- Kemensetneg menerbitkan edaran berisi imbauan untuk tidak menyelenggarakan open house Lebaran secara berlebihan.
- Arahan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada pejabat negara pada Jumat (13/3/2026).
- Pemerintah mengimbau kesederhanaan acara sebagai contoh, namun tetap membolehkan kegiatan berjalan wajar demi ekonomi.
Suara.com - Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan kepada kementerian, lembaga, serta para pejabat pemerintah terkait pelaksanaan open house Lebaran. Dalam edaran tersebut, pemerintah meminta agar kegiatan open house maupun halalbihalal tidak diselenggarakan secara berlebihan.
Edaran ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026). Dalam rapat tersebut, Presiden menegaskan agar pejabat negara tidak menggelar acara Lebaran secara mewah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (Pras) mengatakan pemerintah telah menyampaikan imbauan tersebut kepada seluruh kementerian dan lembaga.
“Kami sudah menyampaikan surat edaran kepada seluruh kementerian dan lembaga agar tidak berlebihan dalam menyelenggarakan open house maupun halalbihalal. Bagaimanapun masih banyak saudara-saudara kita yang kondisinya belum baik,” ujar Pras.
Ia menegaskan pemerintah mengimbau agar kegiatan open house tetap dilakukan secara sederhana dan tidak berlebihan.
“Jadi kami mengimbau untuk tidak terlalu berlebihan ketika menyelenggarakan kegiatan open house atau halalbihalal,” lanjutnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga secara langsung mengingatkan para menteri dan anggota kabinet agar memberikan contoh kepada masyarakat dalam menjalankan gaya hidup yang lebih sederhana.
“Sebagai pejabat, kita juga harus memberi contoh. Open house atau kegiatan lainnya jangan terlalu mewah-mewahan,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna.
Menurutnya, imbauan tersebut penting disampaikan mengingat masih banyak masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan, termasuk warga yang terdampak bencana di sejumlah daerah.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak melarang sepenuhnya kegiatan open house. Ia berharap kegiatan tersebut tetap dapat dilaksanakan secara wajar agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.
“Saudara-saudara kita di daerah bencana juga masih membutuhkan perhatian. Kita harus memberi contoh kepada rakyat. Tapi bukan berarti semua kegiatan ditutup. Kalau semua dihentikan, ekonomi juga tidak berjalan. Warung, katering, dan usaha lain juga perlu tetap hidup,” ujar Prabowo.