Geger Utang Whoosh, Mahfud MD: 1000 Persen Setuju Jokowi, Tapi Usut Tuntas Dugaan Mark Up

Bangun Santoso

Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:53 WIB
Geger Utang Whoosh, Mahfud MD: 1000 Persen Setuju Jokowi, Tapi Usut Tuntas Dugaan Mark Up
Mahfud MD (YouTube/Mahfud MD Official)
baca 10 detik
  • Mahfud MD setuju 1000% dengan Jokowi bahwa Whoosh adalah layanan publik yang boleh rugi, namun ia menuntut agar dugaan korupsi dan mark up dalam proyek tersebut diusut tuntas oleh KPK
  • Mahfud menegaskan bahwa ia bukanlah orang pertama yang mengungkap dugaan penyimpangan, melainkan hanya mengangkat kembali informasi dari para ahli seperti Antoni Budiawan dan Agus Pambagio
  • Mahfud meragukan keterlibatan Luhut Binsar Pandjaitan dalam dugaan korupsi awal proyek Whoosh, karena Luhut baru ditugaskan pada 2020 untuk menyelesaikan proyek yang sudah bermasalah

Suara.com - Mantan Menko Polhukam Mahfud MD secara mengejutkan menyatakan setuju seribu persen dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) bahwa proyek transportasi publik seperti Kereta Cepat Whoosh tidak dibangun untuk mencari keuntungan. Namun, ia memberi catatan keras: prosesnya tidak boleh diwarnai korupsi.

Pernyataan ini menjadi sorotan di tengah penyelidikan dugaan korupsi proyek Whoosh yang tengah didalami oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak awal tahun 2025.

"Saya sependapat dengan Jokowi seribu persen bahwa transportasi umum itu bukan untuk mencari keuntungan, tetapi untuk pelayanan dan mungkin rugi," kata Mahfud dalam tayangan Kompas TV, Senin (27/10/2025) malam.

Meski sepakat soal prinsip layanan publik, Mahfud menegaskan bahwa kerugian operasional tidak bisa menjadi pembenaran untuk adanya tindak pidana dalam proses pembangunannya. Isu dugaan penggelembungan harga atau mark up yang kini menjadi isu besar harus diusut tuntas.

"Tapi satu hal juga bahwa tidak boleh ada korupsi dalam proses pembuatan pelayanan itu. Dan sekarang ada dugaan seperti itu," papar Mahfud.

Dalam kanal YouTube-nya, Mahfud memang menjadi salah satu tokoh yang mengangkat kembali dugaan penyimpangan ini. Namun, ia meluruskan bahwa dirinya bukanlah sumber pertama informasi tersebut. Ia mengaku hanya mengangkat kembali temuan yang sudah dibicarakan oleh para ahli di media lain.

"Yang bilang ada mark-up itu kan bukan saya, Pak Antoni Budiawan. Berdasar keahliannya, dia itu menduga ya kata dia, mungkin ada kickback, mungkin ada markup dan sebagainya," jelas Mahfud.

Ia juga mengutip pernyataan Agus Pambagio yang menyebut adanya pemecatan pejabat karena tidak setuju dengan proyek tersebut. Karena isu ini tak kunjung reda, Mahfud merasa perlu mengangkatnya agar menjadi perhatian serius. Atas dasar itu, ia menyatakan kesiapannya jika dipanggil KPK untuk memberikan keterangan.

"Jadi kalau saya diminta informasi, saya beritahu ini informasinya sudah ada di keterangan saya, di podcast saya bahwa ini informasinya. Kalau Anda perlu dari tangan saya ini saya tunjukkan, gitu saja," tegasnya.

baca juga

Ragukan Keterlibatan Luhut

Menariknya, di tengah panasnya isu ini, Mahfud MD justru meragukan keterlibatan Luhut Binsar Pandjaitan, yang ditugaskan Jokowi untuk menyelesaikan masalah proyek ini pada tahun 2020. Menurut Mahfud, Luhut masuk ketika proyek tersebut sudah "bocor dan bosok".

