Sindir Gibran? Dosen IPB Kuliti Kampus Abal-abal Luar Negeri: Siapapun Diterima Asal Bayar

Bangun Santoso

Selasa, 30 September 2025 | 14:51 WIB
Sindir Gibran? Dosen IPB Kuliti Kampus Abal-abal Luar Negeri: Siapapun Diterima Asal Bayar
Ilustrasi kampus (www.pexels.com)
baca 10 detik
  • Dosen IPB Meilanie Buitenzorgy memperingatkan publik tentang keberadaan universitas "abal-abal" di luar negeri 
  • Ia membedakan standar masuk universitas top yang mensyaratkan ijazah setara kelas 12 SMA (A-Level) 
  • Secara tersirat, Meilanie mengkritik keras riwayat pendidikan seorang pejabat tinggi negara yang dianggapnya "inkonsisten dan ajaib"

Suara.com - Di tengah riuhnya perbincangan publik mengenai latar belakang pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, seorang akademisi muncul dengan analisis tajam. Dosen IPB University, Meilanie Buitenzorgy, secara terbuka memperingatkan masyarakat agar tidak silau dengan label "lulusan luar negeri", karena tidak semua institusi pendidikan di sana memiliki kualitas yang terjamin.

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, dikutip Selasa (30/9/2025), Meilanie membongkar adanya praktik universitas "abal-abal" yang lebih mementingkan keuntungan finansial daripada standar akademik. Pernyataannya ini sontak viral karena dinilai menyentil langsung polemik yang sedang hangat.

“Yang tidak dipahami oleh orang-orang yang tidak pernah sekolah di LN adalah ada banyak kampus abal-abal di luar negeri," tulis Meilanie di akun Facebook-nya.

Mengutip penjelasan dari Prof. Dr. Surya Mahdi, seorang dosen di University of Bristol, Inggris, Meilanie mengungkap fakta mengejutkan. Di mana ada perguruan tinggi di Inggris yang rela menerima mahasiswa tanpa memiliki ijazah setara SMP, sebuah praktik yang mustahil terjadi di kampus-kampus bereputasi.

“Bayangkan, ada anak teman Prof Mahdi, orang Indonesia, di mana si anak ini tidak punya ijazah SMP, bisa diterima masuk kuliah program Pra-Uni di salah satu Universitas papan bawah di Inggris," ungkap Meilanie.

Ia pun menepis anggapan bahwa penerimaan itu didasari oleh kejeniusan si anak. Menurutnya, motif utamanya adalah murni bisnis.

"Apakah karena anak itu jenius? Sama sekali tidak. Simply karena, kampus-kampus lancung itu perlu mengeruk duit ortu-ortu kaya yang haus status punya anak jenius," tambahnya.

Meilanie menyebut kampus-kampus semacam ini seringkali memasarkan diri dengan slogan degree granting atau "universitas pasti lulus". Ia juga menyoroti peran konsultan pendidikan luar negeri yang kerap mempromosikan jalur-jalur instan dan tidak lazim melalui media sosial.

“Misal cuma punya ijazah O-Level (setara kelas 10 SMA di Indonesia) bisa langsung diterima di Universitas, dan itu valid dalam dunia pendidikan internasional. Ya yang dia maksud itu valid di kampus-kampus abal-abal," katanya.

baca juga

Untuk memberikan perbandingan, ia menegaskan bahwa universitas top dunia seperti Oxford, Cambridge, hingga National University of Singapore (NUS) dan Nanyang Technological University (NTU) di Singapura memiliki standar yang sangat ketat.

“NUS dan NTU cuma terima mahasiswa yang punya ijazah A-Level (setara kelas 12 SMA di Indonesia)," ujarnya.

Oleh karena itu, Meilanie mengingatkan publik untuk tidak mudah terkagum-kagum jika mendengar ada siswa yang belum lulus SMA namun sudah bisa berkuliah di luar negeri.

“Anak itu mesti kuliah di kampus abal-abal, degree granting Uni alias universitas Pasti Lulus," ucapnya.

"Bahkan untuk masuk ke program Pra-Uni, Pathway, Foundation di kampus-kampus abal-abal itu, kamu tuh nggak ditanya ijazah apa pun. Siapa pun kamu pasti diterima asal bayar," sambung dia.

