- Longsor sampah hebat terjadi di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, dipicu curah hujan sangat tinggi mencapai 264 mm per hari.
- Insiden zona 4A pukul 14.30 WIB ini menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertimbun sampah.
- Pemprov DKI Jakarta melalui tim gabungan segera melakukan normalisasi sungai dan pemulihan akses dengan mengerahkan alat berat.
Langkah cepat diambil oleh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Atas insiden tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta juga langsung mengaktifkan operasi tanggap darurat mulai Minggu (8/3) untuk memastikan keselamatan petugas.
Protokol keselamatan kerja diperketat guna menghindari adanya korban jiwa dari para pekerja lapangan yang bertugas di zona berbahaya tersebut.
Selain fokus pada infrastruktur, DLH DKI Jakarta juga melakukan penanganan korban, serta menstabilkan area agar layanan pengelolaan sampah dapat segera dipulihkan.
Upaya stabilisasi lereng sampah dilakukan agar tidak terjadi longsor susulan, mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan potensi hujan di wilayah Bekasi dan Jakarta.
Skala penanganan bencana ini melibatkan koordinasi lintas sektoral yang cukup luas. Pramono memaparkan, penanganan dilakukan oleh tim gabungan lintas instansi dengan melibatkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Polda Metro Jaya, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta dan Kota Bekasi, hingga Pemadam Kebakaran (Damkar).
Sinergi antarlembaga ini diperkuat dengan pengerahan alat berat dalam jumlah besar untuk mempercepat proses evakuasi material sampah yang menimbun sungai dan jalan.
Selain itu, aparat di wilayah setempat dengan dukungan 19 ekskavator alat berat dan tujuh unit ambulans yang dioperasikan pada saat proses evakuasi.
Kehadiran ambulans di lokasi merupakan bentuk antisipasi medis bagi petugas maupun potensi adanya warga yang terdampak langsung oleh pergeseran tanah tersebut.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus bekerja di lapangan untuk mengeruk tumpukan sampah yang menyumbat Sungai Ciketing.
Pembersihan ini menjadi prioritas agar fungsi hidrologi sungai kembali normal dan tidak memicu genangan air yang lebih luas di wilayah Desa Ciketing Udik.
Masyarakat di sekitar TPST Bantargebang juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi pergerakan tanah susulan selama curah hujan masih berada di level ekstrem.