Baca 10 detik
- Kedubes Iran pada Sabtu (14/3/2026) mengecam serangan rudal AS dan Israel yang menewaskan 175 siswi di Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh.
- Iran menilai serangan tersebut melanggar hukum internasional dan terjadi saat upaya diplomasi meredakan ketegangan kawasan sedang berlangsung.
- Kedubes Iran menyerukan komunitas internasional bertindak nyata untuk menuntut pertanggungjawaban pelaku penyerangan korban anak-anak.
Iran berharap tragedi tersebut dapat membangkitkan kesadaran dunia akan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dan warga sipil dalam konflik bersenjata.
“Semoga suatu hari tidak ada lagi sekolah yang menjadi sasaran perang dan tidak ada lagi anak yang menjadi korban kekerasan dan agresi,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Iran.