Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat

Arief Apriadi | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 12:45 WIB
Jebakan Iran di Pulau Kharg, Serangan AS Justru Bisa Picu 'Kiamat' Ekonomi Barat
Serangan AS ke Pulau Kharg kini berisiko 'membunuh diri'. Pakar mengungkapkan strategi baru Iran yang bisa menghancurkan ekonomi dan militer Washington lewat serangan balasan. [Dok. X/@DropSiteNews]
  • Iran telah melakukan desentralisasi infrastruktur dan membangun terminal minyak Jask di luar Selat Hormuz, membuat serangan ke Pulau Kharg tidak lagi efektif.
  • Serangan ke Kharg bisa menjadi 'membunuh diri ekonomi' bagi AS, karena Iran dapat membalas dengan menargetkan infrastruktur energi Arab Saudi dan Qatar yang lebih rentan.
  • Upaya serangan militer langsung ke Pulau Kharg dinilai sebagai 'bencana strategis' karena pertahanan rudal pantai dan drone Iran yang sangat kuat.

Suara.com - Upaya Amerika Serikat untuk melumpuhkan Iran dengan satu serangan ke pulau Kharg kini terancam gagal total di tengah strategi pertahanan Teheran yang semakin adaptif.

Strategi usang yang menargetkan pusat ekspor minyak di Pulau Kharg kini dinilai justru bisa menjadi aksi 'bunuh diri' bagi Washington.

Menurut pengamat politik internasional Andrey Chuprygin, serangan tersebut tidak hanya akan gagal melumpuhkan perekonomian Iran, tetapi juga bisa memicu bencana strategi bagi Pentagon.

Dosen senior di bidang Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional Fakultas di Higher School of Economics Rusia itu, menjelaskan bahwa kemampuan AS untuk melumpuhkan Iran dengan satu serangan ke Pulau Kharg kini telah "dihilangkan".

Republik Islam disebut telah lama menerapkan kebijakan desentralisasi infrastruktur kritisnya dan menempatkan stasiun-stasiun pompa utama di bawah tanah.

Terlebih lagi, Iran kini telah mengoperasikan terminal minyak baru di Jask yang lokasinya berada di luar Selat Hormuz yang rawan konflik.

Kasus dugaan penipuan yang menjerat perusahaan Presiden AS, Donald Trump serta anak-anaknya memasuki babak baru. [Tangkap layar X]
Kasus dugaan penipuan yang menjerat perusahaan Presiden AS, Donald Trump serta anak-anaknya memasuki babak baru. [Tangkap layar X]

Terminal yang terhubung dengan pipa sepanjang 1.000 kilometer ke ladang minyak Provinsi Bushehr ini membuat Iran tidak lagi bergantung pada satu titik keluar untuk mengekspor minyaknya.

Jika Washington nekat membombardir Kharg, Chuprygin berspekulasi bahwa pembalasan terhadap Teheran akan jauh lebih luas dari sekadar pangkalan militer AS di Qatar dan Bahrain.

Target potensial Iran justru adalah infrastruktur kunci milik sekutu AS yang menopang rantai pasokan energi Barat.

Fasilitas pengolahan minyak terbesar di Arab Saudi, seperti Abqaiq, serta terminal gas Qatar yang menjadi pusat investasi raksasa korporasi Amerika, bisa menjadi sasaran empuk.

Serangan terhadap situs-situs ini akan membuat harga minyak dunia menjadi sama sekali tidak dapat diprediksi bagi konsumen di negara-negara Barat.

“Setiap upaya AS untuk menyerang infrastruktur Iran tampak seperti bunuh diri ekonomi karena Iran dapat menimbulkan kerusakan simetris pada aset-aset yang jauh lebih rentan dan kurang terlindungi,” kata sang analis dikutip dari Sputnik, Senin (16/3/2026).

Ia mencatat, sementara Iran telah hidup di bawah sanksi selama puluhan tahun dan memiliki jalur penjualan yang mapan di Asia, pengurangan pasokan minyak dari Teluk Persia justru akan memicu peningkatan tajam inflasi di dalam negeri AS.

Dari sisi militer, upaya serangan darat atau laut ke Pulau Kharg juga dinilai sebagai sebuah misi yang mustahil.

Pulau tersebut berada dalam jangkauan baterai rudal pesisir Republik Islam dan kawanan drone serang Ababil serta Shahed.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir

Dunia Wajib Was-was! Nafsu Trump Bikin 440 Kg Uranium Terkubur di Bawah Fasilitas Nuklir

News | Senin, 16 Maret 2026 | 12:24 WIB

Batal Ambil Suaka di Australia, Keluarga Kapten Timnas Putri Iran Diduga Diintimidasi

Batal Ambil Suaka di Australia, Keluarga Kapten Timnas Putri Iran Diduga Diintimidasi

Bola | Senin, 16 Maret 2026 | 12:17 WIB

Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan

Trump Belum Mau Hentikan Operasi di Iran, Isyaratkan Kesepakatan Rahasia di Tengah Ketegangan

News | Senin, 16 Maret 2026 | 10:44 WIB

Diplomasi Kilat Megawati: Jadi yang Pertama Ucapkan Selamat ke Pemimpin Baru Iran

Diplomasi Kilat Megawati: Jadi yang Pertama Ucapkan Selamat ke Pemimpin Baru Iran

News | Senin, 16 Maret 2026 | 08:00 WIB

Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI

Coffeegate! Deretan Kejanggalan Video Terbaru Benjamin Netanyahu Sereput Kopi Diduga AI

News | Senin, 16 Maret 2026 | 08:00 WIB

Terkini

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

Analis Politik Senior Bongkar Makna di Balik Blusukan Wapres Gibran

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:33 WIB

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

Sukabumi Jadi Markas "Cinta Palsu" Antarnegara: 16 WNA Spesialis Love Scamming Digulung Imigrasi!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:25 WIB

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

Wakil Ketua Komisi VIII Abidin Fikri Buka Suara Penangkapan 3 WNI Terkait Haji Ilegal

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:24 WIB

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

Besok Perisai Geruduk DPR Bawa 15 Tuntutan May Day: Dari Upah hingga Agraria!

News | Kamis, 30 April 2026 | 22:00 WIB

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

Amnesty International Ungkap Tiga Faktor Penyebab Impunitas Militer di Indonesia

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:45 WIB

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

Main Mata Proyek Jalur Kereta: KPK Bongkar Skenario 'Plotting' Bupati Pati Sudewo di Balai Ngrombo

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:35 WIB

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

Bakar Sampah hingga Truk Besar Ganggu Warga, Kevin Wu PSI Sidak Pabrik Makanan di Kedoya

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:31 WIB

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:19 WIB

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional

News | Kamis, 30 April 2026 | 21:13 WIB

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!

News | Kamis, 30 April 2026 | 20:56 WIB