Wartawan Dianiaya saat Meliput Pabrik Nakal di Banten, IJTI Minta Aparat Tegas

Liberty Jemadu | Muhammad Yasir | Suara.com

Kamis, 21 Agustus 2025 | 21:41 WIB
Wartawan Dianiaya saat Meliput Pabrik Nakal di Banten, IJTI Minta Aparat Tegas
Sejumlah wartawan dianiaya dan bahkan disandera sejumlah orang saat meliput pabrik nakal PT Genesis Regeneration Smelting di Serang, Banten. Polisi diduga terlibat dalam aksi kekerasan. Foto: Ilustrasi: Unjuk rasa kebebasan pers. (Antara)

Suara.com - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Banten mengecam keras aksi kekerasan, intimidasi, dan pengeroyokan terhadap sepuluh wartawan saat meliput kegiatan resmi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di kawasan PT Genesis Regeneration Smelting, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang, pada Kamis (21/8/2025).

Peristiwa bermula ketika para jurnalis yang hadir dengan undangan resmi KLH mencoba memasuki area pabrik PT Genesis Regeneration Smelting. Pabrik itu telah disanksi KLH karena melakukan pencemaran lingkungan dan hendak ditutup.

Tapi saat sedang meliput, para jurnalis malah dikeroyok, dianiaya dan bahkan disandera sejumlah orang. Ada indikasi, oknum polisi terlibat dalam penyerangan terhadap wartawan.

Hendi, jurnalis Jawa Pos TV, mengaku sempat menjadi sasaran intimidasi dan penyanderaan sebelum berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan rekan-rekannya. Sementara itu, Rifki, wartawan Tribun Banten, mengalami pemukulan brutal hingga harus dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan medis dan visum sebagai bukti laporan ke kepolisian.

Ketua IJTI Banten, Adhi Mazda menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pembungkaman pers sekaligus serangan terhadap kebebasan berekspresi dan hak publik atas informasi.

“Pers adalah pilar demokrasi yang menjalankan fungsi kontrol sosial, memberi informasi akurat, sekaligus sarana edukasi. Jika wartawan justru disandera dan dipukul, maka bukan hanya insan pers yang dirugikan, melainkan juga masyarakat luas,” tegas Adhi. 

Adhi meminta kasus ini menjadi perhatian serius aparat hukum. Sekaligus mendesak aparat kepolisian segera menangkap para pelaku. 

“Negara tidak boleh kalah oleh arogansi sekelompok orang yang menghalangi tugas pers,” ujarnya.

Sementara Kabid Humas Polda Banten Kombes Didik Hariyanto menyebut kasus ini kekinian tengah ditangani oleh Polres Kabupaten Serang.

"Silakan ke Polres Serkab karena sudah ditangani di sana," singkat Didik saat dikonfirmasi Suara.com.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KLH Segel Pabrik Pengolahan Limbah di Kabupaten Serang

KLH Segel Pabrik Pengolahan Limbah di Kabupaten Serang

Foto | Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:17 WIB

PT IMIP Janji Manut Arahan Kementerian LH soal Perbaikan Lingkungan

PT IMIP Janji Manut Arahan Kementerian LH soal Perbaikan Lingkungan

News | Jum'at, 20 Juni 2025 | 07:21 WIB

Dua Pabrik Besi di Serang Disegel, Diduga Sumber Pencemaran Udara di Jakarta

Dua Pabrik Besi di Serang Disegel, Diduga Sumber Pencemaran Udara di Jakarta

Foto | Rabu, 11 Juni 2025 | 19:45 WIB

KLH Temukan Indikasi Pencemaran Lingkungan, Perusahaan Tambang Raja Ampat Berpeluang Dipidana

KLH Temukan Indikasi Pencemaran Lingkungan, Perusahaan Tambang Raja Ampat Berpeluang Dipidana

News | Minggu, 08 Juni 2025 | 20:54 WIB

Proyeknya Dijegal KLH, Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo Bilang Begini

Proyeknya Dijegal KLH, Emiten Milik Hary Tanoesoedibjo Bilang Begini

Bisnis | Senin, 10 Februari 2025 | 12:21 WIB

Terkini

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:42 WIB

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

Seskab Teddy Pastikan Indonesia Tidak Akan Tarik Pasukan dari UNIFIL

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:28 WIB

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

Lagi-lagi Singgung Iran, Ini Sesumbar Donald Trump Soal Pasokan Minyak

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:24 WIB

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

Kantor Kementerian PU Digeledah Kejati, Seskab Teddy: Silakan, Pemerintah Terbuka untuk Proses Hukum

News | Jum'at, 10 April 2026 | 21:21 WIB

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

Seskab Teddy: Presiden Prabowo Bakal ke Rusia Dalam Waktu Dekat

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:53 WIB

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

Pastikan Program Unggulan Presiden Berjalan, Mendagri Tinjau Program Perumahan Rakyat di Tomohon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:47 WIB

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

Seskab Teddy Bantah Isu Indonesia Bakal 'Chaos': Itu Narasi Keliru!

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:27 WIB

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

Diversifikasi Pasar Belum Optimal, Indonesia Rentan Terseret Dampak Konflik Timur Tengah

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:15 WIB

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

Seskab Teddy Sebut Ada Fenomena Inflasi Pengamat: Beri Data Keliru, Picu Kecemasan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 20:14 WIB

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

Kritik Wacana War Tiket Haji, Pakar UGM: Negara Seharusnya Beri Kesetaraan Bukan Ruang Kompetisi

News | Jum'at, 10 April 2026 | 19:29 WIB