Jakarta Siaga Banjir Rob: Modifikasi Cuaca dan 600 Pompa Siap Redam Genangan Pesisir

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 04 Desember 2025 | 15:52 WIB
Jakarta Siaga Banjir Rob: Modifikasi Cuaca dan 600 Pompa Siap Redam Genangan Pesisir
Ilustrasi seorang anak bermain air saat banjir rob di kawasan Muara Angke Jakarta Utara. (ANTARA/Mario Sofia Nasution)
baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta memberikan peringatan dini kenaikan air pasang laut atau banjir rob kepada warga Jakarta Utara pada hari Jumat (5/12/2025).
  • Pemprov DKI Jakarta berkoordinasi dengan BPBD, BNPB, dan BMKG untuk mitigasi dampak bencana hidrometeorologi.
  • Rekayasa cuaca telah dilakukan untuk mengurangi dampak kombinasi hujan dan air pasang, serta 600 pompa disiagakan.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan dini kepada warga Jakarta Utara terkait potensi kenaikan air pasang laut atau banjir rob yang diprediksi akan terjadi esok hari, Jumat (5/12/2025).

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini tengah gencar melakukan koordinasi lintas sektor demi memitigasi dampak bencana hidrometeorologi tersebut.

"Sekarang ini pemerintah Jakarta sudah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dengan Badan Penanggulangan Bencana Pusat, juga dengan BMKG," ujar Pramono di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2025).

Politisi berusia 62 tahun itu menekankan pentingnya rekayasa cuaca yang telah dilakukan, untuk mencegah banjir yang lebih parah akibat kombinasi hujan dan air pasang.

"Contoh, hari ini, sebenarnya kalau nggak ada pengaturan hujan, karena robnya lagi naik dan puncak rob itu besok pagi, pasti banjirnya lebih parah," jelasnya.

Pramono menyoroti fenomena cuaca yang berubah drastis dari mendung gelap menjadi terang benderang sebagai hasil dari upaya modifikasi tersebut.

"Sekarang yang terjadi adalah kenaikan rob di beberapa tempat, Muara Angke, Martadinata dan sebagainya terjadi. Tetapi curah hujannya, kalau dilihat kemarin mendung, gelap banget, tiba-tiba terang-benderang. Nggak mungkin kalau itu tidak kami lakukan modifikasi," tuturnya.

Strategi modifikasi cuaca ini rencananya tidak hanya dilakukan sesaat, melainkan akan terus berlanjut hingga awal tahun depan sesuai kebutuhan lapangan.

Selain rekayasa cuaca di langit, figur kelahiran Kediri ini memastikan ratusan infrastruktur pengendali banjir di darat telah disiagakan.

baca juga

"Sekarang, pompa itu yang bergerak kurang lebih 600 pompa lebih lah, yang sedang kami siapkan di tempat-tempat itu," tegasnya.

Kesiapsiagaan ratusan pompa ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran warga pesisir, khususnya di wilayah Muara Angke yang kerap menjadi langganan genangan.

"Termasuk ketika rob kemarin naik, orang kan khawatir di Muara Angke. Kan bisa kelihatan bahwa kemudian pompa sudah kami siapkan untuk mengatasi itu," pungkas Pramono.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usut Tuntas 'Dosa' di Balik Banjir Sumatra, Tim Khusus Buru Asal Kayu Gelondongan

Usut Tuntas 'Dosa' di Balik Banjir Sumatra, Tim Khusus Buru Asal Kayu Gelondongan

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 15:29 WIB

Paradoks Banjir Sumatra: Menhut Klaim Deforestasi Turun, Ratusan Ribu Hektare Lahan Kritis Terkuak

Paradoks Banjir Sumatra: Menhut Klaim Deforestasi Turun, Ratusan Ribu Hektare Lahan Kritis Terkuak

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 15:22 WIB

Air Laut Pasang, 16 RT di Jakarta Terendam Banjir Rob

Air Laut Pasang, 16 RT di Jakarta Terendam Banjir Rob

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 14:55 WIB

Terkini

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Mikroplastik Ancam Masa Depan Rumput Laut Indonesia

Sulsel | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:06 WIB

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Mengungkap Pesan Moral Kidung Natal: Perjalanan dari Kikir Menjadi Dermawan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:05 WIB

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Kejar Status Eksportir Terbesar Dunia, Pemerintah Bakal Ubah 40.000 Desa Jadi Sentra Perikanan Darat

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

4 Shio yang Menarik Keberuntungan dan Kemakmuran Hari Ini 22 Juli 2026

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun

Batu Bara Masih Perkasa, Devisa Ekspor Semester I Tembus Rp268 Triliun

Foto | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Teman Berbulu di Transportasi Umum, Kebahagiaan Kecil di Setiap Perjalanan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu

Dilema Proyek Anti-Banjir di Joglo: Akses Terputus, Pemilik Warung Minta Kompensasi Rp50 Ribu

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:55 WIB

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

Prananda Surya Paloh: Saya Kecewa Jika Garda Pemuda NasDem Hanya Dianggap Tukang Parkir!

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:39 WIB

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Terungkap Fakta Baru, Bayi T. Rex Langsung Langsung Jadi Predator Setelah Menetas

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:25 WIB

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

Mau Benahi Tata Kelola, BGN Minta Anggaran MBG 2027 Sebanyak Rp 270 Triliun

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 06:20 WIB

×