-
Pangeran MBS mendesak Trump melanjutkan tekanan militer ke Iran demi peluang bersejarah kawasan.
-
Arab Saudi khawatir Iran menjadi negara gagal yang mengancam keamanan stabilitas energi mereka.
-
Kerajaan Saudi secara resmi tetap mengutamakan pembelaan diri dan solusi damai atas konflik.
Netanyahu juga sepakat bahwa Iran merupakan duri dalam daging bagi stabilitas keamanan jangka panjang.
Namun terdapat perbedaan tipis mengenai dampak akhir dari keruntuhan negara Iran bagi kedua sekutu.
Perbedaan Dampak Keamanan Bagi Saudi
Para analis menilai Israel mungkin melihat kekacauan internal Iran sebagai sebuah kemenangan yang cukup manis.
Di sisi lain Arab Saudi justru merasa khawatir jika Iran menjadi negara gagal di masa depan.
Negara yang gagal di perbatasan mereka dianggap sebagai ancaman keamanan yang sangat serius dan langsung.
Kekhawatiran ini juga dirasakan oleh sejumlah pejabat senior di pemerintahan Saudi maupun Amerika Serikat sendiri.
Ada ketakutan jika konflik ini terus berlarut tanpa ada penyelesaian yang pasti dan cepat.
Risiko Serangan Terhadap Instalasi Minyak
Iran berpotensi melancarkan serangan balasan yang jauh lebih menghancurkan terhadap berbagai fasilitas minyak Saudi.
Amerika Serikat juga terancam terjebak dalam pusaran perang tanpa akhir di wilayah padang pasir.
Donald Trump sendiri menunjukkan sikap yang terkadang berubah-ubah dalam menanggapi situasi panas di lapangan.
Terkadang Trump menyatakan perang bisa usai dengan cepat namun di saat lain ia memberi sinyal eskalasi.
Baru-baru ini Trump sempat mengunggah pernyataan melalui akun media sosial pribadinya mengenai proses komunikasi.
Klaim Percakapan Produktif dengan Teheran