12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu

Bernadette Sariyem

Selasa, 27 Januari 2026 | 19:27 WIB
12 Aparat Hukum Diduga Perkosa Seorang Ibu di Papua, Saksi Mata Ungkap Kronologi Pilu
Foto mama-mama Papua, dan satu di antaranya adalah korban dugaan pemerkosaan prajurit TNI. [dokumentasi]
baca 10 detik
  • Dugaan pemerkosaan terjadi pada 13 Januari 2026 terhadap Ibu HW oleh 12 oknum TNI di Beoga, Papua Tengah.
  • Korban diserang saat pulang berbelanja di sekitar Kali Dinimun oleh aparat dari Pos Dambet yang sedang operasi.
  • Aktivis mendesak Presiden dan PBB melakukan investigasi internasional atas dugaan pelanggaran HAM berulang di Papua.

Saksi berupaya memberikan pertolongan, namun niat tersebut terhalang oleh penjagaan ketat aparat di sekitar lokasi kejadian perkara (TKP).

Saksi mengaku tidak berani mendekat karena merasa keselamatannya terancam oleh todongan senjata aparat.

"Saksi mengaku berada dalam kondisi terancam dan berisiko," ungkap laporan yang diterima redaksi.

Setelah melakukan aksinya, para terduga pelaku meninggalkan korban di pinggir Kali Dinimun dan melanjutkan operasi militer mereka di wilayah sekitar.

Saksi yang kemudian mendekat mendapati Ibu HW dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Mengingat keterbatasan akses layanan kesehatan di Distrik Beoga yang masih minim, saksi membawa korban kembali ke keluarganya di Kampung Meningimte untuk mendapatkan perawatan medis secara tradisional.

Desakan untuk Presiden Prabowo dan PBB

Menanggapi kejadian ini, Human Rights Defender (HRD) menyatakan bahwa peristiwa ini bukanlah kasus tunggal yang berdiri sendiri.

HRD menilai tindakan ini merupakan bagian dari pola pelanggaran serius yang terus berulang di wilayah konflik Papua, yang mencakup penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, hingga kekerasan seksual terhadap perempuan.

baca juga

Atas dasar tersebut, pihak HRD melayangkan desakan keras kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Mereka menuntut pemerintah segera membuka akses kemanusiaan dan mengizinkan investigasi internasional masuk ke Papua, khususnya bagi Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Beberapa poin tuntutan utama yang diajukan antara lain:

  1. Menuntut penyelidikan independen dan transparan atas dugaan pelanggaran HAM oleh aparat militer.
  2. Mendesak penarikan pasukan militer dari pemukiman warga sipil di seluruh wilayah Papua.
  3. Mengembalikan fungsi fasilitas sipil seperti sekolah, rumah sakit, gereja, dan kantor sipil yang saat ini digunakan sebagai markas militer.
  4. Mendesak dialog damai antara Jakarta dan Papua yang dimediasi oleh pihak ketiga yang netral, melibatkan pemerintah Indonesia dan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Respons Kodam XVII/Cenderawasih

Terkait laporan yang beredar luas ini, pihak militer telah memberikan tanggapan awal.

Kepala Penerangan (Kapendam) Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto, saat dikonfirmasi Suara Papua melalui pesan WhatsApp, mempertanyakan asal informasi mengenai dugaan keterlibatan anggotanya tersebut.

“Siang kak. Mohon maaf, info tsb [tersebut] dari mana kak?” tukas Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto singkat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Korban Pemerkosaan Mei 1998 Alami Teror Berlapis, Dilarang Lapor Oleh Pejabat Negara

Korban Pemerkosaan Mei 1998 Alami Teror Berlapis, Dilarang Lapor Oleh Pejabat Negara

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 17:10 WIB

Saksi TGPF Ungkap Alasan Kasus Pemerkosaan Massal Mei 1998 Sulit Diproses Hukum

Saksi TGPF Ungkap Alasan Kasus Pemerkosaan Massal Mei 1998 Sulit Diproses Hukum

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 16:43 WIB

Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum

Sidang Gugatan Ucapan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 98: Psikolog UI Ditegur Hakim karena Minum

News | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:15 WIB

Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI

Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI

News | Senin, 12 Januari 2026 | 14:25 WIB

Viral Bareng Sal Priadi, Kasus Sitok Srengenge Ternyata Mangkrak

Viral Bareng Sal Priadi, Kasus Sitok Srengenge Ternyata Mangkrak

Entertainment | Jum'at, 02 Januari 2026 | 19:39 WIB

KSAD Minta Media Ekspos Kerja Pemerintah Tangani Bencana Sumatra

KSAD Minta Media Ekspos Kerja Pemerintah Tangani Bencana Sumatra

News | Jum'at, 19 Desember 2025 | 16:52 WIB

LPSK Ajukan Restitusi Rp1,6 Miliar untuk Keluarga Prada Lucky yang Tewas Dianiaya Senior

LPSK Ajukan Restitusi Rp1,6 Miliar untuk Keluarga Prada Lucky yang Tewas Dianiaya Senior

News | Kamis, 18 Desember 2025 | 16:26 WIB

Viral Prajurit TNI Makan Mie Beralaskan Kardus Bekas Disela-sela Penyelamatan Korban Banjir Sumatra

Viral Prajurit TNI Makan Mie Beralaskan Kardus Bekas Disela-sela Penyelamatan Korban Banjir Sumatra

Video | Sabtu, 13 Desember 2025 | 13:00 WIB

Terkini

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

Jokowi Bakal Hadir di Sidang Ijazah Palsu, Budi Arie Beberkan Persiapan Ayah Gibran

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:00 WIB

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Ini Cara Minum Dirty Latte Si Kopi yang Lagi Viral, Jangan Asal Aduk!

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 17:59 WIB

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Binance Pulihkan Dana Peretasan Kripto Senilai USD 6,3 Miliar, FBI Tuduh Hacker Korut

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:54 WIB

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Delapan Belas Cerita, Delapan Belas Cara Mempermainkan Pikiran Pembaca

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 17:50 WIB

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Perluas Pasar UMKM, Pertamina Hadirkan SMEXPO 2026 di Bekasi

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:35 WIB

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Kambang Iwak Diterjang Pohon Tumbang, Palembang Hadapi Ancaman Pohon Tua saat Musim Hujan

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Wapres Apresiasi Ibu-Ibu Pengelola Bank Sampah Binaan Pertamina di Cilacap

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

Siapa Berani Pasang Banner Oligarki Bajingan di BSD? Begini Kesaksian Jukir

News | Minggu, 01 November 2026 | 17:30 WIB

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Hadir di Acara Sumpah Pemuda Berujung Kontroversi, Raffi Ahmad: Ini Jadi Pelajaran!

Video | Minggu, 01 November 2026 | 17:28 WIB

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

PLN Raih Dua Penghargaan UN Women Indonesia, Perkuat Komitmen Pemberdayaan Perempuan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 17:22 WIB

×