yang bisa membuat tubuh korban lebih "tenang" menghadapi proses kekurangan oksigen tanpa melakukan perlawanan refleks berlebihan.

Meskipun demikian, tidak semua warganet bisa menerima penjelasan ini secara utuh.

Beberapa mempertanyakan logika dan waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan proses bunuh diri yang terkesan kompleks tersebut.

"Apakah realistis seseorang bisa melilit wajah dengan plastik lalu melakban sendiri begitu rapi hingga kehabisan napas?" tanya seorang pengguna media sosial.

Ridha merespons dengan menyatakan bahwa kompleksitas adalah hal yang relatif.

"Sesuatu yang terlihat rumit bagi sebagian orang, mungkin bisa dilakukan secara sistematis oleh orang lain, terutama jika dorongan bunuh diri sudah terbentuk sejak lama," ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa berdasarkan analisis digital forensik dan psikologi forensik, indikasi keinginan bunuh diri Arya sudah muncul sejak 2013.

Laporan tersebut memberikan gambaran kuat bahwa tindakan tersebut bukan hasil keputusan impulsif atau kejadian mendadak.

"Saya pun awalnya sulit menerima. Tapi setelah membaca laporan-laporan ilmiah dan forensik yang tersedia, saya memahami bahwa ini bukan sekadar opini. Ini hasil dari pendekatan multidisipliner yang ilmiah," ujar Ridha.

Meski penjelasan ini bersifat akademis dan berdasarkan bukti forensik, ruang diskusi tetap terbuka di masyarakat.

Keraguan sebagian pihak terhadap narasi resmi tetap ada, terutama karena metode yang digunakan tergolong tidak umum di Indonesia.

Namun, pendekatan ilmiah seperti yang disampaikan Ridha menjadi upaya penting untuk memberikan perspektif yang lebih dalam terhadap kasus kematian yang memancing banyak opini publik ini.

Kontributor : Chusnul Chotimah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Fakta Sosok Farah, Nama Misterius yang Buat Polisi 'Gelagapan' di Kasus Arya Daru

5 Fakta Sosok Farah, Nama Misterius yang Buat Polisi 'Gelagapan' di Kasus Arya Daru

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 19:43 WIB

Serupa Arya Daru, Di Italia Pria Tewas dengan Wajah Terlilit Lakban di dalam Mobil

Serupa Arya Daru, Di Italia Pria Tewas dengan Wajah Terlilit Lakban di dalam Mobil

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 19:36 WIB

Hanya Satu Cara Ini yang Bisa Membuktikan Arya Daru Diplomat Kemlu Bunuh Diri atau Dibunuh

Hanya Satu Cara Ini yang Bisa Membuktikan Arya Daru Diplomat Kemlu Bunuh Diri atau Dibunuh

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 19:33 WIB

Publik Tak Terima Arya Daru Bunuh Diri, Pakar Bongkar Kejanggalan Lakban

Publik Tak Terima Arya Daru Bunuh Diri, Pakar Bongkar Kejanggalan Lakban

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 19:22 WIB

Kematian Diplomat Arya Daru Tuai Sorotan, Penyebabnya Gegara Bunuh Diri Baru Kesimpulan Awal Polisi?

Kematian Diplomat Arya Daru Tuai Sorotan, Penyebabnya Gegara Bunuh Diri Baru Kesimpulan Awal Polisi?

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 19:19 WIB

'Jangan Tutup Kasus Ini', Parlemen Turun Tangan Minta Polri Bongkar Ulang Misteri Kematian Arya Daru

'Jangan Tutup Kasus Ini', Parlemen Turun Tangan Minta Polri Bongkar Ulang Misteri Kematian Arya Daru

News | Rabu, 30 Juli 2025 | 19:12 WIB

Terkini

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Harga Pangan Awal November: Cabai dan Daging Ayam Kompak Turun, Beras Naik

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 12:02 WIB

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Review Buku The Hate U Give: Suara Saksi Seseorang yang Tak Mau Diam

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 12:00 WIB

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

×