BMKG Respons Viralnya Narasi Negatif Tentang Modifikasi Cuaca

Bella, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:22 WIB
BMKG Respons Viralnya Narasi Negatif Tentang Modifikasi Cuaca
Pesawat PK-DPI lepas landar untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (10/7/2025). [ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/rwa]
baca 10 detik

BMKG merilis pernyataan resmi pada Rabu (28/1/2026) menegaskan Operasi Modifikasi Cuaca adalah mitigasi bencana berbasis sains.

 

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merespons narasi liar di media sosial yang menyebut bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) memiliki risiko berbahaya layaknya bom waktu jika dilakukan terus-menerus.

Lewat pernyataan resmi yang dirilis Rabu (28/1/2026), BMKG menegaskan bahwa OMC di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.

Langkah ini diambil sebagai respons paralel terhadap penurunan daya dukung lingkungan serta meningkatnya ancaman perubahan iklim yang kian nyata. 

BMKG juga menjelaskan bahwa tudingan mengenai OMC yang memicu kondisi cuaca tidak stabil hingga pembentukan cold pool atau kolam dingin adalah sebuah kekeliruan.

Fenomena cold pool dipastikan sebagai proses meteorologi yang sepenuhnya alami, terjadi saat air hujan menguap di bawah awan badai dan mendinginkan udara.

"Seyogyanya, setiap kali terjadi hujan secara alami, tanpa campur tangan manusia, cold pool pasti terbentuk secara alami," bunyi pernyataan dari laman resmi BMKG.

BMKG menekankan bahwa mengaitkan fenomena alami tersebut sebagai efek samping berbahaya dari modifikasi cuaca tidak memiliki dasar sains yang kuat.

Teknik penyemaian awan atau cold seeding yang digunakan saat ini tidak menumbuhkan awan baru, melainkan hanya bekerja pada awan yang sudah ada di alam.

Implementasi OMC bertujuan murni untuk perlindungan masyarakat dengan cara menambah atau mengurangi intensitas curah hujan di wilayah tertentu.

baca juga

"Ditinjau dari skala energi, teknologi manusia saat ini belum mampu menciptakan massa udara dingin dalam skala besar," lanjut pernyataan resmi BMKG dari laman mereka.

Terkait kekhawatiran pemindahan hujan yang memicu banjir di wilayah tetangga, BMKG memaparkan penggunaan metode Jumping Process dan Competition Method.

Melalui Jumping Process, tim menyemai awan dari arah laut menggunakan radar agar hujan jatuh di perairan sebelum mencapai daratan yang padat penduduk.

Sementara itu, metode kompetisi dilakukan untuk mengganggu pertumbuhan awan di atas daratan agar tidak berkembang menjadi awan Cumulonimbus yang masif.

BMKG juga mengingatkan bahwa faktor utama banjir di wilayah seperti Jabodetabek adalah hilangnya sekitar 800 situ sejak tahun 1930-an yang mengurangi daerah resapan.

Oleh karena itu, penataan lingkungan tetap menjadi hal utama yang harus dilakukan pemerintah dan masyarakat secara paralel, dengan penguatan kapasitas modifikasi cuaca.

Pengelolaan risiko cuaca melalui OMC sendiri menjadi krusial karena potensi terjadinya hujan ekstrem akan terus meningkat akibat perubahan iklim global.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Banjir Jakarta Meluas: 35 RT dan 10 Ruas Jalan Tergenang, Jaktim Terparah

Banjir Jakarta Meluas: 35 RT dan 10 Ruas Jalan Tergenang, Jaktim Terparah

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 14:29 WIB

Normalisasi Kali Ciliwung Dilanjutkan, Kadis SDA: Bisa Tekan Risiko Banjir 40 Persen

Normalisasi Kali Ciliwung Dilanjutkan, Kadis SDA: Bisa Tekan Risiko Banjir 40 Persen

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 14:22 WIB

Jelang Vonis 60 Terdakwa Aksi Demo, PN Jakut Dipenuhi Karangan Bunga: Bebaskan Tahanan Politik!

Jelang Vonis 60 Terdakwa Aksi Demo, PN Jakut Dipenuhi Karangan Bunga: Bebaskan Tahanan Politik!

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 13:44 WIB

Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung Ditawari Sewa Rusun Milik Pemprov DKI

Warga Terdampak Normalisasi Ciliwung Ditawari Sewa Rusun Milik Pemprov DKI

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 12:03 WIB

Kali Cakung Meluap, Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir

Kali Cakung Meluap, Ratusan Rumah Warga Terendam Banjir

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 12:00 WIB

Jakarta 'Tenggelam' Lagi, 20 RT dan 5 Jalan Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

Jakarta 'Tenggelam' Lagi, 20 RT dan 5 Jalan Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 11:34 WIB

Sikat Banjir Jakarta, Pramono Anung Kebut Normalisasi Ciliwung yang Sempat Mandek

Sikat Banjir Jakarta, Pramono Anung Kebut Normalisasi Ciliwung yang Sempat Mandek

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 11:32 WIB

Jakarta Masih Siaga Hujan Ekstrem, Pramono Anung Perpanjang PJJ dan WFH Hingga 1 Februari

Jakarta Masih Siaga Hujan Ekstrem, Pramono Anung Perpanjang PJJ dan WFH Hingga 1 Februari

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 11:14 WIB

Cegah Korban Bertambah, Pramono Minta Bina Marga Tambal Darurat Jalan Berlubang di Jakarta

Cegah Korban Bertambah, Pramono Minta Bina Marga Tambal Darurat Jalan Berlubang di Jakarta

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 11:05 WIB

Baru Januari, Jalan Berlubang Sudah Picu Puluhan Kecelakaan di Jakarta: Satu Orang Tewas

Baru Januari, Jalan Berlubang Sudah Picu Puluhan Kecelakaan di Jakarta: Satu Orang Tewas

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 10:35 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×