Benarkah Matahari Jatuh di Aceh? Viral di Medsos dan Ini Fakta Sebenarnya!

Riki Chandra Suara.Com
Kamis, 04 September 2025 | 16:47 WIB
Benarkah Matahari Jatuh di Aceh? Viral di Medsos dan Ini Fakta Sebenarnya!
Ilustrasi gerhana matahari cincin (Pixabay.com/Drew Rae)

Suara.com - Video matahari jatuh di Aceh viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan fenomena langit berwarna merah di siang hari.

Banyak warganet mengira peristiwa itu sebagai tanda matahari jatuh. Namun, penjelasan ilmiah justru membantah klaim tersebut.

Guru Besar Fisika Teori IPB University, Husin Alatas, menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak mungkin terjadi. Menurutnya, klaim matahari jatuh di Aceh tidak benar secara sains.

"Matahari adalah bintang dengan volume 1,3 juta kali bumi dan radius 110 kali radius bumi. Jaraknya sekitar 150 juta kilometer dari bumi. Jadi, mustahil matahari jatuh ke bumi," jelas Husin, dikutip dari laman resmi IPB, Kamis (4/9/2025).

Lebih lanjut, Husin menjelaskan kondisi langit yang bisa mengeluarkan warna berbeda tergantung situasi atmosfer.

Langit biasanya tampak biru karena adanya hamburan cahaya molekul udara di atmosfer, yang dikenal dengan hamburan Rayleigh.

Dalam proses ini, cahaya biru dengan panjang gelombang kecil lebih banyak terhambur dibandingkan warna merah.

Hal ini membuat siang hari tampak biru, sementara saat matahari terbit atau tenggelam, cahaya merah dan jingga lebih dominan sehingga langit terlihat berwarna oranye.

Selain itu, ada pula hamburan Mie, yakni fenomena ketika partikel berukuran besar seperti aerosol atau droplet air menghalangi cahaya.

"Hamburan Mie menyebabkan cahaya terhambur merata untuk semua panjang gelombang. Inilah alasan awan terlihat putih, meskipun langit berwarna biru," jelasnya.

Menurut Husin, fenomena langit merah dalam video yang diklaim sebagai matahari jatuh di Aceh kemungkinan besar disebabkan oleh tingginya konsentrasi aerosol atau debu halus di atmosfer. Kondisi ini bisa terjadi karena polusi, asap kebakaran, atau debu vulkanik.

"Partikel-partikel ini dapat menyerap cahaya biru dan ungu serta lebih banyak memantulkan cahaya merah dan jingga. Kombinasi penyerapan selektif dan hamburan Mie membuat langit tampak merah meskipun matahari masih tinggi," ujarnya.

Fenomena serupa juga sempat terjadi di sejumlah wilayah Indonesia ketika kabut asap akibat kebakaran hutan melanda.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, kondisi langit berwarna merah bukanlah tanda matahari jatuh, melainkan dampak dari partikel yang mengubah persebaran cahaya di atmosfer.

Dengan demikian, klaim dalam video viral matahari jatuh di Aceh dipastikan tidak benar secara ilmiah. Fenomena tersebut lebih berkaitan dengan faktor atmosfer dan lingkungan, bukan pergerakan benda langit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI