Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 31 Maret 2026 | 15:45 WIB
Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas
Selat Hormuz (Suara.com)
baca 10 detik
  • Komite Parlemen Iran setujui tarif tol Selat Hormuz menggunakan mata uang nasional Iran.

  • Kapal asal Amerika Serikat dan Israel dilarang keras melintasi jalur laut Selat Hormuz.

  • Kebijakan tarif tol ini merupakan respons atas sanksi internasional dan konflik militer regional.

Suara.com - Langkah diplomatik dan ekonomi yang sangat berani kini tengah dipersiapkan oleh otoritas legislatif di Teheran Iran.

Sebuah komite krusial di parlemen Iran secara resmi memberikan lampu hijau bagi skema pemungutan biaya.

Kebijakan ini nantinya akan mewajibkan setiap kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz untuk membayar tarif tol.

Keputusan yang diambil oleh Komisi Keamanan Nasional tersebut menjadi sinyal penguatan kontrol Iran di wilayah perairan.

Regulasi terbaru ini dirancang untuk mengatur ulang tata cara penggunaan jalur laut yang sangat strategis itu.

Aturan Pembayaran Menggunakan Mata Uang Nasional

Salah satu poin paling menarik dalam draf aturan ini adalah mekanisme pembayaran biaya transit kapal.

Otoritas Iran mewajibkan seluruh transaksi finansial tersebut dilakukan dengan menggunakan mata uang nasional negara mereka.

Hal ini dipandang sebagai upaya nyata untuk memperkuat kedaulatan ekonomi di tengah tekanan dunia internasional.

baca juga

Selat Hormuz sendiri merupakan urat nadi distribusi energi dunia yang menghubungkan produsen minyak dengan pasar global.

"Langkah yang telah disetujui oleh Komisi Keamanan Nasional itu mencakup serangkaian regulasi baru untuk mengatur jalur perairan strategis tersebut, termasuk ketentuan finansial dengan mewajibkan kapal membayar biaya transit menggunakan mata uang nasional Iran."

Tidak hanya soal finansial namun rancangan undang-undang ini juga memuat dimensi politik dan keamanan yang sangat tajam.

Terdapat ketentuan khusus yang akan membatasi gerak navigasi bagi armada laut yang memiliki keterkaitan dengan pihak tertentu.

Anggota komisi Mojtaba Zarei menegaskan adanya larangan operasional bagi kapal-kapal yang berafiliasi dengan Amerika Serikat.

Selain itu pembatasan yang sama juga akan diberlakukan secara ketat bagi seluruh kapal milik entitas Israel.

"Rancangan undang-undang tersebut juga mencakup pembatasan terhadap kapal yang berhubungan dengan Amerika Serikat dan Israel untuk melintasi selat tersebut," lapor kantor berita Fars.

Pemerintah Iran tampaknya ingin memberikan respons balik yang seimbang terhadap negara-negara yang memberikan tekanan ekonomi.

Dalam draf tersebut terdapat pasal yang melarang akses bagi negara yang terlibat dalam pemberian sanksi sepihak.

Artinya negara mana pun yang mendukung sanksi terhadap Iran berisiko kehilangan hak transit di Selat Hormuz.

Proses legislasi ini masih memerlukan beberapa tahapan birokrasi penting sebelum benar-benar bisa diimplementasikan secara penuh.

Setelah lolos di tingkat komite draf ini akan segera dibawa ke dalam pemungutan suara paripurna di parlemen.

Tahap selanjutnya melibatkan peninjauan mendalam oleh Dewan Garda sebagai otoritas tertinggi dalam verifikasi hukum.

Jika semua tahap terpenuhi maka Presiden Iran akan menandatangani dokumen tersebut untuk sah menjadi undang-undang.

Langkah ini diambil di tengah situasi geopolitik yang masih sangat memanas di kawasan Timur Tengah.

Kawasan tersebut sedang berada dalam kondisi waspada tinggi menyusul serangkaian peristiwa militer yang terjadi sebelumnya.

Kondisi keamanan regional mulai berguncang hebat sejak insiden serangan udara gabungan pada akhir Februari lalu.

Tepat pada 28 Februari serangan yang melibatkan kekuatan Israel dan Amerika Serikat menghantam sejumlah titik di Iran.

Operasi militer skala besar tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa lebih dari 1.340 orang di berbagai lokasi.

Salah satu korban jiwa yang paling signifikan dalam peristiwa tersebut adalah Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei.

Kejadian ini memicu gelombang amarah dan aksi balasan yang sangat masif dari pihak militer Teheran.

Iran segera meluncurkan operasi udara menggunakan ratusan drone canggih serta rudal balistik jarak menengah.

Target serangan balasan tersebut mencakup wilayah Israel hingga fasilitas militer Amerika yang berada di negara tetangga.

Yordania dan Irak serta beberapa negara di kawasan Teluk ikut merasakan dampak dari pertempuran udara tersebut.

Banyak aset militer strategis milik Amerika Serikat yang menjadi sasaran utama dalam serangan balasan Iran itu.

Dampaknya sangat terasa pada kerusakan berbagai infrastruktur penting di wilayah konflik yang memakan banyak biaya.

Selain kerugian fisik ketegangan ini juga merusak stabilitas pasar komoditas dunia secara sangat signifikan.

Sektor penerbangan sipil menjadi salah satu bidang yang paling terdampak akibat penutupan wilayah udara sementara.

Rute perdagangan internasional melalui jalur laut kini juga terancam oleh adanya rencana penerapan tarif tol ini.

Dunia internasional kini tengah memantau dengan seksama bagaimana perkembangan regulasi Selat Hormuz tersebut ke depannya.

Pengamat ekonomi khawatir kebijakan ini akan memicu kenaikan harga energi dan barang di tingkat konsumen global.

Namun bagi Iran langkah ini adalah bagian dari strategi bertahan sekaligus melakukan tekanan balik secara diplomatis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara

Iran Siapkan Cara Baru Bikin Israel Makin Sengsara

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:27 WIB

Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran

Pasukan Penerjun Payung Amerika Tiba di Timur Tengah, Skenario Operasi Darat ke Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:50 WIB

Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran

Kejahatan Perang Baru AS-Israel Terbongkar, Incar Museum dan Situs Sejarah Iran

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 14:34 WIB

Terkini

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:55 WIB

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 00:12 WIB

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:48 WIB

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang

Jabar | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun

Bogor | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan

Banten | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 23:06 WIB

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan

Sumsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:42 WIB

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 22:10 WIB

×