Caracas Membara! Ratusan Pendukung Bentengi Istana Miraflores Usai Trump Klaim Sukses Tangkap Maduro

Andi Ahmad S | Suara.com

Sabtu, 03 Januari 2026 | 23:27 WIB
Caracas Membara! Ratusan Pendukung Bentengi Istana Miraflores Usai Trump Klaim Sukses Tangkap Maduro
Presiden Republik Sosialis Bolivarian Venezuela, Nicolas Maduro saat berpidato di hadapan massa. [Telesur TV]
  • Klaim Amerika Serikat mengenai penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya memicu ketegangan hebat di Caracas, di mana pendukung setia langsung membanjiri Istana Miraflores sebagai bentuk penolakan terhadap intervensi militer asing.

  • Operasi militer berskala besar yang diumumkan Donald Trump melibatkan dugaan pasukan elit Delta Force, sementara pemerintah Venezuela mendesak transparansi bukti serta berencana membawa pelanggaran kedaulatan ini ke Dewan Keamanan PBB.

  • Rusia mengecam keras tindakan Amerika Serikat dan menyatakan solidaritas penuh bagi Venezuela, memperingatkan bahwa penangkapan tersebut merupakan pelanggaran kedaulatan serius yang berpotensi memicu konflik proksi baru di kawasan Amerika Latin.

Suara.com - Suasana di jantung ibu kota Venezuela, Caracas, berubah menjadi tegang dan penuh ketidakpastian pada Sabtu (3/1) malam.

Menyusul klaim mengejutkan dari Amerika Serikat mengenai operasi militer yang menargetkan kepala negara mereka, ratusan pendukung setia Presiden Nicolás Maduro langsung membanjiri area luar Istana Miraflores.

Aksi massa ini merupakan respons spontanitas rakyat yang menolak narasi intervensi asing. Meskipun laporan koresponden RIA Novosti menyebutkan bahwa situasi di pusat kota relatif masih tenang, konsentrasi massa di sekitar istana kepresidenan menunjukkan kesiagaan tingkat tinggi dalam mempertahankan simbol kedaulatan negara mereka dari apa yang mereka sebut sebagai agresi imperialis.

Pemicu utama gelombang massa ini adalah pengumuman bombastis dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pada hari yang sama, Trump mengumumkan kepada dunia bahwa pasukannya telah melancarkan operasi militer skala besar di Venezuela.

Tidak tanggung-tanggung, Trump mengklaim bahwa target utama operasi tersebut telah tercapai. Ia menyebutkan bahwa Nicolás Maduro beserta istrinya, Ibu Negara Cilia Flores, telah berhasil ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri untuk diadili.

Pemerintah AS bahkan telah menyiapkan skenario hukum di mana Maduro akan menjalani proses peradilan pidana di Pengadilan Distrik Selatan New York.

Di lapangan, media setempat melaporkan terdengarnya sejumlah ledakan di berbagai titik wilayah ibu kota saat serangan berlangsung. Spekulasi mengenai siapa eksekutor di balik operasi senyap ini pun bermunculan.

Seorang sumber anonim membocorkan adanya dugaan keterlibatan pasukan elit AS yang sangat disegani, yakni Delta Force, dalam misi ekstraksi tersebut.

Di tengah klaim sepihak AS, Pemerintah Venezuela berada dalam situasi yang sulit. Hingga saat ini, pihak istana menyatakan belum mengetahui keberadaan fisik Maduro.

Mereka mendesak Amerika Serikat untuk transparan dan segera memberikan bukti otentik terkait kondisi dan keselamatan pemimpin mereka.

Kementerian Luar Negeri Venezuela tidak tinggal diam. Mereka mengumumkan rencana serangan balik melalui jalur diplomasi dengan membawa masalah ini ke berbagai lembaga internasional.

Langkah paling konkret yang diambil adalah permintaan resmi kepada Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar sidang darurat guna membahas pelanggaran kedaulatan ini.

Konflik ini memancing reaksi keras dari sekutu strategis Venezuela, Rusia. Kementerian Luar Negeri Rusia dengan tegas menyatakan solidaritas penuh terhadap rakyat Venezuela. Moskow menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas kabar penangkapan Maduro dan istrinya.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Rusia memberikan peringatan keras kepada Washington. Mereka menegaskan bahwa jika laporan penangkapan itu benar, tindakan AS tersebut merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan sebuah negara yang berdaulat.

Rusia juga menyerukan agar eskalasi lebih lanjut terkait situasi di Venezuela dapat dicegah demi stabilitas keamanan global. Ketegangan ini dikhawatirkan dapat memicu konflik proksi baru yang lebih luas di kawasan Amerika Latin. [Sputnik].

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Mana Nicolas Maduro? Jaksa Agung Venezuela Desak AS Beri Bukti Presiden Masih Bernyawa

Di Mana Nicolas Maduro? Jaksa Agung Venezuela Desak AS Beri Bukti Presiden Masih Bernyawa

News | Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:53 WIB

Venezuela Menolak Takluk, Sebut Serangan AS Sebagai Perang Kolonial

Venezuela Menolak Takluk, Sebut Serangan AS Sebagai Perang Kolonial

News | Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:51 WIB

Pasukan AS Tangkap Nicolas Maduro, Trump Klaim Serangan Skala Besar Sukses

Pasukan AS Tangkap Nicolas Maduro, Trump Klaim Serangan Skala Besar Sukses

News | Sabtu, 03 Januari 2026 | 21:39 WIB

Trump 'Ngebet' Caplok 4 Juta Barel Minyak Venezuela, China dan Rusia Geram

Trump 'Ngebet' Caplok 4 Juta Barel Minyak Venezuela, China dan Rusia Geram

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 13:36 WIB

Iri dengan China? Trump 'Kebelet' Minta Harta Karun Mineral RI

Iri dengan China? Trump 'Kebelet' Minta Harta Karun Mineral RI

Bisnis | Rabu, 24 Desember 2025 | 08:38 WIB

Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?

Prabowo Mau Temui Donald Trump, Bahas 'Kesepakatan Baru' Tarif Dagang?

Bisnis | Selasa, 23 Desember 2025 | 13:23 WIB

Terkini

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

Daftar Harta yang Disita dari Tersangka Korupsi Dirjen SDA Kementerian PU

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:56 WIB

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:49 WIB

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

Update 9 WNI Bebas dari Israel, Kini Sudah Sampai Turki Bersama Ratusan Aktivis GSF

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:26 WIB

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

Kronologis 9 WNI Bebas dari Tentara Israel Setelah Diculik di Laut Menuju Gaza

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:18 WIB

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

Mengapa 9 WNI Ditangkap Militer Israel? Kronologi, Misi, dan Jerat Hukum Internasional

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:11 WIB

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

Menlu Sugiono Geram, Kutuk Tindakan Israel yang Rendahkan Martabat 9 WNI

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 22:05 WIB

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

Leony Vitria 'Kuliti' Borok Sampah Tangsel: Anggaran Miliaran, Hasilnya Nol Besar?

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:54 WIB

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

LKPP Akui Sistem Belum User Friendly, Padahal Anggaran Pengadaan Capai Rp1.200 Triliun

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:35 WIB

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

Sedang Tidur Pulas, Gunawan Dihujani 9 Bacokan Celurit di Kontrakan Tomang

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:24 WIB

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

Pelapor Mafia Tanah Malah jadi Tersangka, Kini Pasrah Kehilangan Harta

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 21:17 WIB