- Rismon Sianipar mengundang Roy Suryo untuk edukasi terbuka guna membuktikan keaslian ijazah Presiden dan Wakil Presiden menggunakan data digital forensik.
- Rismon mendemonstrasikan rekonstruksi teknis menemukan *watermarks* dan *emboss* yang konsisten pada ijazah setelah kajian mendalam tiga bulan.
- Setelah temuan baru, Rismon meminta maaf kepada publik dan berencana menerbitkan buku baru sebagai antitesis karya sebelumnya.
Ia menekankan pentingnya kejujuran akademik dan profesionalisme dalam bidang digital forensik agar tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak berdasar di tengah masyarakat.
Selain memberikan penjelasan teknis, Rismon juga menyampaikan komitmennya kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk menulis buku baru.
Buku tersebut akan menjadi antitesis dari karya sebelumnya, "Jokowi's White Paper" dan "Gibran End Game", yang bertujuan untuk membantah tudingan-tudingan yang pernah ia sampaikan di masa lalu.
"Saya telah menemukan kebenaran itu dengan rekonstruksi, dengan uji coba yang sudah saya lakukan tiga bulan ini dan akan saya tuliskan dalam buku. Bukan dengan cuap-cuap, saya akan menuliskan. 2026 semoga (buku itu) bisa selesai. Saya katakan tadi kepada Mas Wapres, penebusan saya atas semua hiruk-pikuk ini, baik disebabkan oleh saya maupun yang lain, itu akan saya tebus kepada keluarga Mas Wapres dan terutama kepada Pak Joko Widodo," katanya.
Rismon Sianipar juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Joko Widodo dan masyarakat luas terkait temuan terbarunya.
Ia menyatakan bahwa permohonan maaf ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan profesional sebagai seorang peneliti setelah menemukan adanya perubahan data dan fakta yang lebih akurat mengenai ijazah tersebut melalui metode yang lebih sempurna.
Merespons permohonan maaf dan perkembangan terbaru ini, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan tanggapan melalui keterangan tertulis.
Gibran menekankan pentingnya semangat persaudaraan, terlebih momentum ini bertepatan dengan bulan suci bagi umat Islam.
"Bulan Ramadan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," ujar Gibran.
Baca Juga: Rismon Sianipar Mundur dari Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Kubu Roy Suryo Cium Aroma Kejanggalan