Fit and Proper Test DPR Disebut Cuma Formalitas, Formappi: Hanya Panggung Politik

Vania Rossa

Kamis, 29 Januari 2026 | 15:41 WIB
Fit and Proper Test DPR Disebut Cuma Formalitas, Formappi: Hanya Panggung Politik
Ilustrasi fit & proper test di DPR RI [Antara]
baca 10 detik
  • Lucius Karus (Formappi) mengkritik uji kelayakan DPR sebagai formalitas yang ditentukan lobi politik di balik layar.
  • Kritik menyoroti penetapan Adies Kadir (MK) dan Thomas Djiwandono (BI) di Jakarta, Januari 2026.
  • Formappi mendesak reformasi DPR total karena proses seleksi dinilai mengabaikan substansi dan keterbukaan publik.

Suara.com - Peneliti senior Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus, melontarkan kritik pedas terhadap proses seleksi pejabat negara di DPR RI. Ia menyebut mekanisme fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) yang dijalankan para wakil rakyat tak lebih dari sekadar formalitas dan 'drama'.

Kritik tersebut disampaikan dalam diskusi media bertajuk 'Kasus Adies & Thomas: Perlukah Reformasi DPR?' yang digelar di Kantor Formappi, Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).

Menurut Lucius, proses seleksi di Senayan kini hanya menjadi panggung untuk menggugurkan kewajiban undang-undang, sementara keputusan sebenarnya ditentukan di balik layar melalui lobi dan transaksi politik.

“Buat proses seleksi DPR itu cuma formalitas saja ya. Jadi karena undang-undang mengharuskan seorang calon sebelum diposisi tertentu harus kemudian diuji kelayakannya di DPR gitu, maka forum uji kelayakannya dibuatlah oleh DPR ya,” ujar Lucius.

Ia menilai DPR sepenuhnya memahami bahwa uji kelayakan yang ditampilkan ke publik tidak pernah benar-benar dijadikan tolok ukur dalam menentukan siapa yang akhirnya menduduki jabatan yang diuji.

Sentil Kasus Adies Kadir dan Thomas Djiwandono

Lucius juga menyoroti dua keputusan kontroversial DPR pada Januari 2026, yakni penetapan Adies Kadir sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Dalam kasus Adies Kadir, ia menilai prosesnya terkesan terburu-buru dan tertutup. Agenda tersebut bahkan tidak terlacak di situs resmi DPR, namun tiba-tiba nama Adies Kadir muncul sebagai calon yang disepakati. Padahal, Adies memiliki rekam jejak kontroversial dan pernah dinonaktifkan dari DPR.

“Kita tahu agendanya di hari Senin itu sama sekali tidak bisa terlacak di website DPR. Kemudian tiba-tiba sore harinya kita sudah punya calon hakim konstitusi,” jelas Lucius.

baca juga

“Jadi fit and proper test yang disebut-sebut oleh ketua Komisi III itu hanya dia sendiri yang tahu. Dan dengan itu dia mau mengatakan ini hakim konstitusi itu bukan urusan publik, itu hanya urusan Komisi III doang,” lanjutnya.

Lucius juga menilai DPR telah melecehkan martabatnya sendiri dengan membatalkan keputusan paripurna sebelumnya yang menetapkan Inosentius Samsul, demi mengangkat Adies Kadir.

“Saya kira ini satu bentuk pelecehan serius ya dari DPR terhadap lembaga,” tambahnya.

Kritik serupa diarahkan pada pemilihan Thomas Djiwandono di Komisi XI. Meski para calon memaparkan makalah yang substansial, alasan terpilihnya Thomas dinilai murni karena faktor politik.

“Lucu sekali ketua Komisi XI mengatakan alasan memilih Thomas Djiwandono itu karena semua partai politik menerima secara politik. Lalu apa gunanya diadakan fit and proper test?” ucap Lucius.

DPR Dinilai Tak Berubah Sejak Agustus 2025

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisi III DPR RI: Reformasi Polri dan Kejaksaan Tak Cukup Regulasi, Butuh Perubahan Kultur

Komisi III DPR RI: Reformasi Polri dan Kejaksaan Tak Cukup Regulasi, Butuh Perubahan Kultur

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 15:32 WIB

Adies Kadir Mundur dari DPR Usai Dipilih Jadi Hakim MK, Posisinya Berpeluang Diganti Anaknya Adela

Adies Kadir Mundur dari DPR Usai Dipilih Jadi Hakim MK, Posisinya Berpeluang Diganti Anaknya Adela

News | Kamis, 29 Januari 2026 | 15:31 WIB

Adies Kadir Jadi Hakim MK, Benteng Konstitusi Dikepung Kepentingan Politik?

Adies Kadir Jadi Hakim MK, Benteng Konstitusi Dikepung Kepentingan Politik?

Liks | Rabu, 28 Januari 2026 | 21:57 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×