- Mangan (Mn): 5.5-7.5%
- Nitrogen (N): hingga 0.25%
- Karbon (C): hingga 0.15%
- Silikon (Si): hingga 1.0%
Dengan kandungan nikel yang lebih rendah, stainless steel 201 memiliki ketahanan korosi yang lebih rendah dibandingkan dengan stainless steel 304 atau 316.
Hal ini membuatnya lebih rentan terhadap korosi, terutama jika sering terpapar makanan asam atau garam.

Korosi yang terjadi dapat menyebabkan karat dan berpotensi mencemari makanan.
Dalam dunia industri, stainless steel yang direkomendasikan sebagai food grade adalah tipe 304 dan 316 karena ketahanan korosinya yang superior dan stabilitasnya.
Meskipun 201 secara umum dianggap aman untuk kontak dengan makanan, penggunaannya dalam skala besar dan berkelanjutan, terutama dengan berbagai jenis makanan yang memiliki kadar keasaman berbeda, memerlukan pengawasan ekstra untuk menghindari potensi kontaminasi.
Beberapa pihak bahkan menyebut 201 sebagai non food grade jika dibandingkan dengan 304.
Cara Mengetahui Produk Mengandung Stainless Steel 201
Tak ada kode khusus untuk mengetahui produk itu mengandung stainless steel 201, maka harus dilakukan beberapa tes sederhana.
Meskipun tidak ada tes tunggal yang 100% akurat tanpa peralatan laboratorium, ada beberapa metode yang bisa membantu mengidentifikasi karakteristiknya.
1. Uji Magnet
Tes ini adalah cara yang paling umum dan mudah. Stainless steel 201 bersifat magnetis atau memiliki daya tarik magnet yang lemah.
Ini berbeda dengan stainless steel 304 yang hampir non-magnetis.
2. Uji Asam
Teteskan sedikit asam nitrat (HNO) ke permukaan baja. Jika warnanya berubah menjadi kecoklatan, itu kemungkinan besar adalah stainless steel 201.
Sama seperti asam nitrat, Anda bisa menggunakan sedikit asam sulfur. Jika terjadi reaksi dengan perubahan warna, itu mengindikasikan bahwa baja tersebut bukan tipe 304.
3. Uji Elektrokemikal
Anda juga bisa menggunakan alat tes elektrokemikal. Alat ini biasanya digunakan untuk membedakan antara baja 201, 304, dan 316.
Meskipun lebih akurat, alat ini umumnya tidak tersedia untuk penggunaan pribadi.
4. Uji Spektrometer
Ini adalah cara paling akurat untuk mengidentifikasi stainless steel.
Alat ini akan memberikan komposisi kimia baja secara detail, termasuk kandungan nikel, mangan, dan kromium.
Alat ini biasanya digunakan di laboratorium atau pabrik.
Ada Kandungan Minyak Babi?
Berdasarkan laporan Indonesia Business Post, kandungan minyak babi dalam baki makanan yang diduga untuk MBG ini pada proses pembuatan.
Minyak babi dalam proses pembuatan baki makanan tipe 201 maupun 304 ini digunakan sebagai pelumas yang dicampurminyak mineral dan bahan aditif lainnya.
Fungsinya untuk mengurangi gesekan dan meningkatkan kinerja mesin selama fabrikasi baja tahan karat.
Kontributor : Tinwarotul Fatonah