Sesalkan RI Belum Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, FPI Tunggu Penjelasan Pemerintah

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Kamis, 05 Maret 2026 | 14:38 WIB
Sesalkan RI Belum Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, FPI Tunggu Penjelasan Pemerintah
Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. (ANTARA/Anadolu).
baca 10 detik
  • FPI menyesalkan pemerintah Indonesia belum mengutuk agresi besar-besaran AS-Israel terhadap Iran sesuai hukum internasional.
  • Menteri Luar Negeri RI menyampaikan penyesalan atas kegagalan perundingan dan menekankan pentingnya kembali bernegosiasi.
  • Dubes Iran berharap negara-negara Islam memberikan kutukan keras terhadap serangan ilegal yang dilakukan oleh Amerika Serikat.

Suara.com - Front Persaudaraan Islam (FPI) menyesalkan pemerintah Indonesia dalam menyikapi eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.

Sebabnya, hingga kini tidak ada pernyataan pemerintah untuk mengutuk penyerangan besar-besaran AS-Israel ke Iran.

"Dari sudut pandang kami, kami sangat menyesalkan karena jelas agresi itu secara hukum internasional adalah pelanggaran hukum serius dan wajib ditindak sesuai hukum internasional," kata Juru Bicara FPI Azis Yanuar kepada Suara.com, Kamis (5/2/2026).

Di sisi lain, FPI menilai pemerintah punya pandangan lain di balik alasan belum menyatakan sikap mengutuk agresi AS-Israel ke Iran. Kendati demikian, FPI menunggu penjelasan dari pemerintah.

"Akan tetapi mungkin pemerintah memiliki sudut pandang berbeda dalam hal ini,kami menantikan penjelasan dimaksud," kata Azis.

Melalui keterangan resmi, FPI sendiri sudah menyatakan sikap dengan melaknat dan mengutuk serangan brutal AS dan Israel ke Iran yang merupakan kejahatan HAM berat dan kejahatan perang yang tidak boleh dibiarkan oleh dunia internasional.

Sampaikan Sikap Indonesia

Melalui sambungan telepon dengan Menlu Iran pada Senin (2/2/2026), Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan sikap Indonesia atas eskalasi yang meningkat di antara Iran dengan AS serta Israel.

"Tentu saja kami menyampaikan juga sikap Indonesia bahwa kita menyesalkan perundingan yang terjadi kemudian gagal, yang berakibat pada terjadinya eskalasi," kata Sugiono.

baca juga

Mewakili pemerintah Indonesia, Sugiono menekankan kembali prinsip-prinsip penghormatan Indonesia terhadap integritas wilayah dan kedaulatan wilayah satu negara.

"Kemudian kita juga menekankan kembali pentingnya untuk kembali ke meja perundingan," kata Sugiono.

Mengenai niat Prabowo yang berkeinginan menjadi juru damai atas konflik yang terjadi, Sugiono turut menyampaikannya saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Menlu Iran.

"Dan juga yang pasti kami menyampaikan lagi keinginan dari bapak presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut," kata Sugiono.

"Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima. Saya juga menyampaikan concern dari rekan-rekan kita yang ada di negara-negara Teluk terhadap serangan yang mereka dapatkan di wilayah-wilayah mereka. Saya kira itu saja intinya," tutur Sugiono.

Terpisah, Iran berharap besar dukungan dari negara-negara sahabat atas yang terjadi di Teheran.

Bukan hanya kepada negara sahabat, Iran berharap negara-negara Islam atau berpenduduk muslim dapat mengutuk serangan yang dilakukan AS.

"Kami berharap negara-negara Islam, apabila melihat serangan ini merupakan langkah yang ilegal maka harus memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal yang terjadi," Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kena Jebakan Rusia, Reza Pahlavi Rela Negaranya Dibom dan Sebut "Perang Salib"

Kena Jebakan Rusia, Reza Pahlavi Rela Negaranya Dibom dan Sebut "Perang Salib"

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 13:23 WIB

Chiki Fawzi Nekat Tembus Blokade Gaza di Tengah Eskalasi Perang Iran vs AS-Israel Demi Beri Bantuan

Chiki Fawzi Nekat Tembus Blokade Gaza di Tengah Eskalasi Perang Iran vs AS-Israel Demi Beri Bantuan

Entertainment | Kamis, 05 Maret 2026 | 13:21 WIB

Niat Pulihkan Cedera di Dubai, Bek Newcastle United Malah Terjebak Konflik Iran-AS

Niat Pulihkan Cedera di Dubai, Bek Newcastle United Malah Terjebak Konflik Iran-AS

Bola | Kamis, 05 Maret 2026 | 13:15 WIB

Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran

Amerika Akui Tak Mampu Hadapi Drone-drone Iran

News | Kamis, 05 Maret 2026 | 12:55 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×