Tiga Kali Dikhianati? Ini Kronologi Retaknya Diplomasi ASIran

Bella | Novian Ardiansyah | Suara.com

Senin, 09 Maret 2026 | 20:56 WIB
Tiga Kali Dikhianati? Ini Kronologi Retaknya Diplomasi ASIran
Ilustrasii Kronologi Retaknya Diplomasi AS–Iran.
  • Iran menyatakan hilangnya kepercayaan pada Amerika Serikat akibat tiga kali pengkhianatan dalam proses diplomasi terkini.
  • Tiga pengkhianatan tersebut meliputi penarikan sepihak dari JCPOA, serta dua serangan pada Juni 2025 dan Februari 2026.
  • Teheran menegaskan hak membela diri atas agresi dan akan terus menjaga hubungan baik dengan negara kawasan lain.

Suara.com - Republik Islam Iran menyatakan tidak lagi menaruh kepercayaan kepada Amerika Serikat (AS). Sikap tersebut diambil karena Iran menilai AS kerap mengkhianati proses diplomasi yang telah disepakati.

Melalui keterangan pers Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta, Iran menegaskan bahwa tidak ada lagi ruang kepercayaan terhadap AS dalam proses diplomasi.

"Akibat pengkhianatan berulang Amerika Serikat dalam proses perundingan dengan Iran, tidak ada lagi kepercayaan dari pihak Iran untuk melanjutkan diplomasi dengan negara tersebut," tulis Kedubes.

Iran menyebut Amerika Serikat telah tiga kali mengkhianati proses diplomasi dan negosiasi dengan Republik Islam Iran.

Pertama, penarikan sepihak Amerika Serikat pada masa pemerintahan Donald Trump dari perjanjian nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada 2018.

Kedua, serangan terhadap Iran pada Juni 2025 yang terjadi di tengah proses perundingan dengan Amerika Serikat, sebelum putaran keenam perundingan.

Ketiga, serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026 setelah putaran kedua perundingan dengan Amerika Serikat.

"Kami senantiasa berkomitmen pada perdamaian yang berkelanjutan di kawasan, namun dalam membela kehormatan dan kedaulatan kami, kami tidak akan pernah ragu," tulis Kedubes.

Merujuk pada berbagai pelanggaran berat terhadap Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, hukum internasional, hak asasi manusia, dan hukum humaniter internasional oleh Amerika Serikat dan Israel, Iran menyatakan mengutuk tindakan agresi terhadap integritas wilayahnya.

Republik Islam Iran juga menegaskan haknya untuk melakukan pembelaan diri sebagai respons terhadap serangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

"Iran menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan menggunakan seluruh kemampuan dan kapasitasnya untuk menghadapi agresi kriminal ini hingga agresi tersebut dihentikan, atau hingga Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa menjalankan tugasnya sesuai Pasal 39 Piagam PBB, yakni mengidentifikasi para agresor dan menetapkan tanggung jawab atas tindakan agresi mereka," tulis Kedubes.

Iran menyatakan operasi pertahanannya ditujukan terhadap target dan fasilitas yang menjadi sumber serta titik awal tindakan agresif terhadap rakyat Iran atau yang mendukung tujuan tersebut.

Selain itu, Iran menegaskan tetap berkomitmen menjaga hubungan persahabatan dengan negara-negara kawasan berdasarkan prinsip saling menghormati, hubungan bertetangga yang baik, serta penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah masing-masing.

Iran juga menegaskan bahwa operasi pertahanannya terhadap pangkalan dan instalasi militer Amerika Serikat di kawasan tidak dimaksudkan sebagai permusuhan terhadap negara-negara di kawasan tersebut.

"Negara-negara kawasan tentu telah menyadari bahwa keberadaan pangkalan militer Amerika di wilayah mereka tidak hanya gagal memberikan kontribusi bagi keamanan kawasan, tetapi justru digunakan untuk mendukung rezim Zionis yang membunuh anak-anak dan agresor Amerika," tulis Kedubes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran

1.300 Warga Sipil dan Anak-anak Tewas, Ribuan Rumah Hancur Akibat Serangan AS-Israel di Iran

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:48 WIB

Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia

Takut Pulang ke Tanah Air, 5 Pemain Timnas Putri Iran Dikabarkan Cari Suaka di Australia

Bola | Senin, 09 Maret 2026 | 20:41 WIB

China akan Lakukan Apa yang Diperlukan untuk Lindungi Keamanan Energi

China akan Lakukan Apa yang Diperlukan untuk Lindungi Keamanan Energi

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:38 WIB

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?

Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Baru Iran, Bagaimana Majelis Khobregan Menentukannya?

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:37 WIB

Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi

Pertanyakan Status Siaga 1 TNI, Peneliti UGM Soroti Potensi Pelemahan Demokrasi

News | Senin, 09 Maret 2026 | 20:16 WIB

Palestina Merdeka Harus Jadi Jangkar Diplomasi, Maksimalkan Peluang di Board of Peace

Palestina Merdeka Harus Jadi Jangkar Diplomasi, Maksimalkan Peluang di Board of Peace

Entertainment | Senin, 09 Maret 2026 | 19:58 WIB

Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis

Prabowo: Indonesia Aman Pangan Meski Dunia Hadapi Krisis

News | Senin, 09 Maret 2026 | 19:50 WIB

Dunia Bergejolak Akibat Perang di Timur Tengah, Prabowo: Kita Harus Siap Hadapi Kesulitan

Dunia Bergejolak Akibat Perang di Timur Tengah, Prabowo: Kita Harus Siap Hadapi Kesulitan

News | Senin, 09 Maret 2026 | 19:18 WIB

Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya

Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya

News | Senin, 09 Maret 2026 | 18:23 WIB

Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!

Bahlil Sebut BBM Aman, Pengamat: Aslinya Rawan!

News | Senin, 09 Maret 2026 | 17:59 WIB

Terkini

DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang

DPR Murka, Debt Collector Gunakan Ambulans dan Damkar untuk Tagih Utang

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:27 WIB

Iran Kecam Usulan Italia Gantikan Posisi Timnas di Piala Dunia 2026: Kebangkrutan Moral

Iran Kecam Usulan Italia Gantikan Posisi Timnas di Piala Dunia 2026: Kebangkrutan Moral

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:18 WIB

Tarif Rp1 Bikin Transjakarta Diserbu, Penumpang Membludak di Kampung Rambutan

Tarif Rp1 Bikin Transjakarta Diserbu, Penumpang Membludak di Kampung Rambutan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:15 WIB

Orang Kencing Sembarangan Makin Tak Terkendali, Walkot New York Mau Bangun Toilet Rp62 Miliar

Orang Kencing Sembarangan Makin Tak Terkendali, Walkot New York Mau Bangun Toilet Rp62 Miliar

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:10 WIB

Lansia 71 Tahun Gagal Putar Balik, Honda HRV Tabrak Pejalan Kaki hingga Depot Air di Jakbar!

Lansia 71 Tahun Gagal Putar Balik, Honda HRV Tabrak Pejalan Kaki hingga Depot Air di Jakbar!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:01 WIB

Donald Trump Longgarkan Aturan Ganja Medis, Pak Prabowo Gak Mau Ikutan?

Donald Trump Longgarkan Aturan Ganja Medis, Pak Prabowo Gak Mau Ikutan?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:58 WIB

DPR Ingatkan Risiko Global di Balik Wacana Tarif Kapal Selat Malaka

DPR Ingatkan Risiko Global di Balik Wacana Tarif Kapal Selat Malaka

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:51 WIB

Bikin Skenario Brutal Serang Orang Yahudi, Dua Remaja AS Terancam Hukuman Berat

Bikin Skenario Brutal Serang Orang Yahudi, Dua Remaja AS Terancam Hukuman Berat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:46 WIB

KPK Dalami Aliran Dana CSR di Kasus Madiun, Dirut Perumda Ikut Diperiksa

KPK Dalami Aliran Dana CSR di Kasus Madiun, Dirut Perumda Ikut Diperiksa

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:42 WIB

Jakarta Jadi Sering Mati Lampu, ESDM Investigasi Dugaan Kerusakan Gardu PLN, Apa Penyebabnya?

Jakarta Jadi Sering Mati Lampu, ESDM Investigasi Dugaan Kerusakan Gardu PLN, Apa Penyebabnya?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 15:41 WIB