Ironi Pahit: Rumah Sendiri Jadi Lokasi Paling Sering Terjadinya Kekerasan Seksual pada Perempuan

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Kamis, 04 Desember 2025 | 18:00 WIB
Ironi Pahit: Rumah Sendiri Jadi Lokasi Paling Sering Terjadinya Kekerasan Seksual pada Perempuan
ilustrasi kekerasan seksual. (freepik)
baca 10 detik
  • Survei SPHKP 2024 Kemen PPPA menunjukkan 10 persen perempuan Indonesia alami kekerasan fisik atau seksual pasangan.
  • Kekerasan seksual oleh non-pasangan paling sering terjadi di rumah korban sendiri, mencapai angka 27,6 persen.
  • Kementerian PPPA berkomitmen memperkuat layanan pengaduan dan edukasi publik guna melindungi perempuan secara merata.

Suara.com - Kekerasan fisik maupun seksual masih jadi ancaman bagi perempuan, bahkan ketika sedang berada di dalam rumahnya sendiri.

Survei Pengalaman Hidup dan Kerentanan terhadap Kekerasan pada Perempuan (SPHKP) 2024 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (PPPA) menunjukan kalau satu dari sepuluh perempuan di Indonesia, sekitar 10 persen, pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual oleh pasangan selama hidupnya.

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA, Desy Andriani, menilai situasi tersebut sebagai kondisi serius dan sangat memprihatinkan.

Ia menegaskan bahwa kekerasan fisik maupun seksual adalah bentuk kekerasan yang paling membahayakan keselamatan perempuan.

"Ini adalah bentuk kekerasan yang paling membahayakan keselamatan perempuan dan temuan ini menunjukkan bahwa kekerasan fisik maupun seksual masih menjadi ancaman nyata di lingkungan perempuan," kata Desy dalam acara paparan SPHKP 2024 di Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Ia menambahkan bahwa prevalensi kekerasan tersebut lebih tinggi di wilayah pedesaan, menandakan tingginya kerentanan perempuan di daerah dengan akses layanan perlindungan yang masih terbatas.

Selain kekerasan oleh pasangan, perempuan Indonesia juga menghadapi risiko kekerasan seksual oleh pelaku non-pasangan.

Dalam temuan survei, lokasi paling sering terjadinya kekerasan seksual oleh selain pasangan adalah rumah korban sendiri, yakni 27,6 persen.

Desy menekankan bahwa hasil ini menunjukkan ironi yang pahit bahwa ruang yang seharusnya menjadi tempat perlindungan justru menjadi lokasi terjadinya kekerasan.

baca juga

"Lokasi yang paling sering dilaporkan adalah rumah korban sendiri, yaitu 27,6 persen. Rumah yang seharusnya dapat menjadi tempat perlindungan bagi perempuan ternyata menjadi lokasi terjadinya kekerasan," katanya.

Kementerian PPPA menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan pengaduan, meningkatkan kapasitas aparat dan pendamping korban, serta memperluas edukasi publik di wilayah perkotaan hingga pedesaan.

Menurut Desy, langkah-langkah ini penting agar perempuan di mana pun berada mendapatkan perlindungan yang setara dan aman dari ancaman kekerasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri PPPA: Perempuan Alami Trauma Lebih Berat Usai Banjir Sumatra

Menteri PPPA: Perempuan Alami Trauma Lebih Berat Usai Banjir Sumatra

News | Kamis, 04 Desember 2025 | 13:01 WIB

Kekerasan Terus Meningkat, Ini Cara Pemerintah Lindungi Anak dan Perempuan

Kekerasan Terus Meningkat, Ini Cara Pemerintah Lindungi Anak dan Perempuan

Lifestyle | Rabu, 26 November 2025 | 18:10 WIB

Tragedi Alvaro Kiano: Ayah Tiri Tewas di Tahanan, Menteri PPPA Serukan 'Kewaspadaan Kolektif'

Tragedi Alvaro Kiano: Ayah Tiri Tewas di Tahanan, Menteri PPPA Serukan 'Kewaspadaan Kolektif'

News | Selasa, 25 November 2025 | 14:56 WIB

Menteri PPPA: Cegah Bullying Bukan Tugas Sekolah Saja, Keluarga Harus Turut Bergerak

Menteri PPPA: Cegah Bullying Bukan Tugas Sekolah Saja, Keluarga Harus Turut Bergerak

News | Minggu, 23 November 2025 | 16:19 WIB

Jangan Takut Lapor! KemenPPPA Tegaskan Saksi dan Korban KBGO Tak Bisa Dituntut Balik

Jangan Takut Lapor! KemenPPPA Tegaskan Saksi dan Korban KBGO Tak Bisa Dituntut Balik

News | Kamis, 20 November 2025 | 16:02 WIB

Terkini

Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit

Amuk Api di Cikini Menteng: Lima Rumah Hangus, Ratusan Petugas Berjibaku Tembus Gang Sempit

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:21 WIB

GJLS: Berapi-Api Laris Manis di Jakarta Film Week 2026, Monty Tiwa Terharu

GJLS: Berapi-Api Laris Manis di Jakarta Film Week 2026, Monty Tiwa Terharu

Entertainment | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo

Wantimpres Kumpul di Setneg, Bahas Sejumlah Isu untuk Prabowo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama

Dedi Mulyadi: Pilkades di Jabar Tanpa Kertas Suara dan Penghitungan Lama

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

3 Opsi Ban Motor Honda Beat yang Cocok untuk Musim Hujan

3 Opsi Ban Motor Honda Beat yang Cocok untuk Musim Hujan

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Beda Viva Air Mawar Vs Viva Queen Rose Face Mist, Cek Kandungan dan Fungsinya

Beda Viva Air Mawar Vs Viva Queen Rose Face Mist, Cek Kandungan dan Fungsinya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Di Sanksi OJK, Sekuritas Milik Pandu Sjahrir Lakukan Transaksi Rp60,6 T Selama 1 Tahun Terakhir

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:17 WIB

100 Hari Kerja, Kepala BGN Sudaryono Benahi Tata Kelola MBG hingga Kembalikan Rp44 Triliun ke Negara

100 Hari Kerja, Kepala BGN Sudaryono Benahi Tata Kelola MBG hingga Kembalikan Rp44 Triliun ke Negara

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:16 WIB

Nyesel Baru Tahu! 3 Kelas Menulis Ini Ampuh Bikin Tulisan Makin Enak Dibaca

Nyesel Baru Tahu! 3 Kelas Menulis Ini Ampuh Bikin Tulisan Makin Enak Dibaca

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Bagaimana Cara Mengurus KTP yang Hilang Saat Berada di Luar Kota atau Beda Domisili?

Bagaimana Cara Mengurus KTP yang Hilang Saat Berada di Luar Kota atau Beda Domisili?

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 14:15 WIB

×