6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Kamis, 05 Februari 2026 | 12:24 WIB
6 Fakta Penemuan Ribuan Potongan Uang di Bekasi: Dari Lahan Milik Warga hingga Penelusuran BI
Penemuan ribuan potongan uang di Bekasi. (tangkap layar/ist)
  • Ribuan cacahan uang rupiah pecahan Rp100.000 dan Rp50.000 ditemukan di TPS liar Desa Taman Rahayu, Setu, Kabupaten Bekasi, viral 29 Januari 2026.
  • Polsek Setu mengamankan 21 karung barang bukti dugaan uang cacah dan DLH mengonfirmasi keaslian material temuan tersebut.
  • Bank Indonesia sedang menelusuri temuan tersebut, sementara pemilik lahan mengizinkan pembuangan untuk urukan tanah sejak enam bulan terakhir.

Suara.com - Warga Kabupaten Bekasi baru-baru ini dihebohkan oleh penemuan ribuan potongan kertas yang diduga merupakan cacahan uang rupiah asli di sebuah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar, yang berada di kawasan Setu, Kabupaten Bekasi.

Fenomena ini menjadi viral setelah video tumpukan kertas berwarna merah dan biru beredar luas di media sosial yang diunggah melalui akun instagram @sahabatpedulilingkungan pada (29/1/2026).

“Diduga seperti cacahan uang rupiah kertas terlihat ditempat pembuangan sampah liar yang berada di desa Taman Rahayu. Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, tak jauh dari perbatasan dengan Kota Bekasi,” tulis akun tersebut, dikutip pada, Kamis (5/2/2026).

Pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Setu langsung bergegas menindaklanjuti perihal penemuan tersebut, untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan material tersebut oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Adapun fakta-fakta dibalik terjadinya penemuan cacahan kertas yang diduga pecahan uang Rp 100.000 dan Rp 50.000 adalah:

1. Lokasi Berada di Desa Taman Rahayu, Setu

Insiden penemuan material yang diyakini sebagai cacahan uang rupiah asli dalam pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 telah dikonfirmasi terjadi di sebuah lokasi pembuangan sampah (TPS) liar. Tempat penemuan tersebut terletak di Desa Taman Rahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi.

Titik penemuan limbah tersebut berada di lokasi yang cukup strategis karena letaknya yang bersinggungan langsung atau tidak jauh dari kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, lahan yang kini menjadi pusat perhatian publik tersebut diketahui sebagai properti milik pribadi seorang warga setempat yang bernama Santo.

2. Polisi Amankan 21 Karung Barang Bukti

Guna merespons keresahan masyarakat akibat beredarnya rekaman video singkat yang diunggah oleh akun media sosial @sahabatpedulilingkungan pada 29 Januari 2026, jajaran Polsek Setu langsung mengambil langkah taktis.

Petugas segera diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan di lokasi penemuan gundukan cacahan kertas yang secara kasat mata sangat identik dengan potongan uang rupiah tersebut.

Polsek Setu beserta petugas di lapangan sudah mengamankan sedikitnya 21 karung berisi cacahan kertas yang diduga berasal dari pecahan uang Rp100.000, Rp50.000, hingga Rp2.000.

Langkah ini diambil untuk mencegah penyalahgunaan material oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

3. DLH konfirmasi Itu Adalah Uang Rupiah Asli

Juru Bicara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, telah meninjau langsung lokasi tersebut bersama Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (Ditjen PSLB3), Kementerian Lingkungan Hidup, serta tim Gakkum.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, pihak DLH mengonfirmasi bahwa cacahan tersebut memang merupakan uang rupiah asli.

“Iya itu cacahan uang asli,” ujar Dedi Kurniawan.

4. Lahan Digunakan Untuk Urukan Tanah

Pemilik lahan, Santo, mengaku tidak mengetahui bahwa material yang dibuang di tanahnya adalah potongan uang. Santo memang mengizinkan pembuangan tersebut karena ia membutuhkan material untuk menguruk atau meratakan lahannya yang digunakan sebagai lahan pemilahan sampah.

“Awalnya saya memang butuh urugan, pak. Kalau harus pakai biaya sendiri saya enggak kuat. Jadi waktu ada yang buang, ya dimanfaatkan saja. Saya enggak tahu kalau itu potongan uang," ujar Santo.

Menurut penjelasannya, pembuangan material tersebut sudah dilakukan oleh seseorang berinisial K-S sejak enam bulan terakhir menggunakan mobil dump truck.

5. Bank Indonesia Lakukan Penelusuran

Bank Indonesia (BI) turut turun tangan menyelidiki temuan potongan kertas tersebut.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan terkait cacahan yang diduga uang rupiah tersebut.

Pihak BI turut memberikan penjelasan terkait prosedur pengelolaan uang rusak guna memberikan konteks pada kasus ini. Merujuk pada payung hukum Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, BI memiliki kewenangan untuk menghancurkan uang rupiah yang dinyatakan tidak layak edar.

Ruang lingkup pemusnahan ini meliputi uang yang bersifat lusuh atau kumal, uang yang cacat secara teknis, uang yang mengalami kerusakan struktural.

6. Awal Mula Penemuan

Penemuan potongan uang tersebut bermula dari pihak DLH yang melakukan pengecekan terhadap limbah medis. Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Direktorat PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup menyambangi TPS liar milik Santo pada Jumat (30/1/2026).

Meski sempat mencurigai kantong plastik kuning yang biasanya berisi limbah medis seperti perban atau infus bekas, namun ternyata yang ditemui hanya berisi sampah organik.

Dilain sisi petugas justru menemukan hamparan cacahan kertas berwarna merah dan biru yang diyakini sebagai pecahan Rp100.000 dan Rp50.000.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bank Indonesia Selidiki Cacahan Uang Rupiah yang Dibuang di TPS Liar Bekasi

Bank Indonesia Selidiki Cacahan Uang Rupiah yang Dibuang di TPS Liar Bekasi

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 08:21 WIB

Run & Chill Festival 2026 Hadirkan Pengalaman Fun Run dan Festival Keluarga

Run & Chill Festival 2026 Hadirkan Pengalaman Fun Run dan Festival Keluarga

Sport | Selasa, 03 Februari 2026 | 21:03 WIB

Motif Asmara, Polres Metro Bekasi Bekuk Penculik Anak di Bus di Bandung

Motif Asmara, Polres Metro Bekasi Bekuk Penculik Anak di Bus di Bandung

News | Jum'at, 30 Januari 2026 | 18:12 WIB

Terkini

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB

Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru

Jemaah Haji RI Meninggal Dunia 20 Orang, Mayoritas karena Gangguan Jantung dan Paru

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:46 WIB

Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk

Uang Miliaran Rupiah hingga Puluhan Juta Dong Vietnam Disita dari Sarang Judol Hayam Wuruk

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:41 WIB

Fakta Sarang Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: Kelola 75 Situs Haram!

Fakta Sarang Judi Online Internasional di Hayam Wuruk: Kelola 75 Situs Haram!

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:35 WIB

Aksi Bersih Pantai di Kepulauan Seribu Berhasil Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Plastik

Aksi Bersih Pantai di Kepulauan Seribu Berhasil Kumpulkan Hampir 1 Ton Sampah Plastik

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:27 WIB

Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN

Menlu: Prabowo Tekankan Jalur Dialog Atasi Konflik Perbatasan Myanmar di KTT ASEAN

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Ditanami Kembali

Ribuan Hektare Sawah Terdampak Bencana Mulai Ditanami Kembali

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 18:48 WIB