- Pengurus RW di Kalideres, Jakarta Barat mengirim surat permintaan THR kepada pengusaha menjelang Idul Fitri.
- Permintaan THR yang viral itu mencantumkan nominal berbeda untuk berbagai jabatan pengurus seperti Ketua RW dan Kamtibmas.
- Ketua RW mengaku hanya melanjutkan tradisi lama; dana terkumpul akan dibelikan bingkisan untuk dibagikan kepada staf lingkungan.
"Pokoknya saya dapet semana duitnya, ya udah, langsung beli bingkisan, ada kain, biskuit, minyak, beras, kira-kira kayak gitu dah. Nanti disalurin tuh, dibagiin, RT sama jajarannya bertiga, gitu. Nanti PPSU juga," tambahnya.
Bantah Patok Nominal
Wijaya membantah, soal pematokan nominal dalam surat proposal yang ia kirim. Wijaya mengklaim bahwa angka tersebut memang ada di dalam draf surat lama dan tidak ia ubah. Namun, ia menekankan bahwa nominal tersebut tidak bersifat memaksa.
"Jadi saya mah apa adanya surat dari dulu enggak dikurangin, dilebihin. Perusahaan juga nggak harus dia menuhi syarat itu, enggak. Bervariasi, enggak semuanya itu perusahaan ngasih segitu, enggak," kata dia.
Menyadari polemik yang muncul akibat proposal ini, Wijaya berjanji akan mengevaluasi sistem pengajuan THR ini ke depannya agar tidak memberatkan.
"Nanti kalau memang kayak begini caranya menurut perusahaan itu terlalu banyak, ya mungkin kita nanti coba berusaha dirapiin. Ya misalnya jadi satu. Bisa juga saya langsung komunikasi sama perusahaan," pungkas Wijaya.