Soal Ijazah Palsu, Selamat Ginting: Jokowi Perlu Diperiksa Pakai Lie Detector dan Tes Kejiwaan

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 18 Agustus 2025 | 14:06 WIB
Soal Ijazah Palsu, Selamat Ginting: Jokowi Perlu Diperiksa Pakai Lie Detector dan Tes Kejiwaan
Ilustrasi ijazah Jokowi

Suara.com - Polemik lawas mengenai keabsahan ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih terus jadi gunjingan. Kali ini, Analis Politik dan Militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, mendorong isu ini keluar dari ranah administratif semata dan menempatkannya sebagai pertaruhan moral dan peradaban bangsa.

Menurut Ginting, persoalan ini bukan lagi sekadar soal pembuktian selembar kertas, melainkan telah menyentuh urat nadi kejujuran dan integritas kepemimpinan nasional.

Ia menilai, jika isu krusial ini terus dibiarkan mengambang tanpa penyelesaian yang transparan dan memuaskan publik, maka seluruh nilai moral yang diajarkan dalam sistem pendidikan Indonesia berisiko kehilangan esensinya.

Secara gamblang, ia menyuarakan kekhawatiran bahwa preseden ini dapat merusak fondasi pendidikan karakter bagi generasi mendatang.

“Kalau memang benar ijazah itu tidak perlu dipersoalkan, maka sebaiknya kurikulum tentang moral, akhlak, dan kejujuran di sekolah hingga universitas ditutup saja. Sebab, hal ini menyangkut peradaban bangsa untuk anak cucu kita,” ujar Selamat Ginting, seperti dikutip dari podcast Madilog, Jumat (15/8/2025).

Untuk mengakhiri segala spekulasi yang terus bergulir dan berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik yang semakin dalam, Ginting mengusulkan langkah-langkah yang terbilang ekstrem namun dianggapnya perlu.

Ia menyarankan agar Presiden Jokowi secara sukarela menempuh serangkaian uji forensik dan psikologis yang terbuka untuk publik.

Langkah ini, menurutnya, adalah satu-satunya cara untuk memberikan kepastian mutlak dan membungkam keraguan secara permanen.

Ia bahkan merujuk pada Undang-Undang Kesehatan Jiwa sebagai salah satu dasar untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan secara objektif.

“Kalau perlu, tes forensik, lie detector, dan pemeriksaan psikologis dilakukan secara terbuka agar publik mendapat kepastian,” tegasnya.

Lebih jauh, Ginting memperingatkan bahwa dampak dari ketidakjelasan ini tidak hanya akan terasa di dalam negeri. Ia khawatir isu ini dapat menjadi preseden buruk yang berpotensi meluas hingga ke panggung internasional, merusak citra dan kredibilitas Indonesia.

Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, Selamat Ginting telah menegaskan bahwa kasus ini harus dikawal secara serius oleh seluruh elemen masyarakat.

Ia bahkan mengaitkan penyelesaian kasus dugaan ijazah palsu ini dengan konsekuensi politik yang sangat serius, termasuk kemungkinan pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka jika ditemukan adanya pelanggaran fundamental yang berkelindan dengan isu ini.

"Ikut mendorong penyelesaian kasus-kasus dugaan ijazah palsu dan juga pemakzulan terhadap Gibran," ujar Ginting saat hadir dalam podcast Abraham Samad, dikutip pada Jumat (1/8/2025).

Ginting secara tegas mengklasifikasikan polemik ini bukan sebagai pelanggaran administrasi biasa. Baginya, ini adalah dugaan kejahatan serius yang menyerang langsung jantung konstitusi negara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jengkel Ijazah Sahabatnya Dituding Palsu, Mustoha: Saya Tahu Persis Jokowi dari Kuliah hingga Wisuda

Jengkel Ijazah Sahabatnya Dituding Palsu, Mustoha: Saya Tahu Persis Jokowi dari Kuliah hingga Wisuda

News | Senin, 18 Agustus 2025 | 13:01 WIB

Momen Hangat Prabowo dengan Cucu Jokowi di Istana: Peluk Jan Ethes dan Cium La Lembah

Momen Hangat Prabowo dengan Cucu Jokowi di Istana: Peluk Jan Ethes dan Cium La Lembah

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 18:30 WIB

Dua Jempol SBY dan Sapaan Jokowi-Iriana di Momen Upacara Kemerdekaan di Istana

Dua Jempol SBY dan Sapaan Jokowi-Iriana di Momen Upacara Kemerdekaan di Istana

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 13:53 WIB

Megawati Pilih Partai daripada Istana di Hari Kemerdekaan

Megawati Pilih Partai daripada Istana di Hari Kemerdekaan

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 11:38 WIB

Panggung Istana Tanpa Megawati: SBY dan Jokowi Hadir di HUT ke-80 RI, Ketua Umum PDIP Pilih Absen

Panggung Istana Tanpa Megawati: SBY dan Jokowi Hadir di HUT ke-80 RI, Ketua Umum PDIP Pilih Absen

News | Minggu, 17 Agustus 2025 | 11:23 WIB

4 Makna Tersembunyi di Balik Dasi Biru Gibran yang Bikin Heboh di Sidang Tahunan MPR

4 Makna Tersembunyi di Balik Dasi Biru Gibran yang Bikin Heboh di Sidang Tahunan MPR

News | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 21:26 WIB

Era Jokowi Naik 8%, Era Prabowo Gaji PNS Masih Mandek

Era Jokowi Naik 8%, Era Prabowo Gaji PNS Masih Mandek

News | Sabtu, 16 Agustus 2025 | 16:00 WIB

Terkini

Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:43 WIB

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

Bagi Masyarakat Adat Malaumkarta, Egek Jadi Ritual Menjaga Laut dari Ancaman Eksploitasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:28 WIB

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

Aturan Pilah Sampah DKI Dikritik, Mengapa Beban Lebih Banyak ke Warga?

News | Senin, 18 Mei 2026 | 11:11 WIB

Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV

Pramono Anung Pasang Mata di Seluruh Jakarta, Tawuran dan Kriminalitas Diburu CCTV

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:57 WIB

Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan

Batal Diperiksa Hari Ini untuk Kasus Haji, Muhadjir Effendy Minta KPK Tunda Jadwal Pemeriksaan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:57 WIB

DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat

DPR Sebut Pernyataan Prabowo soal 'Rakyat di Desa Tak Pakai Dolar' untuk Menenangkan Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:44 WIB

Prabowo Serahkan Alpalhankam Generasi Baru ke TNI AU: Ada Jet Tempur Rafale hingga Radar Canggih

Prabowo Serahkan Alpalhankam Generasi Baru ke TNI AU: Ada Jet Tempur Rafale hingga Radar Canggih

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:33 WIB

Isu Kompor hingga Sepatu Sekolah Rakyat Digoreng, Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos

Isu Kompor hingga Sepatu Sekolah Rakyat Digoreng, Gus Ipul: Kemensos Babak Belur di Medsos

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:31 WIB

Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'

Gus Ipul Ingatkan Pegawai Kemensos: Korupsi Besar Berawal dari 'Ah, Ini Biasa'

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:03 WIB

Senin Pagi di Jakarta Timur: Macet Parah Usai Libur Panjang, Kendaraan Cuma Melaju 10 Km/Jam

Senin Pagi di Jakarta Timur: Macet Parah Usai Libur Panjang, Kendaraan Cuma Melaju 10 Km/Jam

News | Senin, 18 Mei 2026 | 10:02 WIB