Kado Ultah ke-79 Megawati: PDIP 'Banjiri' Indonesia dengan Gerakan Tanam Pohon

Bangun Santoso | Bagaskara Isdiansyah | Suara.com

Jum'at, 23 Januari 2026 | 10:05 WIB
Kado Ultah ke-79 Megawati: PDIP 'Banjiri' Indonesia dengan Gerakan Tanam Pohon
Ilustrasi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Suara.com/Aldie)
  • Perayaan ultah ke-79 Megawati pada 23 Januari 2026 diganti gerakan "Merawat Pertiwi" berupa aksi lingkungan serentak kader PDIP.
  • Gerakan ini menjadi pernyataan politik PDIP tentang komitmen melestarikan lingkungan sesuai rekomendasi Rakernas dan ideologi Pancasila.
  • Aksi nyata kader meliputi penanaman pohon, pembersihan sungai, serta pelepasan benih ikan, selaras visi Megawati sejak 2020.

Suara.com - Ada yang berbeda dari perayaan hari ulang tahun (ultah) ke-79 Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, pada Jumat (23/1/2026). Alih-alih pesta meriah, seluruh kader partai di penjuru negeri justru memberikan 'kado' istimewa berupa gerakan masif bertajuk "Merawat Pertiwi".

Gerakan ini diwujudkan dalam aksi nyata menanam pohon, membersihkan sungai, hingga menyelamatkan mata air secara serentak di seluruh Indonesia.

Ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pernyataan politik yang kuat dari partai berlambang banteng tersebut di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim dan bencana alam.

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa tradisi merayakan ulang tahun Megawati dengan aksi peduli lingkungan telah menjadi kultur partai.

Menurutnya, gerakan "Merawat Pertiwi" adalah cerminan dari komitmen politik Presiden Kelima RI itu dalam menjaga kelestarian bumi.

"Selama ini Ibu Megawati mengampanyekan Merawat Pertiwi sebagai sebuah gerakan kultural dan komitmen politik yang diusung oleh Ibu Megawati bersama PDI Perjuangan dalam upaya melestarikan lingkungan hidup di Indonesia. Mengingat berbagai kejadian bencana di berbagai wilayah di Indonesia, gerakan ini semakin relevan," kata Hasto kepada wartawan, Jumat (23/1/2026).

Hasto menegaskan bahwa komitmen ini bukan lagi sekadar imbauan, melainkan telah menjadi keputusan resmi partai yang tertuang dalam rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP yang digelar pekan lalu.

Bagi PDIP, menjaga keselamatan rakyat dan kelestarian lingkungan kini menjadi prioritas utama yang tak bisa ditawar.

Sikap tegas ini, lanjut Hasto, berakar pada ideologi Pancasila dan ajaran Trisakti Bung Karno, yang memandang manusia dan alam sebagai satu kesatuan tak terpisahkan.

"Partai berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan hidup dan keselamatan Rakyat sebagai prioritas utama menghadapi bencana alam, khususnya perubahan iklim. Berpijak pada Pancasila dan ajaran Trisakti Bung Karno, Partai memandang bahwa manusia dan alam adalah satu kesatuan kehidupan, sehingga pembangunan yang merusak lingkungan, merampas ruang hidup Rakyat, dan mengorbankan generasi mendatang merupakan bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan dan amanat Konstitusi," ujar Hasto mengutip salah satu poin rekomendasi Rakernas.

Sebagai implementasi dari 'kado' tersebut, ribuan kader bergerak menanam pohon di lahan-lahan kritis, menyusuri daerah aliran sungai (DAS) untuk membersihkannya dari sampah, hingga menanam mangrove di pesisir. Aksi ini menjadi simbol konkret dari ajakan Megawati kepada seluruh elemen bangsa.

"Kegiatannya antara lain dengan menanam pohon, mangrove, dan membersihkan sungai, serta menyelamatkan mata air. Ibu Megawati mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan sekitar sebagai bagian dari karakter bangsa," jelas Hasto.

Tak hanya itu, para kader juga memperkuat ekosistem dengan melepasliarkan benih ikan ke sungai dan aneka jenis burung ke habitatnya.

Hasto menyebut, gerakan yang telah diinisiasi sejak tahun 2020 ini membuktikan bahwa politik bagi Megawati jauh melampaui urusan perebutan kekuasaan semata.

"Gerakan merawat Pertiwi ini sudah dilakukan sejak tahun 2020, mencerminkan filosofi politik yang tidak hanya soal kekuasaan, tetapi juga tanggung jawab terhadap keberlangsungan alam bagi generasi mendatang. Itu yang selalu ditekankan Ibu Megawati," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PDIP Tegaskan Kedekatan Megawati-Prabowo Tak Ubah Sikap Tolak Pilkada Tidak Langsung

PDIP Tegaskan Kedekatan Megawati-Prabowo Tak Ubah Sikap Tolak Pilkada Tidak Langsung

News | Kamis, 22 Januari 2026 | 20:52 WIB

Top Skor Sementara Proliga 2026 Putri Usai Seri Medan: Megawati Hangestri Tembus 10 Besar

Top Skor Sementara Proliga 2026 Putri Usai Seri Medan: Megawati Hangestri Tembus 10 Besar

Sport | Kamis, 22 Januari 2026 | 20:32 WIB

Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Megawati Hangestri Pimpin Jakarta Pertamina Enduro Lawan Tuan Rumah

Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Megawati Hangestri Pimpin Jakarta Pertamina Enduro Lawan Tuan Rumah

Sport | Kamis, 22 Januari 2026 | 06:48 WIB

PDIP Rombak Anggotanya di DPR, 15 Legislator Pindah Komisi

PDIP Rombak Anggotanya di DPR, 15 Legislator Pindah Komisi

News | Rabu, 21 Januari 2026 | 09:55 WIB

Hasto: Hidup Butuh Gemblengan Agar Keluar Pamor, Ajak Lestarikan Tosan Aji Teladani Laku Bima

Hasto: Hidup Butuh Gemblengan Agar Keluar Pamor, Ajak Lestarikan Tosan Aji Teladani Laku Bima

News | Minggu, 18 Januari 2026 | 10:50 WIB

Adian Napitupulu Minta PT Antam Gerak Cepat Evakuasi Korban Asap Tambang Pongkor

Adian Napitupulu Minta PT Antam Gerak Cepat Evakuasi Korban Asap Tambang Pongkor

News | Minggu, 18 Januari 2026 | 08:38 WIB

Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?

Berani Lawan Arus Sendirian, Mampukah PDIP Jegal Wacana Pilkada via DPRD di Parlemen?

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 14:51 WIB

Terkini

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:42 WIB

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

Mengenal Amal Khalil, Jurnalis Pemberani yang Dibunuh Israel di Lebanon

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:18 WIB

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:12 WIB

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

Pria Yahudi Ditangkap karena Pakai Kippah Bergambar Bendera Israel dan Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:57 WIB

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

Berlabel Pupuk! Polisi Sita 1,9 Ton Sianida Asal Filipina dari Kapal yang Kandas di Gorontalo

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:47 WIB

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

Tentara Khusus AS Ditangkap Usai Skandal Tahuran Rp 6,9 Miliar dalam Penangkapan Presiden Maduro

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:33 WIB

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Italia Respon Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:21 WIB

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

Kenapa Indonesia Tidak Bisa Pungut Tarif di Selat Malaka, Akal-akalan Malaysia atau Tabrak Hukum?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:15 WIB

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

263 Napi Risiko Tinggi Dipindah ke Nusakambangan, Terbanyak Asal Riau!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 07:11 WIB