Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting

Senin, 12 Januari 2026 | 17:06 WIB
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri di Rakernas PDIP. (Foto dok. PDIP)
Baca 10 detik
  • PDIP menegaskan sikap mempertahankan Pilkada langsung sebagai instrumen penting kedaulatan rakyat pada Rakernas I, Senin (12/1/2026).
  • Partai mendorong transformasi Pilkada menjadi lebih berbiaya rendah melalui penerapan *e-voting* dan penegakan hukum ketat.
  • Tujuan utamanya adalah menjaga legitimasi pemimpin daerah berpihak pada rakyat, bukan pada pemilik modal atau kapital.

Suara.com - PDIP secara tegas menyatakan sikap politiknya untuk tetap mempertahankan sistem Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) secara langsung oleh rakyat.

Hal itu menjadi salah satu poin utama dalam Rekomendasi Eksternal Rakernas I PDI Perjuangan yang digelar di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Jakarta, Senin (12/1/2026).

Sikap politik partai berlambang banteng moncong putih tersebut dibacakan langsung oleh Ketua DPD PDIP Provinsi Aceh, Jamaluddin Idham.

Dalam pemaparannya, PDIP menilai bahwa Pilkada langsung adalah instrumen vital dalam menjaga kedaulatan rakyat serta menjamin legitimasi kepemimpinan di daerah.

"Rakernas I Partai menegaskan pentingnya menjaga hak kedaulatan Rakyat untuk menentukan pemimpinnya melalui pelaksanaan pilkada secara langsung guna memperkuat legitimasi dan kepastian masa jabatan yang bersifat tetap lima tahun," ujar Jamaluddin saat membacakan naskah rekomendasi di hadapan kader.

Selain mempertahankan sistem langsung, PDIP juga memberikan perhatian serius pada isu tingginya biaya politik yang selama ini menjadi tantangan demokrasi di Indonesia.

Sebagai solusi, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini mendorong adanya transformasi sistem pemungutan suara melalui teknologi dan penegakan hukum yang lebih ketat.

"Rakernas I Partai mendorong pelaksanaan pilkada yang berbiaya rendah antara lain menerapkan e-voting, penegakan hukum bagi pelanggaran pemilu seperti money politic, serta mencegah pembiayaan rekomendasi calon atau mahar politik," lanjutnya.

Lebih lanjut, Jamaluddin menjelaskan bahwa tujuan dari rekomendasi ini adalah untuk memastikan bahwa setiap pemimpin yang lahir dari proses Pilkada memiliki dedikasi penuh kepada rakyat, bukan kepada para penyokong modal atau pemilik kapital.

Baca Juga: Bivitri Susanti Nilai Pilkada Tidak Langsung Berisiko Membuat Pemimpin Abai ke Rakyat

PDIP menekankan pentingnya pembatasan biaya kampanye serta profesionalisme dari para penyelenggara pemilu.

"Setiap tahapan Pilkada harus memastikan kedaulatan ada di tangan Rakyat, bukan pada kekuatan kapital. Dengan penegakan hukum yang tegas terhadap politik uang, kita menjaga marwah demokrasi kita," tegasnya.

Melalui hasil Rakernas I ini, PDIP berharap kualitas demokrasi Indonesia semakin meningkat dengan sistem yang efisien, transparan, dan tetap menempatkan rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Benar-benar Asli Orang Jogja atau Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Warna Helm Motor Favorit Ungkap Karakter Pasangan Ideal, Tipe Mana Idamanmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kim Seon-ho atau Cha Eun-woo? Cari Tahu Aktor Korea yang Paling Cocok Jadi Pasanganmu!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tes Kepintaran GTA Kamu Sebelum Grand Theft Auto 6 Rilis!
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Kamu Tipe Red Flag, Green Flag, Yellow Flag atau Beige Flag?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Kabar Kamu Hari Ini? Cek Pesan Drakor untuk Hatimu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tablet Apa yang Paling Cocok sama Gaya Hidup Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI