Seskab Teddy Bantah Keras Isu MBG Habiskan Anggaran Pendidikan: Narasi Keliru!

Bella, Novian Ardiansyah

Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:14 WIB
Seskab Teddy Bantah Keras Isu MBG Habiskan Anggaran Pendidikan: Narasi Keliru!
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat diwawancarai awak media pada Rabu (21/1/2026). [Suara.com/Novian]
  • Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meluruskan bahwa program Makan Bergizi Gratis tidak mengurangi anggaran pendidikan sekolah.
  • Semua program pendidikan periode sebelumnya tetap berjalan dan bahkan ditambah, seperti program Sekolah Rakyat dan renovasi sekolah.
  • Pemerintah menaikkan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu dan tunjangan guru non-ASN menjadi Rp2 juta pada tahun lalu.

Suara.com - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons munculnya narasi dari sejumlah pihak yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengurangi program dan anggaran pendidikan sehingga membuat sekolah terbengkalai dan guru tidak mendapat perhatian.

Teddy menyebut narasi tersebut keliru. Ia lantas meluruskan dan memberikan penjelasan.

"Jadi, saya mau jawab itu narasi yang keliru.

Jadi, singkat cerita begini. Yang pertama, makan bergizi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam hal ini siswa dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, dan setingkatnya untuk memperoleh pendidikan di sekolah," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Mengenai anggaran program MBG, Teddy menegaskan alokasi anggaran sudah merupakan hasil kesepakatan pemerintah dengan DPR melalui Badan Anggaran atau Banggar.

"Pada September kalau tidak salah, untuk digunakan di 2026. Termasuk isi dan peruntukan dari anggaran pendidikan ini," kata Teddy.

Teddy menjawab pertanyaan sejumlah pihak, apakah program MBG mengurangi program pendidikan?

"Saya jawab, tidak. Faktanya, tidak ada program strategis pendidikan dari periode sebelumnya yang tidak berjalan sekarang. Tidak ada program dari periode sebelumnya yang dihentikan. Semuanya berjalan. Semuanya berjalan, bahkan ditambah," kata Teddy.

Ia mencontohkan program pendidikan periode sebelumnya yang tetap berjalan, semisal Kartu Indonesia Pintar.

Bukan hanya meneruskan program yang sudah ada, Teddy berujar Presiden Prabowo menambahkan program pendidikan, semisal Sekolah Rakyat.

"Untuk apa? Anak-anak yang tidak bisa sekolah, putus sekolah, atau mungkin bahkan dia tidak pernah sekolah, disekolahkan di Sekolah Rakyat. Diberi penginapan, diberi pendidikan, diberi makan bergizi, dan dijamin kesehatannya. Per sekarang, tahun lalu, dalam satu tahun saja, sudah hampir 16.000 sampai 22.000 siswa. Ada 166 sekolah. Tahun ini akan dibangun lagi 100 sekolah," tutur Teddy.

Sementara mengenai pandangan yang menyebut sekolah terbengkalai, Teddy menyampaikan bahwa persoalan tersebut merupakan permasalahan yang sudah ada sejak dahulu.

"Sekolah rusak, sekolah ada yang kurang baik. Dan Anda harus ingat, sekolah itu adalah kewenangan dari pemerintah daerah. Aturannya seperti itu. Jadi, SMA itu kewenangan gubernur, SD dan SMP itu kewenangan bupati dan wali kota," kata Teddy.

"Tapi, zaman Bapak Presiden Prabowo, karena dari dulu sudah rusak dan bermasalah, tapi tidak tertanggulangi, kita renovasi," sambung Teddy.

Teddy menyebutkan pada 2025, sekitar 16.000 sekolah sudah direnovasi.

"Datanya ada, fotonya ada, Anda bisa cek. Dengan total anggaran sekitar Rp17 triliun. Diwadahi oleh Mendikdasmen," kata Teddy.

Selain Sekolah Rakyat, Teddy menyampaikan program pendidikan yang dijalankan di pemerintahan Prabowo, yakni pengadaan TV digital untuk digitalisasi pembelajaran siswa dan guru di sekolah. Pada 2025, sudah ada 280.000 TV yang didistribusikan ke 280.000 sekolah, dan jumlahnya akan ditingkatkan.

"Belum lagi nanti ada sekolah Garuda, ada sekolah terintegrasi, ada pembangunan kampus-kampus baru yang Pak Presiden ingin buat, sedang berjalan. Jadi, saya mau sampaikan, tidak ada program yang tidak dilanjutkan, semua program berjalan dan bahkan ditambah," kata Teddy.

Selanjutnya, Teddy menjawab ihwal anggapan yang menyebut guru tidak diperhatikan. Teddy memberi contoh bahwa pemerintah tetap memperhatikan kesejahteraan guru, contohnya insentif untuk guru honorer.

Ia mengatakan meski secara kewenangan guru honorer ada di bawah pemerintah daerah, tetapi pemerintah pusat memberi insentif.

"Insentif itu bukan gaji, insentif itu tambahan. Dan tambahannya ini berapa? Dari tahun 2005 sampai 2025 ada namanya insentif dan baru naik di zaman Presiden Prabowo, menjadi Rp400 ribu. Jadi Anda bayangkan, selama 20 tahun insentif itu belum pernah naik. Baru naik di tahun lalu. Menjadi Rp400 ribu," kata Teddy.

Perhatian berikutnya dari pemerintah kepada guru, yakni pemberian tunjangan guru non-ASN.

"Jumlahnya berapa? Dari Rp1,5 juta tahun lalu naik menjadi Rp2 juta," kata Teddy.

Teddy menyampaikan saat ini mekanisme pemberian tunjangan honor kepada guru dilakukan melalui transfer langsung kepada guru, dari yang sebelumnya melalui daerah. Instruksi tersebut diminta langsung oleh kepala negara pada tahun lalu.

"Jadi yang mau saya sampaikan di sini, tidak ada program pendidikan yang dikurangi, atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah. Dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya, dan juga gurunya," kata Teddy.

Teddy sekaligus memberikan tanggapan perihal kritik dari PDI Perjuangan terkait anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) yang masuk dalam anggaran pendidikan sebagaimana Perpres Nomor 118 Tahun 2025 tentang Rincian APBN Tahun 2026.

"Jadi namanya anggaran pendidikan itu 20 persen dari APBN. Nah, di tahun ini Rp769,1 triliun itu 20 persen. Dan itu anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan itu apa? Banyak isinya, peruntukannya. Dan isinya, peruntukannya itu sudah disepakati bersama tahun lalu oleh pemerintah, DPR, dan Badan Anggaran DPR. Yang mana Ketua Banggarnya juga PDIP, gitu kira-kira," tutur Teddy.

"Dan tadi, semua hal itu adalah, termasuk MBG, adalah fondasi awal untuk memperbaiki pendidikan ke depan," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Resmi Masukkan Anggaran Makan Bergizi Gratis ke Pos Pendidikan, Segini Angkanya!

DPR Resmi Masukkan Anggaran Makan Bergizi Gratis ke Pos Pendidikan, Segini Angkanya!

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 17:05 WIB

Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP

Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 14:24 WIB

Riset Ungkap Fakta di Balik Kritik Medsos Soal MBG

Riset Ungkap Fakta di Balik Kritik Medsos Soal MBG

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:27 WIB

PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?

PDIP Larang Keras Kadernya Cari Untung dari Program MBG, Apa Alasannya?

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 13:01 WIB

5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab

5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab

Health | Jum'at, 27 Februari 2026 | 11:58 WIB

Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial

Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 16:43 WIB

Fenomena Rakyat Menentang MBG, Justru Disebut Lawan HAM?

Fenomena Rakyat Menentang MBG, Justru Disebut Lawan HAM?

Video | Kamis, 26 Februari 2026 | 15:00 WIB

MBG TV Punya Siapa? Ramai Disorot, Bos BGN Mengaku Tak Tahu

MBG TV Punya Siapa? Ramai Disorot, Bos BGN Mengaku Tak Tahu

Lifestyle | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:31 WIB

Belajar dari China, Sampah Makanan MBG Berpotensi Jadi Biodiesel

Belajar dari China, Sampah Makanan MBG Berpotensi Jadi Biodiesel

Your Say | Kamis, 26 Februari 2026 | 09:03 WIB

Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf

Menag Tegaskan Zakat Tak Boleh untuk MBG, Penyaluran Wajib Sesuai 8 Asnaf

News | Rabu, 25 Februari 2026 | 18:04 WIB

Terkini

Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus

Kedok Warung Sembako Terbongkar! Polisi Sita Ribuan Obat Keras di Jagakarsa, Satu Pria Diringkus

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:20 WIB

Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli

Jokowi Bakal Keliling Indonesia, Djarot PDIP: Silakan, Bagus Kalau Sambil Tunjukkan Ijazah Asli

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 13:10 WIB

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:47 WIB

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:43 WIB

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:32 WIB

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:26 WIB

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:00 WIB

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB