- Koordinator KontraS, Dimas Arya, menyampaikan terima kasih keluarga Andrie Yunus dalam RDPU Komisi III DPR RI.
- Keluarga Andrie menitipkan apresiasi atas pengawalan kasus penyiraman air keras yang menimpa putra mereka di Jakarta.
- Dimas menekankan pentingnya dukungan seluruh fraksi Komisi III dalam mengawal kasus Andrie sebagai ujian demokrasi.
Suara.com - Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menutup pemaparannya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi III DPR RI dengan menyampaikan pesan khusus dari keluarga Andrie Yunus.
Meskipun tidak dapat hadir secara langsung di Gedung Parlemen Senayan, orang tua Andrie menitipkan apresiasi mendalam atas pengawalan kasus penyiraman air keras yang menimpa putra mereka.
“Saya mendapat pesan dari orang tua Andri yang mungkin tidak bisa hadir di momen RDPU ini. Mereka menyampaikan terima kasih atas atensi dan perhatiannya,” ujar Dimas di hadapan pimpinan dan anggota Komisi III DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Dimas juga menyinggung latar belakang Andrie Yunus yang berasal dari Lampung.
Ia menggunakan sebuah filosofi atau istilah lokal untuk menekankan betapa pentingnya peran masyarakat Lampung dalam menjaga napas demokrasi di Indonesia, sekaligus mengaitkannya dengan perjuangan mencari keadilan bagi Andrie.
“Orang tua Andrie asli Lampung pimpinan, Andri juga putra Lampung. Jadi ada istilah bahwa orang Lampung itu ‘pelampung penyelamat demokrasi’,” tegas Dimas yang disambut perhatian para anggota dewan.
Filosofi tersebut dibawa Dimas sebagai pengingat bagi para wakil rakyat bahwa kasus yang menimpa Andrie bukan sekadar perkara kriminal biasa, melainkan ujian bagi integritas hukum dan demokrasi.
Ia pun meminta agar semangat mengawal kasus ini tidak hanya datang dari pimpinan Komisi III, melainkan dari seluruh fraksi yang ada di DPR RI.
“Saya mohon ini juga bisa menjadi satu dorongan dan juga satu atensi, tidak hanya pimpinan Komisi III, tapi juga kepada seluruh anggota Komisi III dari bermacam fraksi yang ada,” pungkasnya.