Pada puncaknya, Meilanie melontarkan sindiran yang sangat tajam, mengarah pada seorang pejabat tinggi di Indonesia. Tanpa menyebut nama, ia mengkritik riwayat pendidikan yang dianggapnya janggal dan inkonsisten.

"Sampai sini, siapa pun kamu, harusnya MARAH kalau ada orang yang sekolah di LN tapi riwayat pendidikannya inkonsisten dan ajaib, bisa jadi orang nomer 2 di Negeri ini. Dan kamu juga pasti kaget kalau saya kasih tahu: MDIS Singapore itu BUKAN universitas," ujar dia.

Ia menutup analisisnya dengan menyoroti proses penyetaraan ijazah di Kementerian Pendidikan, yang menurutnya memiliki misi mulia untuk menyaring ijazah dari kampus "abal-abal". Namun, ia menyayangkan misi tersebut bisa goyah karena kepentingan politik.

"Sayangnya, misi ini dirusak hanya demi meloloskan si Nganu," sindirnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Ikhsan Katonde? Sebut Gibran Cuma Kursus Beberapa Bulan di Australia

Siapa Ikhsan Katonde? Sebut Gibran Cuma Kursus Beberapa Bulan di Australia

Tekno | Selasa, 30 September 2025 | 14:24 WIB

Misteri Ijazah Gibran 'Go International', Kini Jadi Gosip Panas WNI di Australia!

Misteri Ijazah Gibran 'Go International', Kini Jadi Gosip Panas WNI di Australia!

Your Say | Selasa, 30 September 2025 | 11:41 WIB

5 SMA Terbaik di Singapura, Sekolah Gibran Termasuk Favorit?

5 SMA Terbaik di Singapura, Sekolah Gibran Termasuk Favorit?

Lifestyle | Selasa, 30 September 2025 | 07:02 WIB

Tak Ada Damai, Penggugat Ijazah Gibran, Subhan Palal Beri Syarat Mutlak: Mundur dari Jabatan Wapres!

Tak Ada Damai, Penggugat Ijazah Gibran, Subhan Palal Beri Syarat Mutlak: Mundur dari Jabatan Wapres!

News | Senin, 29 September 2025 | 18:57 WIB

Singgung Nama Gibran, Analisis Rocky Gerung soal Keretakan di Kalangan Purnawirawan TNI

Singgung Nama Gibran, Analisis Rocky Gerung soal Keretakan di Kalangan Purnawirawan TNI

Video | Selasa, 30 September 2025 | 08:00 WIB

Viral Lagi Pengakuan Lawas Gibran, Dulu Nganggur Tapi Main Game Pakai Joki

Viral Lagi Pengakuan Lawas Gibran, Dulu Nganggur Tapi Main Game Pakai Joki

News | Senin, 29 September 2025 | 18:20 WIB

Heboh Pengakuan Mengejutkan WNI di Australia: Gibran Sendiri yang Bilang Tak Lulus Kuliah di Sydney

Heboh Pengakuan Mengejutkan WNI di Australia: Gibran Sendiri yang Bilang Tak Lulus Kuliah di Sydney

News | Senin, 29 September 2025 | 14:00 WIB

Terkini

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Hari Pertambangan dan Energi, PTBA Perkuat Pasokan dan Hilirisasi untuk Kemandirian Energi

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 23:16 WIB

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Kata-kata John Herdman Usai Timnas Indonesia Ditahan Malaysia Tanpa Gol di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Timnas Indonesia Tak Mampu Kalahkan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:05 WIB

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Halloween di Singapura, Ada Rumah Hantu hingga Dunia Bawah Laut Penuh Cahaya

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:04 WIB

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Tan Cheng Hoe Angkat Tangan: Pertahanan 10 Pemain Timnas Indonesia Sangat Sulit Ditembus

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:01 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Guruh Soekarnoputra Berpulang, Mengapa Kepergiannya Begitu Berarti bagi Indonesia?

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:57 WIB

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Aneh Tapi Nyata, John Herdman Malah Senang Thom Haye Dapat Kartu Merah

Bola | Senin, 28 September 2026 | 22:46 WIB

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Prabowo Audit Keuangan Haji, Ada Rp12,98 Triliun Nilai Manfaat Jemaah 2027

Sumsel | Senin, 28 September 2026 | 22:44 WIB

×