Dunia Diambang Perang Dunia III, Situasinya Kini Mirip Jelang Perang Dunia I dan II

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 19 Januari 2026 | 14:34 WIB
Dunia Diambang Perang Dunia III, Situasinya Kini Mirip Jelang Perang Dunia I dan II
Ilustrasi perang dunia ke-3. [Ist]
  • SBY menilai dinamika global saat ini serupa pemicu Perang Dunia I dan II, dengan waktu diplomasi perdamaian semakin sempit.
  • Empat ciri utama munculnya pemimpin haus perang, persekutuan saling berhadapan, mobilisasi militer, dan geopolitik sangat panas.
  • SBY memperingatkan perang total berpotensi memusnahkan peradaban jika melibatkan penggunaan senjata nuklir antarnegara.

Suara.com - Melalui Narasi di akun resmi X Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai, dunia saat ini tengah menunjukkan tanda-tanda yang identik dengan situasi menjelang pecahnya Perang Dunia I (1914-1918) dan Perang Dunia II (1939-1945).

Menurut SBY, meski peluang untuk mencegah perang besar masih ada, celah waktu untuk melakukan diplomasi perdamaian terasa semakin sempit dari hari ke hari.

Ia menyoroti empat ciri utama yang membuat dinamika global saat ini sangat mirip dengan pemicu dua perang besar di abad ke-20.

Munculnya Kepemimpinan yang ‘Haus Perang’

SBY mengamati adanya kemunculan tokoh-tokoh kuat di panggung dunia yang memiliki kecenderungan agresif dan ambisius secara militer. Karakter kepemimpinan yang ia sebut "haus perang" ini dipandang sebagai salah satu faktor risiko terbesar yang dapat memicu konfrontasi fisik antarnegara.

Terbentuknya Persekutuan Negara yang Saling Berhadapan

Sama halnya dengan pengelompokan negara-negara pada masa lalu (seperti Blok Sekutu dan Poros), SBY melihat saat ini dunia kembali terbelah ke dalam persekutuan-persekutuan negara yang saling berhadapan secara frontal. Polarisasi ini dinilai mempercepat eskalasi konflik jika terjadi gesekan di satu titik wilayah.

Mobilisasi Militer dan Ekonomi Perang Secara Masif

Ciri ketiga yang sangat menonjol adalah pembangunan kekuatan militer besar-besaran secara global. SBY mencatat, negara-negara tidak hanya berlomba dalam kecanggihan senjata, tetapi juga mulai menyiapkan struktur ekonomi dan mesin industri mereka untuk mendukung kebutuhan perang jangka panjang.

Geopolitik yang Panas

Ketegangan di berbagai wilayah strategis dunia saat ini dianggap telah mencapai titik didih. SBY menyebut situasi geopolitik sekarang benar-benar panas, di mana perselisihan kepentingan antar negara besar tidak lagi bisa diselesaikan melalui jalur diplomasi biasa.

Ancaman Pemusnahan Peradaban

Lebih lanjut, SBY mengingatkan bahwa jika perang total ini benar-benar pecah dan melibatkan senjata nuklir, dampaknya akan jauh lebih mengerikan dibanding perang-perang sebelumnya.

Ia merujuk pada berbagai studi yang memprediksi bahwa perang nuklir dapat memusnahkan harapan manusia dan menyebabkan kematian lebih dari lima miliar jiwa.

Dalam narasi yang ditulisnya, SBY juga menyayangkan sikap bangsa-bangsa di dunia yang seolah tidak belajar dari sejarah. Ia menyebut, meski tanda-tanda perang sudah terlihat nyata di depan mata, kesadaran dan langkah konkret untuk mencegah bencana tersebut justru tampak minim.

"Mungkin bangsa-bangsa sedunia tidak peduli, atau tidak berdaya, atau mungkin tidak mampu untuk mencegahnya," tulis SBY pada akun resmi X, Senin (19/1/2026).

SBY mengingatkan bahwa jika Perang Dunia III benar-benar terjadi, dunia akan menghadapi prahara besar yang bisa berujung pada kehancuran peradaban, terutama jika melibatkan senjata nuklir.

Ia mendesak adanya langkah nyata dan kesadaran kolektif dari para pemimpin dunia sebelum ruang untuk mencegahnya benar-benar tertutup rapat. (Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

SBY Ingatkan Bahaya Perang Dunia III: 5 Miliar Nyawa Terancam, Peradaban Bisa Musnah!

SBY Ingatkan Bahaya Perang Dunia III: 5 Miliar Nyawa Terancam, Peradaban Bisa Musnah!

News | Senin, 19 Januari 2026 | 12:05 WIB

Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD

Mendedah Alasan Demokrat Putar Haluan Buka Pintu Pilkada Lewat DPRD

Liks | Rabu, 14 Januari 2026 | 14:52 WIB

Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo

Demokrat Bicara Soal Sikap SBY Terkait Pilkada Dipilih DPRD: Serahkan Ke AHY, Ikuti Langkah Prabowo

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 17:46 WIB

Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY

Dede Yusuf Jelaskan Makna 'Matahari Satu' SBY: Demokrat Satu Komando di Bawah AHY

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 17:36 WIB

SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY

SBY: Matahari di Partai Demokrat Hanya Satu, Mas AHY

News | Selasa, 13 Januari 2026 | 10:16 WIB

SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital

SBY dan Hoax Ijazah Jokowi, Manuver Demokrat di Pusaran Politik Digital

Liks | Kamis, 08 Januari 2026 | 08:21 WIB

Perang Lawan Hoax SBY: Demokrat Polisikan 4 Akun YouTube dan TikTok, Ini Daftarnya

Perang Lawan Hoax SBY: Demokrat Polisikan 4 Akun YouTube dan TikTok, Ini Daftarnya

News | Selasa, 06 Januari 2026 | 18:21 WIB

Terkini

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

Pakar Ungkap Trik Licik Sindikat Judol Hayam Wuruk Lolos dari Blokir Pemerintah

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 08:15 WIB

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

Buntut Ucapan 'Cuma Perasaan Adik-adik Saja', MC LCC Empat Pilar Kalbar Akhirnya Minta Maaf

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:48 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

Menteri Perang AS Ngamuk ke Senat Saat Minta Rp24 Ribu T untuk Kalahkan Iran

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 06:47 WIB

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:10 WIB

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:36 WIB

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 21:19 WIB

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:54 WIB

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:47 WIB

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 20:37 WIB