Ratusan Rumah Luluh Lantak, Pemkab Agam Membutuhkan 525 Huntara Bagi Korban Banjir

Dwi Bowo Raharjo Suara.Com
Sabtu, 13 Desember 2025 | 11:24 WIB
Ratusan Rumah Luluh Lantak, Pemkab Agam Membutuhkan 525 Huntara Bagi Korban Banjir
Kondisi rumah warga rusak dampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. ANTARA/Yusrizal.
Baca 10 detik
  • Bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam menyebabkan 192 korban meninggal dan membutuhkan 525 unit Huntara.
  • Kecamatan Palembayan membutuhkan Huntara paling banyak (281 unit) untuk korban terdampak banjir dan tanah longsor.
  • Dampak fisik meliputi 806 rumah rusak berat, rusaknya infrastruktur publik, serta matinya 5.025 ekor ternak warga.

Suara.com - Bencana hidrometeorologi yang menerjang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyisakan kerusakan masif.

Pemerintah Kabupaten Agam kini berpacu dengan waktu untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi para penyintas.
Tercatat, sebanyak 525 unit Hunian Sementara (Huntara) sangat dibutuhkan untuk menampung warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat di tujuh kecamatan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Sabtu, menegaskan bahwa angka tersebut didapat setelah melakukan pendataan menyeluruh di 16 kecamatan terdampak.

"Dari pendataan, kita membutuhkan 525 unit hunian sementara untuk korban banjir bandang, banjir dan tanah longsor tersebar di tujuh kecamatan," ujarnya.

Sebaran Wilayah Terdampak

Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Palembayan menjadi wilayah dengan kebutuhan Huntara tertinggi, yakni mencapai 281 unit.

Kerusakan ini tersebar di beberapa Nagari, antara lain Salareh Aia (143 unit), Salareh Aia Timur (83 unit), dan Tigo Koto Silungkang (38 unit).

  • Selain Palembayan, kebutuhan Huntara juga mendesak di enam kecamatan lainnya:
  • Kecamatan Tanjung Raya: 83 unit (terbanyak di Sungai Batang 45 unit).
  • Kecamatan Palupuh: 53 unit.
  • Kecamatan Malalak: 51 unit.
  • Kecamatan Ampek Koto: 46 unit.
  • Kecamatan Matur: 23 unit.
  • Kecamatan Tanjung Mutiara: 11 unit.

Rahmat menjelaskan bahwa bantuan ini difokuskan pada warga yang kehilangan tempat berteduh.

"Ke 525 unit hunian sementara itu diperuntukkan bagi korban yang rumahnya rusak berat atau tidak mungkin dihuni korban," jelasnya.

Baca Juga: Video Longsor dan Banjir Bandang Terjang Danau Maninjau, Rumah Hancur dan Jalan Amblas

Duka Mendalam: 192 Meninggal Dunia

Di balik kerusakan infrastruktur, bencana ini meninggalkan duka mendalam. Data BPBD Agam mencatat total korban jiwa di sana mencapai 192 orang.

Hingga kini, 72 orang masih dinyatakan hilang, dengan jumlah pencarian terbanyak berada di Kecamatan Palembayan (66 orang).

Dampak kemanusiaan juga terlihat dari ribuan warga yang terpaksa mengungsi. Sebanyak 5.086 jiwa kini bertahan di pengungsian, dengan konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kecamatan Tanjung Raya (2.821 orang) dan Palembayan (1.678 orang).

Sapuan banjir dan longsor tak hanya merenggut nyawa, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur vital dan ekonomi warga.

Berikut rincian kerusakan fisik yang tercatat:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI