Analisis Tajam Tom Lembong: Begini Cara Mencintai Indonesia Meski Dikhianati Sistem yang Bobrok

Rabu, 06 Agustus 2025 | 20:33 WIB
Analisis Tajam Tom Lembong: Begini Cara Mencintai Indonesia Meski Dikhianati Sistem yang Bobrok
Terdakwa kasus dugaan korupsi impor gula Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong ditemani sang istri Ciska Wihardja menyapa awak media dan pendukungnya saat meninggalkan Lembaga Permasyarakatan (LP) Cipinang, Jakarta, Jumat (1/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong, menyajikan sebuah analisis tajam mengenai rasa cinta Tanah Air di tengah kekecewaan terhadap sistem pemerintahan.

Dalam perbincangan mendalam bersama ahli hukum tata negara Refly Harun, Tom Lembong mengurai cara untuk tetap memegang teguh nasionalisme meski merasa dikhianati oleh negara.

Pembahasan ini mengemuka saat Refly Harun menanyakan pandangan Tom Lembong tentang "Merah Putih" setelah melalui berbagai dinamika politik yang tajam, terutama pasca-Pilpres 2024. Alih-alih menjawab dengan sentimen pribadi, Co-captain Timnas AMIN ini justru menawarkan sebuah refleksi filosofis yang kuat.

Menurut Tom, kunci untuk menjaga kecintaan pada Indonesia adalah dengan membedakan secara tegas antara "bangsa" dan "negara" atau "sistem".

Baginya, kekecewaan terhadap aparat, kebijakan, atau carut-marutnya birokrasi tidak seharusnya melunturkan rasa cinta pada manusianya.

"Saya selalu percaya bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang paling baik di dunia, minimal paling baik hati," ujar Tom Lembong dalam kanal YouTube Refly Harun.

Tom Lembong dan Refly Harun di kanal YouTube-nya.
Tom Lembong dan Refly Harun di kanal YouTube-nya.

Kepercayaan ini, menurutnya, bukan isapan jempol belaka. Ia lantas menggunakan sebuah analogi kuat tentang seseorang yang merasakan ketidakadilan sistem hukum hingga harus mendekam di balik jeruji besi.

Alih-alih menjadi benci pada Indonesia, pengalaman pahit itu justru bisa mempertebal keyakinan akan kebaikan bangsa.

Tom Lembong menggambarkan bagaimana seseorang dalam posisi terzalimi justru akan dibanjiri dukungan moral dan kebaikan dari masyarakat luas.

Baca Juga: Hotman Paris Minta Prabowo Bebaskan 8 Importir Gula usai Tom Lembong, Reaksi Kejagung Mengejutkan

Mulai dari doa, pesan semangat di media sosial, surat, hingga kiriman makanan. Bahkan di dalam tahanan sekalipun, kebaikan dari sesama warga binaan dan petugas yang bersimpati akan terasa.

Pengalaman menerima kebaikan dari rakyat inilah yang menjadi jangkar. "Setelah sembilan bulan menerima banyak kebaikan... saya semakin yakin bahwa bangsa ini layak dicintai dan dilayani," katanya, menggambarkan perspektif orang yang mengalami situasi tersebut.

Analisis ini menjadi sebuah sentilan keras bagi publik dan elite politik. Tom seolah ingin mengatakan bahwa sumber masalah bukanlah pada karakter atau watak bangsa Indonesia, melainkan pada sistem dan segelintir oknum yang menggerogotinya.

Dengan memisahkan dua entitas ini, seseorang dapat terus menjadi kritikus paling vokal terhadap pemerintah, namun di saat yang sama tetap menjadi patriot paling setia bagi bangsanya.

Perspektif ini menawarkan cara pandang yang lebih dewasa dalam berpolitik: mengkritik negara adalah wujud cinta pada bangsa, sebuah upaya untuk memperbaiki rumah yang dicintai agar lebih layak huni bagi semua.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI