Dari Gundih Hingga Tambakrejo, Keberhasilan Kampung Pancasila Surabaya Tuai Apresiasi Nasional

Fabiola Febrinastri, RR Ukirsari Manggalani

Selasa, 25 November 2025 | 11:39 WIB
Dari Gundih Hingga Tambakrejo, Keberhasilan Kampung Pancasila Surabaya Tuai Apresiasi Nasional
Keberhasilan implementasi program Kampung Pancasila menarik perhatian banyak pemerintah daerah. Sejumlah kepala daerah bahkan mengirim delegasi ke Kota Pahlawan untuk mempelajari model penggerak masyarakat yang diterapkan Pemkot Surabaya (Dok: Pemkot Surabaya)

Suara.com - Kota Surabaya, Jawa Timur, telah membuktikan bahwa nilai-nilai luhur bangsa, khususnya Pancasila, tetap relevan sebagai solusi atas berbagai persoalan perkotaan modern. Program "Kampung Pancasila" yang diresmikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pada 11 Agustus 2025 terbukti efektif mendorong kemandirian warga sekaligus menjadi model pembangunan bottom-up yang menarik perhatian berbagai daerah.

Program tersebut bahkan mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Prof Muhadam Labolo. Ia menilai, langkah yang digagas Wali Kota Eri Cahyadi merupakan upaya melembagakan Pancasila dalam praktik kehidupan sehari-hari masyarakat.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan implementasi Kampung Pancasila pada 1.360 RW telah mengubah paradigma pembangunan kota dari top-down menjadi bottom-up (Dok: Pemkot Surabaya)
Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan implementasi Kampung Pancasila pada 1.360 RW telah mengubah paradigma pembangunan kota dari top-down menjadi bottom-up (Dok: Pemkot Surabaya)

Prof Muhadam menjelaskan, Kampung Pancasila mencerminkan miniatur Indonesia di Surabaya, meski 86 persen penduduknya beragama Islam (Program Madani) dan 83 persen beretnis Jawa (tradisi Arek). Menurutnya, program ini diterapkan melalui empat pilar utama sebagai perasan Lima Sila yang dapat diukur secara praktis, tidak sekadar bersifat simbolik.

"Pertama, adalah pilar lingkungan yang diukur dari kesadaran memilah sampah (tongpilah). Isu ini vital mengingat Surabaya memproduksi 1.800 ton sampah per hari. Pembudayaan ini merepresentasikan tanggung jawab semesta (Ketuhanan yang Maha Esa)," kata Prof Muhadam, Senin (24/11/2025).

Pilar kedua menyasar aspek ekonomi yang dinilai dari aktivitas 385.054 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai wujud Keadilan Sosial, dengan target menurunkan angka kemiskinan dari 3,56 persen ke level terendah pada 2026. "Pilar ketiga adalah sosial budaya, yang bisa dilihat dari aktivitas gotong-royong yang merefleksikan nilai Persatuan dan Kemanusiaan," ujarnya.

Pilar keempat, yakni kemasyarakatan, diukur dari kemampuan warga menyelesaikan persoalan internal dan menjaga keamanan bersama sebagai nilai kerakyatan. "Pengukuran nilai Pancasila berbasis aktivitas warga memberi gambaran tentang perubahan pada tiap komunitas di level pemula, berkembang dan maju," kata Prof Muhadam.

Evaluasi program dilakukan melalui aplikasi Sayang Warga yang menjadi dasar pembentukan indeks pelembagaan Pancasila di berbagai tingkatan wilayah. Selain itu, strategi keamanan yang melibatkan 9.000 Poskamling ikut menurunkan angka kriminalitas hingga 5 persen setiap tahun.

Sejumlah kampung di Surabaya telah menampilkan hasil konkret dari penerapan nilai-nilai Pancasila. Salah satunya adalah RW 06 Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, yang berhasil menyelesaikan persoalan sosial melalui budidaya maggot dan urban farming berbasis gotong royong.

RW 3 Tambakrejo, Surabaya, juga berperan sebagai laboratorium inovasi Kampung Pancasila. Di kampung ini, nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam bentuk kerukunan dan produksi karya bersama, seperti pembuatan Instalasi Pembuangan Limbah Cair (IPL CRT), pengembangan kebun hidroponik, serta program dolanan mingguan untuk anak-anak.

Keberhasilan implementasi program Kampung Pancasila menarik perhatian banyak pemerintah daerah. Sejumlah kepala daerah bahkan mengirim delegasi ke Kota Pahlawan untuk mempelajari model penggerak masyarakat yang diterapkan Pemkot Surabaya.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan implementasi Kampung Pancasila pada 1.360 RW telah mengubah paradigma pembangunan kota dari top-down menjadi bottom-up. Ia mengakui, gagasan ini sempat diragukan saat dipresentasikan dalam forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI)

"Waktu itu, saya cerita di depan semua kepala daerah saat APEKSI. Mereka bilang Surabaya ini kota besar, enggak bisa dibuat seperti itu sampai akhirnya mereka meminta anak buahnya datang ke Surabaya untuk belajar dan membuktikan sendiri," ujar Wali Kota Eri.

Keraguan tersebut justru memicu ketertarikan banyak daerah, termasuk Wali Kota Medan dan Depok yang turut melakukan kunjungan kerja ke Kota Pahlawan.

Wali Kota Eri menjelaskan ide Kampung Pancasila lahir dari kesadaran bahwa keberhasilan Surabaya sejak masa perjuangan dicapai melalui keterlibatan semua elemen masyarakat.

"Ketika saya membaca buku sejarah, lalu saya gabungkan nilai-nilai pancasila dengan sejarah bangsa. Saya sadar satu hal bahwa setiap kepemimpinan kota yang berhasil bukan dilakukan pemerintah sendiri, tapi bagaimana kita bisa mengajak semua stakeholder, semua masyarakat untuk menjadi bagian pembangunan dan merasakan Surabaya adalah rumah bersama," terangnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Kerinduan Saya pada Panggung Teater yang Akhirnya Terbayar di Surabaya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 08:30 WIB

Pemulihan Pascabencana Tunjukkan Progres Signifikan, Menko PMK Apresiasi Satgas PRR

Pemulihan Pascabencana Tunjukkan Progres Signifikan, Menko PMK Apresiasi Satgas PRR

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:11 WIB

Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra dan Apresiasi 17th SATU Indonesia Awards

Astra Luncurkan Program Kontribusi Sosial 70 Tahun Astra dan Apresiasi 17th SATU Indonesia Awards

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 17:03 WIB

Ze Gomes Siapkan Taktik Khusus Jelang Laga Tensi Tinggi Menghadapi Persebaya Surabaya

Ze Gomes Siapkan Taktik Khusus Jelang Laga Tensi Tinggi Menghadapi Persebaya Surabaya

Bola | Minggu, 25 Oktober 2026 | 20:05 WIB

Budisatrio Apresiasi Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di Olimpiade Bahasa Asing BBNKT 2026

Budisatrio Apresiasi Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di Olimpiade Bahasa Asing BBNKT 2026

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 20:10 WIB

Kemendag Apresiasi Little Bandung by GoFood, Perluas Pasar Produk Lokal

Kemendag Apresiasi Little Bandung by GoFood, Perluas Pasar Produk Lokal

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Apresiasi Tiga Pekerja, Pertamina Dorong Pengabdian dan Pelayanan yang Lebih Baik

Apresiasi Tiga Pekerja, Pertamina Dorong Pengabdian dan Pelayanan yang Lebih Baik

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Wamensos Apresiasi Inovasi Karang Taruna dan Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di BBNKT Award 2026

Wamensos Apresiasi Inovasi Karang Taruna dan Prestasi Siswa Sekolah Rakyat di BBNKT Award 2026

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:07 WIB

BRI Prioritas dan BRI Private Hadirkan Program Member Get Member dengan Apresiasi Menarik

BRI Prioritas dan BRI Private Hadirkan Program Member Get Member dengan Apresiasi Menarik

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 18:47 WIB

BRI Consumer Expo 2026 di Ciputra Surabaya, Tawarkan Bunga KPR Mulai 0,31%

BRI Consumer Expo 2026 di Ciputra Surabaya, Tawarkan Bunga KPR Mulai 0,31%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:21 WIB

Terkini

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

Kemenag Tegaskan Ponpes Hamalatul Quran di Karanganyar dan Sukoharjo Belum Kantongi Izin Resmi

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:51 WIB

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Review Serial Lupin Part 3: Sebuah Aksi Menawan Assane Diop yang Penuh Trik

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:50 WIB

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Bukan Mahasiswa Asli, Ini Pengakuan Sari Putri yang Nekat Pakai Almamater UBSI di Bundaran HI

Video | Minggu, 01 November 2026 | 20:31 WIB

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Emil Audero Masuk Nominasi Penyelamatan Terbaik LaLiga, Bersaing dengan Kiper Real Madrid

Bola | Minggu, 01 November 2026 | 20:30 WIB

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Review The Best Thing: Kisah Romantis Dokter TCM dan Manajer Hotel

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:20 WIB

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Pertahankan Gelar, MAN 1 Kabupaten Sukabumi Raih Juara Putri AXIS Nation Cup 2026

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Gagal Dapatkan Dean Zandbergen, PSSI Incar Striker Keturunan Islandia!

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 20:15 WIB

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 20:10 WIB

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Aktivitas Erupsi Tak Surutkan Langkah Nelayan Pandeglang Tetap Melaut

Banten | Minggu, 01 November 2026 | 20:02 WIB

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran Tuai Kritik, Propam Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 20:01 WIB

×