"Saya kira Pak Luhut tidak ikut dari awal kasus ini dan tidak ada yang nyebut kalau di awal ikut. Dia baru tahun 2020 disuruh nyelesaikan dan kata Pak Luhut barang itu sudah busuk gitu," ujar Mahfud.

Mahfud menilai, titik awal penyelidikan KPK seharusnya dimulai dari proses perubahan kontrak proyek dari Jepang ke Cina pada periode 2015-2016, jauh sebelum ia dan Luhut masuk dalam lingkaran pemerintahan di periode kedua Jokowi.

"Pada saat proses pembuatan kontrak, ya. Pemindahan kontrak dari Jepang ke Cina itu patut dipertanyakan. Meskipun bisa saja orang mengatakan itu kan biasa dalam bisnis gitu, tapi menurut saya tetap mencurigakan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Geger Utang Whoosh, Bunga Pinjaman China Disebut 20 Kali Lipat Lebih Ganas dari Jepang

Geger Utang Whoosh, Bunga Pinjaman China Disebut 20 Kali Lipat Lebih Ganas dari Jepang

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:43 WIB

Luhut Sebut Whoosh 'Busuk' Sejak Awal, Said Didu Heran: Kenapa Kebusukan Itu Tidak Dihentikan?

Luhut Sebut Whoosh 'Busuk' Sejak Awal, Said Didu Heran: Kenapa Kebusukan Itu Tidak Dihentikan?

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:38 WIB

Bukan Cari Cuan, Jokowi Beberkan Alasan Bangun Whoosh Meski Diterpa Isu Korupsi

Bukan Cari Cuan, Jokowi Beberkan Alasan Bangun Whoosh Meski Diterpa Isu Korupsi

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 12:07 WIB

Penyelidikan Perkara Whoosh Masih Fokus Cari Tindak Pidana, KPK Enggan Bahas Calon Tersangka

Penyelidikan Perkara Whoosh Masih Fokus Cari Tindak Pidana, KPK Enggan Bahas Calon Tersangka

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:31 WIB

Jokowi Jawab Utang Whoosh di Tengah Isu Korupsi: Ini Bukan Cari Laba

Jokowi Jawab Utang Whoosh di Tengah Isu Korupsi: Ini Bukan Cari Laba

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:18 WIB

Dugaan Mark Up Whoosh Naik Sidik: KPK Bicara Peluang Periksa Luhut, Ini yang Bakal Digali

Dugaan Mark Up Whoosh Naik Sidik: KPK Bicara Peluang Periksa Luhut, Ini yang Bakal Digali

News | Selasa, 28 Oktober 2025 | 11:09 WIB

Babak Baru Skandal Whoosh: Pakar Hukum Desak KPK 'Seret' Jokowi ke Meja Pemeriksaan

Babak Baru Skandal Whoosh: Pakar Hukum Desak KPK 'Seret' Jokowi ke Meja Pemeriksaan

News | Senin, 27 Oktober 2025 | 22:47 WIB

Terkini

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

Diguyur Hujan Deras, Polisi Pukul Mundur Massa Demo Mahasiswa di Plaza UOB Dukuh Atas

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:32 WIB

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Demo Ricuh di Jogja Meluas hingga Sirip Kepatihan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:31 WIB

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Malioboro Mencekam! Demo Sumpah Pemuda Berujung Bentrok hingga Malam, Water Cannon Dikerahkan

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:22 WIB

Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung

Tak Terbendung di Asia, Giliran Melbourne Victory jadi Korban Keganasan Persib Bandung

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:16 WIB

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Bingung Mulai Investasi? New BIONS by BNI Sekuritas Bikin Semua Jadi Mudah

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:15 WIB

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Rayakan Satu Dekade, Big Bad Wolf ICE BSD 2026 Buka 120 Jam Nonstop

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 21:06 WIB

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

×