Iran Bergejolak, DPR Peringatkan 'Aktor Asing' dan Desak Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Jum'at, 16 Januari 2026 | 16:23 WIB
Iran Bergejolak, DPR Peringatkan 'Aktor Asing' dan Desak Pemerintah Siapkan Evakuasi WNI
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono. (Suara.com/Bagaskara)
  • Komisi I DPR RI menyatakan demonstrasi di Iran adalah dinamika politik domestik dan menghormati kedaulatan negara tersebut.
  • Indonesia memberikan peringatan keras terhadap potensi intervensi asing yang dapat memperkeruh dan memperluas instabilitas di Iran.
  • Prioritas utama Indonesia adalah memastikan keselamatan WNI di Iran dan mendesak pemerintah menyiapkan skenario evakuasi jika perlu.

Suara.com - Gejolak politik yang memanas di Iran mendapat perhatian serius dari parlemen Indonesia. Komisi I DPR RI, yang membidangi urusan luar negeri dan pertahanan, secara tegas menyatakan sikapnya terkait gelombang demonstrasi yang terjadi di negara tersebut, sambil menyoroti potensi intervensi asing yang dapat memperkeruh suasana.

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa Indonesia memandang dinamika yang terjadi di Iran sebagai urusan domestik murni.

Mengacu pada prinsip kedaulatan internasional yang dipegang teguh, Indonesia menghormati penuh hak Iran untuk menyelesaikan persoalan internalnya tanpa campur tangan dari pihak luar manapun.

"Komisi I DPR RI memandang aksi demonstrasi yang terjadi di Iran sebagai bagian dari dinamika politik domestik negara tersebut. Setiap bangsa memiliki hak dan mekanisme internal dalam menyelesaikan persoalan politik maupun sosialnya. Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi prinsip nonintervensi dalam hubungan internasional tentu menghormati kedaulatan Iran untuk mengatur urusan dalam negerinya sendiri," ujar Dave Laksono dalam keterangannya, Jumat (16/1/2026).

Lebih dari sekadar menghormati kedaulatan, Dave juga memberikan peringatan keras terhadap adanya dorongan dari aktor-aktor eksternal yang menginginkan eskalasi demonstrasi di Iran.

Menurutnya, keterlibatan pihak asing dalam urusan dalam negeri sebuah negara berdaulat adalah langkah berbahaya yang justru berisiko memperburuk situasi dan memicu instabilitas yang lebih luas.

Ia menekankan bahwa sikap Indonesia tetap konsisten berpegang pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, yang menolak intervensi namun aktif dalam upaya perdamaian global.

"Terkait adanya pernyataan dari pihak luar yang mendorong agar demonstrasi terus berlanjut, kami menilai bahwa setiap bentuk intervensi asing terhadap urusan domestik suatu negara berpotensi memperkeruh keadaan. Indonesia konsisten pada prinsip politik luar negeri bebas aktif, yang berarti kita tidak ikut campur dalam urusan internal negara lain, namun tetap aktif mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas kawasan," tegasnya.

Di tengah sikap diplomatis tersebut, prioritas utama Indonesia tidak pernah bergeser: keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI).

Dave Laksono mendesak Pemerintah, khususnya melalui Kementerian Luar Negeri, untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan situasi di lapangan.

Menurutnya, jika eskalasi konflik menunjukkan tanda-tanda yang membahayakan keselamatan WNI, maka skenario terburuk seperti evakuasi harus segera disiapkan dan dipertimbangkan secara matang.

"Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri perlu terus memantau perkembangan situasi di Iran secara intensif, sekaligus memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di sana. Keselamatan WNI selalu menjadi prioritas utama. Jika situasi di lapangan menunjukkan eskalasi yang membahayakan, maka opsi evakuasi harus dipertimbangkan secara serius dengan koordinasi penuh antara pemerintah Indonesia dan perwakilan RI di Iran," lanjutnya.

Komisi I DPR RI memastikan akan memberikan dukungan penuh terhadap setiap langkah diplomatik yang diambil pemerintah, selama langkah tersebut bertujuan untuk melindungi kepentingan nasional dan keselamatan WNI, sambil tetap menjaga hubungan baik dengan Iran.

"Komisi I DPR RI mendukung langkah-langkah pemerintah yang mengedepankan perlindungan WNI, menjaga hubungan diplomatik yang baik, serta tetap berpegang pada prinsip non-intervensi. Intinya, Indonesia harus bersikap tegas dalam melindungi kepentingan nasional, namun tetap diplomatis dalam menyikapi dinamika politik di negara lain," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Stabil Pasca Kenaikan Ekstrem Imbas Krisis Iran, AS dan Venezuela

Harga Minyak Stabil Pasca Kenaikan Ekstrem Imbas Krisis Iran, AS dan Venezuela

Bisnis | Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:33 WIB

Apa yang Terjadi di Iran? Protes Rakyat, Internet Diputus, Dunia Bereaksi

Apa yang Terjadi di Iran? Protes Rakyat, Internet Diputus, Dunia Bereaksi

Your Say | Jum'at, 16 Januari 2026 | 10:07 WIB

Iran Hubungi China, Bahas Ancaman Militer AS Pasca Manuver USS Abraham Lincoln

Iran Hubungi China, Bahas Ancaman Militer AS Pasca Manuver USS Abraham Lincoln

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 08:09 WIB

AS Dilaporkan Siapkan Serangan Kilat ke Iran, Sikap Trump Tentukan Perang Dunia?

AS Dilaporkan Siapkan Serangan Kilat ke Iran, Sikap Trump Tentukan Perang Dunia?

News | Jum'at, 16 Januari 2026 | 06:00 WIB

AS Kirim USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah, Ancam Keamanan Iran?

AS Kirim USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah, Ancam Keamanan Iran?

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 18:12 WIB

Eskalasi AS-Iran: Ada Operasi Intelijen Israel di Balik Protes Rakyat Iran?

Eskalasi AS-Iran: Ada Operasi Intelijen Israel di Balik Protes Rakyat Iran?

Your Say | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:07 WIB

Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia

Tensi Iran Mereda, Harga Minyak Dunia Anjlok Lebih dari 2 Persen di Pasar Asia

Bisnis | Kamis, 15 Januari 2026 | 11:27 WIB

Terkini

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:06 WIB

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap

News | Minggu, 19 April 2026 | 20:04 WIB

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 19:13 WIB

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:56 WIB

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:49 WIB

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:41 WIB

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:19 WIB

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

Uya Kuya Polisikan Akun Threads Soal Hoaks 750 Dapur MBG, Ini Detail Laporannya

News | Minggu, 19 April 2026 | 18:07 WIB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:30 WIB

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

KPK Bongkar Motif Korupsi Kepala Daerah: Bukan Cuma Biaya Politik, Ada yang Demi THR Pribadi

News | Minggu, 19 April 2026 | 17:10 WIB