- Inggris, Prancis, dan Jerman menyatakan dukungan militer untuk AS menghadapi serangan balasan Iran di Timur Tengah.
- Iran melancarkan serangan balasan ke 27 pangkalan AS setelah serangan gabungan AS-Israel menewaskan Ayatollah Khamenei.
- Inggris mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya, sementara Prancis siap membela negara Teluk dari agresi Iran.
Perancis Siap Turun Tangan Bela Negara Teluk
Sementara itu, Perancis menyoroti dampak serangan Iran yang meluas hingga ke negara-negara Teluk Arab.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, menyatakan Paris tidak akan tinggal diam melihat mitra-mitra Arabnya diseret ke dalam pusaran konflik.
Terlebih, terdapat sekitar 400.000 warga negara Perancis yang saat ini berada di kawasan Teluk dan sekitarnya.
"Kepada negara-negara sahabat yang secara sengaja menjadi sasaran rudal dan drone Garda Revolusi (Iran) dan terseret ke dalam perang yang tidak mereka pilih-Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Irak, Bahrain, Kuwait, Oman, dan Yordania-Prancis menyampaikan dukungan penuh dan solidaritas total," ungkap Barrot seperti dikutip dari AFP, pada Selasa (3/3/2026).
Barrot juga menegaskan komitmen militer negaranya jika situasi mendesak pertahanan kawasan.
"Prancis siap, sesuai dengan perjanjian yang mengikatnya dengan para mitra serta berdasarkan prinsip pembelaan diri kolektif dalam hukum internasional, untuk ambil bagian dalam pertahanan mereka," kata dia.
Perang terbuka yang telah terjadi itu bermula ketika AS dan Israel melancarkan operasi militer gabungan ke wilayah Iran.
Serangan tersebut tidak hanya memporak-porandakan sejumlah wilayah, tetapi juga menewaskan jajaran pejabat tinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu rentetan pembalasan skala besar dari Teheran ke seluruh penjuru Timur Tengah.
Reporter: Tsabita Aulia