Alarm buat Penguasa! Ray Rangkuti Sebut 'Masyarakat Berisik' Oposisi Paling Nyata Saat Ini

Budi Arista Romadhoni

Senin, 25 Agustus 2025 | 12:39 WIB
Alarm buat Penguasa! Ray Rangkuti Sebut 'Masyarakat Berisik' Oposisi Paling Nyata Saat Ini
Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025). Mereka menuntut Bupati Pati Sudewo agar mundur dari jabatannya karena dinilai arogan dan sejumlah kebijakannya tidak pro ke masyarakat. [ANTARA FOTO/Aji Styawan].

Suara.com - Kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) secara drastis menjadi bola liar yang memicu perlawanan sengit dari warganya.

Namun, perlawanan ini tidak terjadi di ruang sidang DPRD atau melalui demonstrasi konvensional, melainkan meledak di jagat media sosial.

Fenomena ini menjadi sorotan tajam pengamat politik Ray Rangkuti, yang melihatnya sebagai cermin dari kegagalan lembaga formal dan lahirnya kekuatan baru: oposisi independen yang digerakkan oleh masyarakat sipil.

Menurut Ray, ketika saluran aspirasi resmi seperti DPRD seolah tak berdaya atau lamban merespons, masyarakat kini memiliki arena perjuangannya sendiri.

Media sosial menjadi parlemen jalanan digital tempat keluhan, bukti, dan kemarahan kolektif terakumulasi hingga menjadi tekanan politik yang nyata bagi penguasa.

Dalam sebuah diskusi podcast, Ray Rangkuti menegaskan bahwa era digital telah mengubah lanskap politik perlawanan di tingkat akar rumput.

"Masyarakat sipil (civil society) menjadi oposisi independen yang gerakannya bisa terakumulasi dengan cepat berkat teknologi dan penyebaran informasi," ujar Ray Rangkuti dikutip dari Podcast Forum Keadilan TV di YouTube pada Senin (25/8/2025).

Apa yang terjadi di Pati adalah contoh sempurna dari teori ini.

Tangkapan layar video Pengamat Politik Ray Rangkuti di Podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]
Tangkapan layar video Pengamat Politik Ray Rangkuti di Podcast Forum Keadilan TV. [YouTube]

Kegelisahan yang awalnya bersifat personal, seperti tagihan PBB yang membengkak hingga ratusan persen, dengan cepat berubah menjadi gerakan komunal berkat unggahan yang viral di Facebook, Twitter, hingga grup-grup WhatsApp.

baca juga

Lebih jauh, Ray menyoroti sebuah adagium miris yang kini menjadi realitas di Indonesia: "No Viral, No Justice". Fenomena ini, menurutnya, adalah tamparan keras bagi institusi negara yang seharusnya proaktif melayani dan mendengar keluhan publik tanpa perlu menunggu kegaduhan viral.

"Fenomena ini menunjukkan bahwa lembaga-lembaga negara tidak bekerja secara optimal, sehingga masyarakat lebih mengandalkan media sosial untuk menyuarakan aspirasi," tambahnya.

Kasus PBB Pati membuktikan bahwa masyarakat tidak lagi pasif. Mereka sadar bahwa suara mereka, ketika disatukan di platform digital, memiliki kekuatan untuk memaksa pemerintah daerah meninjau ulang kebijakan yang dianggap blunder dan mencekik.

Gerakan ini menjadi pengawas eksternal yang efektif saat pengawas internal—dalam hal ini legislatif—dianggap mandul.

Untuk itu, Ray Rangkuti mendorong agar publik tidak pernah lelah untuk menyuarakan kejanggalan dan mengawal setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Ray Rangkuti mengajak masyarakat untuk terus bersuara dan menjadi 'masyarakat yang berisik' untuk mengawasi pemerintah. 

Gelombang protes digital dari warga Pati ini menegaskan sebuah pesan kuat: di era keterbukaan informasi, suara rakyat adalah kekuatan penyeimbang yang tak bisa lagi diremehkan atau diabaikan oleh para pembuat kebijakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Taktik Cerdas di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi, Ray Rangkuti: Prabowo Menikmati Keuntungan Politik

Taktik Cerdas di Balik Isu Ijazah Palsu Jokowi, Ray Rangkuti: Prabowo Menikmati Keuntungan Politik

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 12:06 WIB

Bahaya Orde Baru Jilid II? Pengamat Peringatkan Ancaman 'Politik Asal Bapak Senang' Era Prabowo

Bahaya Orde Baru Jilid II? Pengamat Peringatkan Ancaman 'Politik Asal Bapak Senang' Era Prabowo

News | Senin, 25 Agustus 2025 | 11:36 WIB

Sosok Husein Pati: Garang, Melempem, Dicurigai Disumpal Amplop, Kini Teler di Karaoke

Sosok Husein Pati: Garang, Melempem, Dicurigai Disumpal Amplop, Kini Teler di Karaoke

News | Kamis, 21 Agustus 2025 | 16:56 WIB

Terkini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

4 Shio Paling Beruntung 3 November 2026, Semua Urusan Lebih Mudah Mulai Hari Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:41 WIB

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Di Balik Drakor Pinocchio: Membeda Cermin Buram Industri Media Masa Kini

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 06:20 WIB

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Literasi Keuangan Penting di Era Digital, Bukan Sekadar Tahu Cara Mengelola Uang

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 06:08 WIB

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Ratas Ekonomi di Istana, PMI Manufaktur Indonesia Tembus Level 54,0

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 06:00 WIB

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

×