Hotman Paris Ragu Arya Daru Benar Bunuh Diri: Kok Bisa Selotipnya Lebih Rapi dari Tukang Paket?

Yohanes Endra, Adiyoga Priyambodo

Jum'at, 01 Agustus 2025 | 19:45 WIB
Hotman Paris Ragu Arya Daru Benar Bunuh Diri: Kok Bisa Selotipnya Lebih Rapi dari Tukang Paket?
Hotman Paris Ragu Arya Daru Benar Bunuh Diri: Kok Bisa Selotipnya Lebih Rapi dari Tukang Paket. [Instagram]

Suara.com - Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea menyoroti sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian seorang diplomat muda dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Arya Daru Pangayunan.

Meski polisi telah menyimpulkan tidak ada unsur pidana, Hotman tetap merasa ada beberapa hal yang tidak masuk akal, terutama terkait kondisi jenazah saat ditemukan.

Dalam program "Hotroom" di Metro TV, pengacara berusia 65 tahun itu secara terbuka mempertanyakan bagaimana mungkin seseorang yang berniat bunuh diri bisa memasang selotip di wajahnya dengan begitu rapi.

Hotman Paris kemudian menunjukkan sebuah gulungan selotip berwarna gelap untuk menggambarkan keraguannya.

Ia mempraktikkan bagaimana selotip itu harus dipasang melingkari kepala hingga menutupi hidung dan mulut, sebuah tindakan yang menurutnya sangat sulit dilakukan sendiri, apalagi dalam kondisi panik karena kehabisan napas.

Staf Kemlu Arya Daru Pangayunan.
Staf Kemlu Arya Daru Pangayunan.

"Pertanyaannya, kalau bukan karena peristiwa tindak pidana, kok bisa wajahnya dilakban begitu rapi, ya? Dilakban begitu rapi," tanyanya dengan ekspresi heran.

Menurut logikanya, saat seseorang mulai kesulitan bernapas karena hidungnya tertutup, reaksi panik akan muncul dan membuatnya tidak mungkin melanjutkan melakban bagian wajah lainnya dengan sempurna hingga ke leher.

"Bukankah pada saat dia mulai melakban dari atas, begitu sampai di hidung, dia sudah nggak bisa bernapas?," lanjutnya.

Hotman Paris juga membandingkan hasil kerja tersebut dengan para profesional yang terbiasa melakukan pekerjaan serupa, seperti tukang paket. Ia menilai kerapian selotip pada wajah korban justru menimbulkan kecurigaan.

"Lagi pula, kalau orang melakban untuk bunuh diri, dilakban sendiri, kok bisa lakbannya lebih rapi dari tukang apa itu... tukang paket. Sangat rapi, sangat rapi," pungkasnya, menekankan adanya anomali dalam kasus tersebut.

Sebelum Hotman Paris, eks Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Ito Sumardi pun ikut mempertanyakan penetapan kematian Arya Daru Pangayunan sebagai tindakan bunuh diri.

Dalam salah satu podcast Deddy Corbuzier, Ito bahkan menyebut banyak kasus pembunuhan yang berpotensi salah diidentifikasi sebagai kasus bunuh diri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Barang Bukti Lakban Terlihat Masih Baru, Publik Makin Tak Percaya Arya Daru Bunuh Diri

Barang Bukti Lakban Terlihat Masih Baru, Publik Makin Tak Percaya Arya Daru Bunuh Diri

News | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 14:01 WIB

Tom Lembong Dapat Abolisi, Hotman Paris Langsung 'Todong' Prabowo dan Jaksa Agung

Tom Lembong Dapat Abolisi, Hotman Paris Langsung 'Todong' Prabowo dan Jaksa Agung

News | Jum'at, 01 Agustus 2025 | 13:19 WIB

Ziarah ke Makam Diplomat Kemenlu Arya Daru, Kerabat Sindir Pemerintah: Orang Jujur Musuh Berbahaya

Ziarah ke Makam Diplomat Kemenlu Arya Daru, Kerabat Sindir Pemerintah: Orang Jujur Musuh Berbahaya

Entertainment | Kamis, 31 Juli 2025 | 19:53 WIB

CCTV Kematian Diplomat Arya Daru Janggal, Pakar Bongkar 'Lubang Hitam' Bukti Digital Polisi

CCTV Kematian Diplomat Arya Daru Janggal, Pakar Bongkar 'Lubang Hitam' Bukti Digital Polisi

News | Kamis, 31 Juli 2025 | 19:09 WIB

Hotman Paris Menang! PPATK Buka Blokir Rekening Dormant Setelah Perjuangan Hotman 911

Hotman Paris Menang! PPATK Buka Blokir Rekening Dormant Setelah Perjuangan Hotman 911

Entertainment | Kamis, 31 Juli 2025 | 17:02 WIB

Terkini

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia, Masuk Kategori Tidak Sehat

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Kedua di Dunia, Masuk Kategori Tidak Sehat

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 07:00 WIB

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

PSI: Kunjungan Jokowi ke Daerah Bukan Safari Politik, Tapi Memenuhi Undangan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 22:35 WIB

1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak

1 Warga Tewas Akibat Gempa M6,7 di Sulawesi Tengah, 312 Jiwa Terdampak

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 22:19 WIB

Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?

Apakah 'Nyanyian' Sony Sonjaya Bisa Jadi Kunci Bongkar Akar Korupsi MBG?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:58 WIB

BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

BEM Bersatu Tuding Ada Sosok Eks Petinggi Militer di Balik Aksi Demo Mahasiswa Tolak MBG

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:44 WIB

Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?

Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 21:35 WIB

Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU

Gus Ipul: Prof Nasar Jadi Salah Satu Figur Kuat untuk Ketua Umum PBNU

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:58 WIB

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026

Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penyelesaian RAP Dana Otsus Tambahan & DTI Tahun 2026

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:50 WIB

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:17 WIB

BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi

BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:15 WIB