- Pemerintah Iran mengumumkan penangkapan 14 orang dituduh mata-mata AS-Israel di empat provinsi berbeda.
- Aparat menyita barang bukti termasuk bom rakitan dan perangkat Starlink, operasi diklaim dikendalikan dari Jerman.
- Para tersangka terbagi tugas mengumpulkan data militer, berhubungan dengan media luar, dan mengirimkan koordinat kilang minyak.
Suara.com - Pemerintah Iran mengumumkan penangkapan 14 orang yang dituduh sebagai mata-mata AS-Israel.
Penangkapan dilakukan di empat provinsi berbeda dalam operasi yang diklaim sebagai upaya menggagalkan aksi teror.
Dalam pernyataannya, Kementerian Intelijen Iran menyebut para tersangka ditangkap berdasarkan perintah pengadilan.
Terduga pelaku tersebar di wilayah Kermanshah, Alborz, Fars, dan Kerman.
“Sebanyak 14 agen musuh Amerika-Zionis dan elemen kelompok teroris telah diidentifikasi dan ditangkap,” demikian pernyataan resmi pemerintah Iran seperti dilansir dari Tasnim News.
Di Kermanshah, aparat menemukan sejumlah barang bukti dari terduga pelaku.
![Ilustrasi agen dinas rahasia Israel, Mossad. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/03/19/65345-mossad-israel-virus-corona.jpg)
“Disita bom rakitan dalam jumlah besar, bahan peledak, sumbu, satu pistol, dan tiga perangkat Starlink,” kata pihak intelijen.
Otoritas intelejen Iran juga mengungkap bahwa sel tersebut diduga dikendalikan dari luar negeri.
“Operasi mereka diarahkan oleh individu di Jerman untuk menyerang pusat pemerintahan dan media,” lanjut pernyataan itu.
Di provinsi Alborz, lima tersangka lain dituduh melakukan pengumpulan data sensitif.
“Mereka memotret lokasi militer dan mengirimkan informasi sebelum dan sesudah serangan kepada musuh,” ujar pihak berwenang.
Petugas juga menyita dokumen mencurigakan. “Ditemukan perintah misi palsu dan alat khusus untuk menembus pengamanan,” tambahnya.
Sementara itu, empat tersangka di Kerman disebut memiliki keterkaitan dengan media yang berbasis di luar negeri.
Terduga pelaku diduga mengirimkan lokasi aparat keamanan Iran ke jaringan tersebut.
Kasus lain terjadi di Fars, di mana satu orang ditangkap karena mengirimkan data kilang minyak.