Situasi Terkini Nepal: Militer Ambil Alih Kekuasaan, Bandara Ditutup, Demo Rusuh Tewaskan 20 Orang

Bangun Santoso

Rabu, 10 September 2025 | 11:33 WIB
Situasi Terkini Nepal: Militer Ambil Alih Kekuasaan, Bandara Ditutup, Demo Rusuh Tewaskan 20 Orang
Demo rusuh dan berdarah di Nepal. (Ist)
Baca 10 detik
  • Angkatan bersenjata Nepal secara resmi mengambil alih kendali negara
  • Perdana Menteri KP Sharma Oli terpaksa mengundurkan diri
  • Larangan media sosial yang diberlakukan oleh pemerintah menjadi pemicu

Suara.com - Nepal jatuh ke dalam krisis politik yang mencekam setelah militer secara efektif mengambil alih kekuasaan pada Selasa malam. Langkah dramatis ini menyusul aksi protes mematikan yang berlangsung selama dua hari, menewaskan sedikitnya 20 orang dan memaksa Perdana Menteri KP Sharma Oli beserta pemerintahannya untuk lengser dari jabatan.

Situasi di negara Himalaya itu kini sepenuhnya berada di bawah kendali angkatan bersenjata.

Laporan dari media lokal mengonfirmasi pengerahan pasukan secara masif di seluruh negeri untuk memulihkan ketertiban setelah kerusuhan meluas tak terkendali.

"Militer beroperasi di seluruh negeri," sebut media SetoPati.

Para tentara terlihat berpatroli di jalan-jalan utama, menegakkan hukum, dan menjaga properti publik yang menjadi sasaran amuk massa.

Dalam eskalasi kerusuhan sebelumnya, para pengunjuk rasa bahkan dilaporkan berhasil membebaskan sejumlah tahanan.

Di tengah ketidakpastian, seluruh bandara di Nepal dilaporkan ditutup total, mengisolasi negara itu dari dunia luar. Korban luka-luka akibat bentrokan diperkirakan telah mencapai angka 350 jiwa.

Sebelum pengambilalihan kekuasaan, komandan militer Jenderal Ashok Raj Singdel sempat mengeluarkan seruan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mengedepankan dialog guna menyelesaikan krisis.

Namun, seruan tersebut tampaknya tidak mampu meredam amarah publik yang sudah terlanjur memuncak.

baca juga

Kekosongan kekuasaan terjadi setelah Presiden Ramachandra Paudel secara resmi menerima surat pengunduran diri Perdana Menteri KP Sharma Oli.

Saat ini, Presiden Paudel tengah berupaya mempersiapkan pembentukan pemerintahan baru di tengah situasi darurat.

Pemicu utama dari gelombang protes massal ini adalah keputusan kontroversial PM Oli pada hari Senin untuk melarang semua platform media sosial.

Pemerintahannya menuntut agar perusahaan teknologi multinasional membuka kantor perwakilan resmi di Nepal, sebuah langkah yang dianggap sebagai bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi.

Kebijakan ini sontak menyulut kemarahan warga yang langsung turun ke jalan-jalan di ibu kota, Kathmandu.

Aksi protes dengan cepat berubah menjadi anarkis. Massa menyerbu gedung-gedung publik, kantor partai politik, hingga nekat memasuki dan membakar gedung parlemen.

Tingkat kemarahan publik semakin terlihat ketika para pengunjuk rasa juga membakar kediaman para pemimpin tinggi negara, termasuk Kantor Kepresidenan.

Meskipun pemerintah kemudian mengumumkan pencabutan larangan media sosial, langkah tersebut sudah terlambat untuk menenangkan situasi yang kadung memanas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Nepal: Gaya Hidup Mewah Pejabat Bikin Rakyat Marah, Rumah Menteri dan Presiden Dibakar

Geger Nepal: Gaya Hidup Mewah Pejabat Bikin Rakyat Marah, Rumah Menteri dan Presiden Dibakar

News | Rabu, 10 September 2025 | 10:56 WIB

Detik-detik Menkeu Nepal Kabur Ditendang di Jalanan Saat Demo Massa Gen Z yang Muak Korupsi

Detik-detik Menkeu Nepal Kabur Ditendang di Jalanan Saat Demo Massa Gen Z yang Muak Korupsi

News | Rabu, 10 September 2025 | 10:50 WIB

Mirip Indonesia? Demo Berdarah di Nepal karena Rakyat Muak Lihat Keluarga Pejabat Flexing

Mirip Indonesia? Demo Berdarah di Nepal karena Rakyat Muak Lihat Keluarga Pejabat Flexing

News | Rabu, 10 September 2025 | 10:28 WIB

Update Demo Berdarah di Nepal, Istri Eks Perdana Menteri Tewas Disiksa dan Terbakar Hidup-hidup

Update Demo Berdarah di Nepal, Istri Eks Perdana Menteri Tewas Disiksa dan Terbakar Hidup-hidup

News | Rabu, 10 September 2025 | 10:15 WIB

Nepal Membara: 5 Fakta Gokil Demo Gen Z yang Bikin PM Mundur Hingga Bakar Gedung Parlemen!

Nepal Membara: 5 Fakta Gokil Demo Gen Z yang Bikin PM Mundur Hingga Bakar Gedung Parlemen!

Your Say | Rabu, 10 September 2025 | 06:23 WIB

Krisis Politik Nepal Memanas, Militer Turun Tangan

Krisis Politik Nepal Memanas, Militer Turun Tangan

News | Selasa, 09 September 2025 | 21:42 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×