Hasto: Hidup Butuh Gemblengan Agar Keluar Pamor, Ajak Lestarikan Tosan Aji Teladani Laku Bima

Bangun Santoso

Minggu, 18 Januari 2026 | 10:50 WIB
Hasto: Hidup Butuh Gemblengan Agar Keluar Pamor, Ajak Lestarikan Tosan Aji Teladani Laku Bima
Sekjen Senapati Nusantara, Hasto Kristiyanto. (Ist)
baca 10 detik
  • Sekjen Senapati Nusantara, Hasto Kristiyanto, membuka Rapat Kerja Agung bertema 'Memperkuat Sinergi Melestarikan Tradisi' di Sleman, DIY, pada 18 Januari 2026.
  • Hasto menekankan pelestarian Tosan Aji harus berlandaskan pesan Bung Karno tentang kepribadian budaya dan kedaulatan bangsa.
  • Rapat Kerja Agung bertujuan merumuskan program strategis sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan para pelestari Tosan Aji.

Suara.com - Sekretaris Jenderal Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara) Hasto Kristiyanto membuka secara resmi Rapat Kerja Agung dengan tema ‘Memperkuat Sinergi Melestarikan Tradisi’.

Acara berlangsung di Pendapa Kridha Manunggal Budaya, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (18/1/2026).

Dalam sambutannya yang sarat makna filosofis, Hasto menegaskan bahwa kelahiran paguyuban Senapati Nusantara berakar pada pesan Bung Karno tentang bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Ia menekankan, semangat inilah yang harus terus hidup dalam upaya pelestarian Tosan Aji. Hasto merujuk pada kisah pewayangan Bima mencari Banyu Perwitosari dan perjuangan Pangeran Diponegoro.

Ia menyamakan perjalanan Bima yang digembleng melalui berbagai rintangan hingga menemukan hakikat “Manunggaling Kawula Gusti” dengan laku para empu dan pelestari Tosan Aji.

“Cerita ini relevan dengan Tosan Aji. Karena jalan ksatria itu adalah jalan penuh gemblengan lahir batin, ilmu kalakone kanthi laku,” ujarnya.

Hasto menjelaskan, sebagaimana Bima digembleng keyakinan dan perjuangan melawan hawa nafsu, para pelestari budaya juga melalui proses penggemblengan untuk menemukan esensi dan pamor, baik dalam hidup maupun dalam karya.

Menurut Hasto, Tosan Aji bukan sekadar benda pusaka. Proses penemuannya, di mana berbagai elemen logam digembleng menjadi satu hingga muncul pamor, adalah metafora kehidupan.

“Siapapun yang akan menjadi orang, maka hidupnya juga melalui gemblengan-gemblengan itu agar keluar pamornya,” tegasnya.

baca juga

Proses ini, lanjutnya, disertai dengan ‘laku’ spiritual sang empu, sehingga menciptakan kecocokan secara spiritual antara benda dan pemiliknya.

Hasto juga mengaitkan kebudayaan Nusantara, termasuk gamelan yang dijuluki ‘the most democratic music’ oleh diplomat asing, dengan visi Bung Karno. Ia mengingatkan bagaimana Bung Karno mengirim Gending Ketawang Puspawarna ke angkasa luar sebagai representasi peradaban Indonesia.

“Ini menggambarkan tentang Indonesia kita di jagat semesta,” katanya.

Terkait tema ‘Melestarikan Tradisi’, Hasto menolak anggapan bahwa pelestarian bertentangan dengan pengembangan. Justru, menurutnya, di dalam pelestarian terkandung konsep pengembangan (sense of development). Kekuatan suatu organisasi atau bangsa untuk bertahan lama, terletak pada ideologi yang melandasinya.

“Senapati Nusantara ini juga punya ideologi inti yang diambil, dipelajari dari seluruh falsafah, khazanah, sampai pada metodologi yang menghasilkan nilai-nilai tentang Tosan Aji ini,” paparnya.

Sekjen DPP PDI Perjuangan ini pun menyebut, para pengrajin dan pelestari dalam paguyuban ini tumbuh dari kalangan rakyat dengan jiwa berdikari dan tekad tunggal: menjaga Indonesia Raya melalui Tosan Aji. Dengan semangat militansi, Hasto menyampaikan bahwa para pelestari Tosan Aji siap menjaga kedaulatan bangsa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Adian Napitupulu Minta PT Antam Gerak Cepat Evakuasi Korban Asap Tambang Pongkor

Adian Napitupulu Minta PT Antam Gerak Cepat Evakuasi Korban Asap Tambang Pongkor

News | Minggu, 18 Januari 2026 | 08:38 WIB

Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?

Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:51 WIB

Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya

Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya

News | Rabu, 14 Januari 2026 | 20:26 WIB

PDIP Ambil Posisi Penyeimbang, Pengamat Ingatkan Risiko Hanya Jadi Pengkritik

PDIP Ambil Posisi Penyeimbang, Pengamat Ingatkan Risiko Hanya Jadi Pengkritik

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 15:25 WIB

Tak Hanya PDIP, Komisi II DPR Klaim Bakal Tampung Usulan Golkar hingga Gerindra Soal Model Pilkada

Tak Hanya PDIP, Komisi II DPR Klaim Bakal Tampung Usulan Golkar hingga Gerindra Soal Model Pilkada

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 13:58 WIB

PDIP Pilih Jadi 'Penyeimbang': Strategi Cerdas atau Sekadar Oposisi Abu-Abu?

PDIP Pilih Jadi 'Penyeimbang': Strategi Cerdas atau Sekadar Oposisi Abu-Abu?

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 13:32 WIB

Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, PDIP Intens Lobi Partai Lain di Parlemen

Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, PDIP Intens Lobi Partai Lain di Parlemen

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 07:11 WIB

Terkini

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

×