- Pejabat intelijen AS mengindikasikan Rusia memberikan lokasi aset militer AS di Timur Tengah kepada Iran.
- Bantuan intelijen ini terjadi sejak konflik dimulai pada 28 Februari, melibatkan pesaing utama AS bersenjata nuklir.
- Tindakan ini diduga sebagai bentuk balasan Rusia atas bantuan Iran dalam perang Rusia melawan Ukraina.
Bahkan, sebagian besar gedung kedubes itu tak akan lagi bisa dipugar, menurut informasi dari pejabat AS.
"Iran melakukan serangan yang sangat presisi terhadap instalasi radar peringatan dini (eraly warning radars) maupun radar deteksi dini jarak jauh (over-the-horizon radars). Ini tentu serangan yang lebih dulu terkoordinasi dan mempunyai sistem komando jelas," kata Dara Massicot, pengamat militer Rusia dari Carnegie Endowment for International Peace.
Indikasi kerja sama Rusia-Iran juga menjadi fokus Nicole Grajewski, pengamat dari Harvard Kennedy School's Belfer Center.
"Serangan yang dilakukan Iran terhadap aset-aset militer AS sangat canggih (sophistication). Rudal-rudal mereka bisa menembus pertahanan udara. Ini suatu peningkatan pascaperang 12 hari melawan Israel tahun lalu," kata dia.
Salah satu pejabat intelijen kepada The Post mengatakan, bantuan informasi intelijen Rusia itu adalah sebagai bentuk balas budi kepada Iran.
"Iran banyak membantu Rusia dalam perang melawan Ukraina. Saya pikir, mereka ingin membalas budi."