Trump Ancam 'Serang' Kuba Usai AS Tangkap Presiden Venezuela

M Nurhadi | Suara.com

Minggu, 04 Januari 2026 | 07:57 WIB
Trump Ancam 'Serang' Kuba Usai AS Tangkap Presiden Venezuela
Potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Instagram/realdonaldtrump)
  • Militer AS melancarkan operasi penangkapan Presiden Maduro, memicu ketegangan diplomatik tinggi di Amerika Latin baru-baru ini.
  • Presiden Trump menuduh Presiden Kolombia, Gustavo Petro, terlibat sindikat narkotika internasional dalam konferensi pers di Florida.
  • Trump dan Menlu Rubio juga mengkritik keras Kuba, menyebutnya bangsa gagal dan menuduh intelijennya melindungi rezim Maduro.

Suara.com - Ketegangan diplomatik di kawasan Amerika Latin mencapai titik didih baru setelah militer Amerika Serikat melancarkan operasi khusus untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Menanggapi situasi tersebut, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan peringatan yang sangat tajam dan bersifat personal kepada Presiden Kolombia, Gustavo Petro.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Florida, Trump merespons sikap Petro yang sebelumnya menyatakan tidak merasa khawatir akan adanya dampak susulan dari serangan AS ke negara tetangganya tersebut.

Trump secara mengejutkan menuduh Petro terlibat dalam sindikat narkotika internasional.

Tanpa ragu, Trump menuding bahwa Presiden Kolombia memiliki fasilitas produksi narkoba dalam skala besar.

"Dia memiliki pabrik-pabrik pengolahan kokain," ujar Trump, dikutip via Anadolu Agency. Ia juga menambahkan bahwa produk-produk terlarang tersebut sengaja dikirimkan ke pasar Amerika Serikat.

"Jadi, dia benar-benar harus menjaga langkahnya (menjaga diri)," tegas Trump dalam pernyataan yang dikutip pada Minggu (4/1/2026).

Tuduhan ini bukan yang pertama kalinya dilontarkan oleh Trump. Sepanjang tahun lalu, sebelum serangan ke Venezuela dieksekusi, ia konsisten menuding Caracas sebagai pintu masuk utama peredaran narkoba ilegal ke AS. 

Selain menyerang pemimpin Kolombia, Trump juga memberikan penilaian pedas terhadap Kuba.

Ia menggambarkan negara kepulauan tersebut sebagai "bangsa yang gagal" dan menyalahkan kepemimpinan komunis di sana atas kehancuran ekonomi yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

"Rakyat di sana telah menderita bertahun-tahun, dan saya rasa Kuba akan menjadi topik pembicaraan kita selanjutnya," kata Trump.

Trump juga menekankan niatnya untuk membantu rakyat Kuba, baik yang masih berada di pulau tersebut maupun komunitas ekspatriat Kuba yang tinggal di Florida.

Perlu diketahui, komunitas Kuba di Florida dikenal sebagai basis pendukung Trump yang sangat vokal menentang pemerintahan komunis di tanah air mereka.

Senada dengan Trump, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang mendampingi dalam konferensi pers tersebut, memberikan pernyataan yang tak kalah keras.

Rubio, yang merupakan politisi keturunan Kuba-Amerika kelahiran Miami, menyebut pemerintahan Kuba dijalankan oleh orang-orang yang tidak kompeten.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenapa AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro? Ini Penjelasannya

Kenapa AS Serang Venezuela dan Tangkap Presiden Maduro? Ini Penjelasannya

Bisnis | Minggu, 04 Januari 2026 | 07:08 WIB

Caracas Membara! Ratusan Pendukung Bentengi Istana Miraflores Usai Trump Klaim Sukses Tangkap Maduro

Caracas Membara! Ratusan Pendukung Bentengi Istana Miraflores Usai Trump Klaim Sukses Tangkap Maduro

News | Sabtu, 03 Januari 2026 | 23:27 WIB

Di Mana Nicolas Maduro? Jaksa Agung Venezuela Desak AS Beri Bukti Presiden Masih Bernyawa

Di Mana Nicolas Maduro? Jaksa Agung Venezuela Desak AS Beri Bukti Presiden Masih Bernyawa

News | Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:53 WIB

Terkini

7 Dosen Terseret Kasus Pelecehan di UPN Veteran Yogyakarta, 13 Mahasiswa Jadi Korban

7 Dosen Terseret Kasus Pelecehan di UPN Veteran Yogyakarta, 13 Mahasiswa Jadi Korban

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:12 WIB

Presiden Korsel Kecam Israel usai Warganya Ditahan, Ancam Balas Dendam ke Netanyahu

Presiden Korsel Kecam Israel usai Warganya Ditahan, Ancam Balas Dendam ke Netanyahu

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:09 WIB

Tak Kapok! Dosen UPN Yogyakarta Kembali Diproses Kasus Kekerasan Seksual Meski Pernah Disanksi

Tak Kapok! Dosen UPN Yogyakarta Kembali Diproses Kasus Kekerasan Seksual Meski Pernah Disanksi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 14:08 WIB

Ketersediaan Hewan Kurban Iduladha 2026 di Jabar Diperkirakan Mencukupi

Ketersediaan Hewan Kurban Iduladha 2026 di Jabar Diperkirakan Mencukupi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:48 WIB

DJKI Selesaikan 119 Pengaduan Perkara Tindak Pidana KI

DJKI Selesaikan 119 Pengaduan Perkara Tindak Pidana KI

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:31 WIB

'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi

'Pengadilan Jadi Dagelan', Kritik Keras Mahfud MD di 28 Tahun Reformasi

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:20 WIB

Geger! Artis Twisha Sharma Tewas Misterius di Rumah, Diduga Disiksa Suami yang Seorang Pengacara

Geger! Artis Twisha Sharma Tewas Misterius di Rumah, Diduga Disiksa Suami yang Seorang Pengacara

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:18 WIB

Makin Panas, Makin Banyak AC: Mengapa Kota Tetap Perlu Solusi Iklim Kolektif?

Makin Panas, Makin Banyak AC: Mengapa Kota Tetap Perlu Solusi Iklim Kolektif?

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:15 WIB

Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha

Usai Bertemu Xi Jinping, AS akan Berunding Damai dengan Iran usai Idul Adha

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:13 WIB

Diduga Diancam Pakai Pistol dan Disandera, Ilma Sani Polisikan Oknum GRIB Jaya

Diduga Diancam Pakai Pistol dan Disandera, Ilma Sani Polisikan Oknum GRIB Jaya

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:07 WIB