KPU Ingatkan Pemilu 2029: Dominasi Pemilih Muda dan Ancaman Manipulasi AI

Vania Rossa, Dea Hardiningsih Irianto

Selasa, 09 Desember 2025 | 10:31 WIB
KPU Ingatkan Pemilu 2029: Dominasi Pemilih Muda dan Ancaman Manipulasi AI
Anggota KPU August Mellaz menyoroti Pemilu 2029. (Suara.com/Dea)
baca 10 detik
  • Anggota KPU RI menyoroti Pemilu 2029 akan didominasi pemilih muda dan ancaman manipulasi informasi AI.
  • Perubahan demografi pemilih menuntut pembaruan strategi sosialisasi KPU agar relevan dengan generasi digital.
  • KPU harus membenahi teknokrasi dan regulasi internal untuk menghadapi puncak tantangan disinformasi AI 2025-2026.

Suara.com - Anggota KPU RI August Mellaz menyoroti tantangan baru pada Pemilu 2029 yang akan didominasi oleh pemilih muda dan risiko manipulasi informasi berbasis kecerdasan buatan (AI).

Dia menjelaskan komposisi pemilih di Pemilu 2024 didominasi kelompok Gen Z dan milenial yang mencapai 58 persen. Pada 2029, proporsi tersebut diprediksi melonjak hingga 60 - 70 persen dari total pemilih.

"Generasi ini tidak lagi terikat pada pendekatan sosialisasi konvensional. Mereka sangat akrab dengan teknologi dan memiliki pola konsumsi informasi yang berbeda," kata August Mellaz di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/12/2025).

Menurut dia, perubahan demografis ini menuntut KPU, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperbarui strategi pendidikan pemilih agar relevan dengan karakter generasi digital.

August menyebut perkembangan pesat teknologi AI kini menjadi ancaman nyata bagi integritas pemilu di berbagai negara. Misalnya, kasus di Slovenia di mana deepfake menyerupai kandidat politik digunakan untuk memengaruhi persepsi publik. Hal ini, lanjut dia, juga pernah terjadi di Indonesia,

"2025-2026 diprediksi sebagai masa puncak tantangan AI. Indonesia harus bersiap menghadapi potensi gangguan stabilitas demokrasi melalui manipulasi kecerdasan buatan," ujar August.

Lebih lanjut, dia menekankan bahwa ancaman ini tidak hanya terkait penyebaran disinformasi, tetapi juga dapat memicu instabilitas politik jika tidak diantisipasi melalui regulasi dan pengawasan terpadu.

Untuk itu, dia menyebut internal KPU juga perlu pembenahan untuk menghadapi penyelenggaraan Pemilu 2029 mendatang.

"KPU perlu terus memperbaiki teknokrasi, regulasi, SOP, hingga tata kelola logistik. Ini pekerjaan harian yang tidak bisa ditunda," ucap August.

baca juga

Pengalaman penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada 2024 dinilai bisa menjadi basis evaluasi komprehensif agar tantangan besar yang ada baik dari sisi teknologi, demografi, maupun teknis penyelenggaraan dapat dihadapi dengan kesiapan maksimal.

"Ke depan, peta jalan teknokrasi pemilu harus semakin kuat. Tanpa itu, kita akan tertinggal menghadapi realitas baru demokrasi digital," tandas August.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kaleidoskop 2025: Kembalinya Honor ke Indonesia usai Vakum Sejak 2019

Kaleidoskop 2025: Kembalinya Honor ke Indonesia usai Vakum Sejak 2019

Tekno | Selasa, 09 Desember 2025 | 08:08 WIB

Telkom & Universitas Negeri Padang Resmikan Digistar Club, Cetak Talenta AI Unggul di Sumbar

Telkom & Universitas Negeri Padang Resmikan Digistar Club, Cetak Talenta AI Unggul di Sumbar

News | Senin, 08 Desember 2025 | 17:58 WIB

MarkPlus Conference 2026 Resmi Hadir, Momentum Strategis di Tengah Gelombang AI dan Dinamika China

MarkPlus Conference 2026 Resmi Hadir, Momentum Strategis di Tengah Gelombang AI dan Dinamika China

Bisnis | Senin, 08 Desember 2025 | 13:49 WIB

Terkini

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Saya Kira Saya Malas, Ternyata Otak Saya Disetel Ulang untuk Gagal Fokus

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival

Jawa Tengah | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:22 WIB

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Sassuolo Terpuruk Tanpa Jay Idzes, Pertahanan Bobol 16 Gol dalam 8 Laga

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:21 WIB

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Mees Hilgers Comeback Usai 520 Hari, Pelatih Heerenveen Langsung Beri Tantangan

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Pertamina Bidik Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat dan Bensin Hijau

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:11 WIB

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Uang Jadi Tolak Ukur Memperlakukan Manusia di Buku Crazy Rich Asians

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:10 WIB

Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan

Pembalut Dikenakan PPN, Negara Tak Etis Pajaki Kebutuhan Dasar Perempuan

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:05 WIB

Coach Justin Soroti Peran AXIS Nation Cup dalam Lahirkan Talenta Futsal Muda

Coach Justin Soroti Peran AXIS Nation Cup dalam Lahirkan Talenta Futsal Muda

Sport | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:03 WIB

Raffi Ahmad Cuci Tangan, Siapa Donatur Massa Bayaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI?

Raffi Ahmad Cuci Tangan, Siapa Donatur Massa Bayaran Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI?

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Wacana Pajak Pembalut Tuai Kecaman, Dianggap Abaikan Hak Dasar Wanita

Wacana Pajak Pembalut Tuai Kecaman, Dianggap Abaikan Hak Dasar Wanita

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:00 WIB

×